Kebut Vaksinasi di Sumsel, Gubernur Ajukan Pembelian

- Redaksi

Selasa, 3 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel, Herman Deru. (Photo: Reza Mardiansyah)

Gubernur Sumsel, Herman Deru. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, mengajukan pembelian vaksin COVID-19 secara mandiri, mengingat distribusi yang begitu pelan dari Pemerintah Pusat. Hal ini dia sampaikan saat ditemui di kantornya, Selasa (3/8/2021).

Menurut Deru, pembelian vaksin secara mandiri ini rencananya akan memakai skema Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tapi hal ini akan diajukan terlebih dahulu kepada Pemerintah Pusat.

“Tadi saya sudah minta izin sama Menteri BUMN agar vaksin bisa kita beli sendiri. Kan bisa pakai cara CSR dari perusahaan. Di jawab pak Menteri akan dikaji dahulu,” kata Deru.

Lanjut dia, jika tetap menunggu distribusi vaksin dari pemerintah pusat, untuk mencapai herd imunity akan memakan waktu yang lama. Sampai saat ini secara keseluruhan vaksinasi Sumsel baru mencapai 14,94 persen dari 6,4 juta target vaksinasi di Sumsel.

“Target kita akhir tahun 2021 atau masksimal pada awal tahun 2022, sudah mencapai herd imunity. Jadi kalau vaksin bisa beli mandiri, kita bisa melanjutkan vaksinasi pada segmen lain, seperti komunitas atau keluarga penerima Bantuan Sosial dan segmen lainnya,” terang Deru.

Ditambahkan Herman Deru, saat ini Provinsi Sumsel masih melanjutkan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di empat daerah yang menjalankan.

“Seusai intruksi pemerintah pusat, PPKM masih kita diperpanjang hingga 9 Agustus. Tidak ada penambahan atau pengurangan daerah, PPKM tetap dijalankan di Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin, Lubuk Linggau dan Musi Rawas,” katanya.

Meski begitu, Deru melihat terjadinya penurunan tren Positifity Rate COVID-19 di Sumsel, meski penambahan kasus positif tetap tinggi. Menurutnya, itu terjadi karena kesadaran masyarakat Sumsel untuk berani melakukan testing.

“Tinggi jangan dilihat jelek atau banyaknya. Ini juga terjadi karena kesadaran masyarakat yang mau memeriksa kesehatan. Justru saya apresiasi kesadaran masyarakat Sumsel, jadi tidak perlu lagi di tracking karena mereka sudah sadar,” katanya. (ANA)

Berita Terkait

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Polsek Buay Madang Timur Pantau Debit Air Sungai Macak dan Irigasi BK
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Buay Madang Timur Kawal Penyaluran 5 Ton Jagung ke Bulog
Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi
Jelang Iduladha Pemprov Sumsel Minta Warga Tak Panic Buying
Dinkes Sebut Sumsel jadi Wilayah Tertinggi Kedua Kasus Bibir Sumbing di Indonesia
Pagar Alam Lawan Stunting Lewat Edukasi Gizi 
Musprov Inkindo Sumsel Dibuka, Cik Ujang Dorong Transformasi dan Profesionalisme Konsultan
Konser HS di Palembang Pecah, Polisi Sebut Paling Aman dan Tertib

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 21:18 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Polsek Buay Madang Timur Pantau Debit Air Sungai Macak dan Irigasi BK

Senin, 25 Mei 2026 - 21:12 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Buay Madang Timur Kawal Penyaluran 5 Ton Jagung ke Bulog

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:53 WIB

Dinkes Sebut Sumsel jadi Wilayah Tertinggi Kedua Kasus Bibir Sumbing di Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 - 17:40 WIB

Pagar Alam Lawan Stunting Lewat Edukasi Gizi 

Berita Terbaru

Dua penderita bibir sumbing yang akan dioperasi di RSKGM Palembang. Foto: Tia

Kota Palembang

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB