Kasus Covid-19 Kian Panas, Warga Konvoi Tuntut Muhyiddin Yassin Mundur

- Redaksi

Sabtu, 24 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PM Malaysia Muhyiddin Yassin. Foto: net

PM Malaysia Muhyiddin Yassin. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, MALAYSIA – Situasi politik Malaysia panas, di tengah kenaikan kasus Covid-19. Bahkan, warga dilaporkan akan melakukan konvoi untuk menuntut Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mundur dari jabatannya.

Konvoi ini merupakan bagian dari aksi #Lawan yang rencananya digelar 31 Juli. Ini diprakarsai sejumlah koalisi masyarakat seperti Sekretariat Solidariti Rakyat (SSR) dan Demokrat Kebangsaan.

Konvoi #Lawan dengan Sekretariat Solidariti Rakyat (SRR). Ayo turun beramai-ramai pada hari ini, Sabtu jam 3.00 sore, dengan menggunakan kendaraan Anda,” tulis akun @demokrat_my melalui Twitter.

Menurut media setempat Malay Mail dilansir dari cnbc indonesia, Sabtu (24/07/2021), konvoi ini akan dilakukan secara nasional di beberapa titik di setiap negara bagian. Warga yang terlibat akan membawa bendera hitam.

Media itu juga menulis, selain permintaan Muhyiddin mundur dengan kabinet menterinya, konvoi dilakukan untuk meminta parlemen melakukan siding penuh. Mereka juga meminta moratorium pinjaman bank diberikan otomatis ke seluruh peminjam.

“Alasan dibalik pertemuan yang dimaksudkan adalah sikap mereka bahwa pemerintah Perikatan Nasional tidak memiliki kredibilitas untuk memikul tanggung jawab untuk mengarahkan negara keluar dari pandemi Covid-19,” tulis media itu lagi menjelaskan konvoi yang dilakukan.

“Termasuk menyembuhkan ekonomi dan masyarakat. kehidupan dan penghidupan.”

Sementara itu, polisi Malaysia sendiri menegaskan akan mengambil tindakan tegas pada mereka yang melakukan konvoi. Otoritas kepolisian Malaysia mengingatkan aturan penguncian melalui perintah pengendalian gerakan (MCO) masih berlaku.

“Polisi menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh ajakan pihak tertentu untuk berkumpul dan konvoi pada 24 Juli di ibu kota negara,” katanya.

“Polisi tidak akan segan-segan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat berdasarkan undang-undang yang ada, termasuk melakukan tindakan majemuk berdasarkan UU 342,” ujarnya lagi merujuk ke UU Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Malaysia.

Sementara itu , Malaysia melaporkan sebanyak 15.573 kasus Covid-19 baru pada Jumat (23/7/2021). Ini menjadi rekor terbaru karena melampaui rekor tertinggi sebelumnya.

Selangor dan Kuala Lumpur menjadi wilayah dengan kasus terbanyak 7.672 kasus harian baru dan 2.063. Kematian Covid-19 kemarin tercatat 144 orang.

Ini menjadikan kasus Covid-19 total di negeri itu berjumlah 980.491, sejak corona mewabah di 2020. Sementara kematian secara akumulatif berjumlah 7.718. (*)

Berita Terkait

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo
PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina
Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah
Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia
149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel
Inggris Umumkan Raja Baru, Raja Charles III
Ratu Elizabeth II Wafat
Jumlah Penduduk Terus Berkurang, China Alami Resesi Seks

Berita Terkait

Jumat, 20 Desember 2024 - 12:00 WIB

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo

Minggu, 5 November 2023 - 21:16 WIB

PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina

Senin, 26 Juni 2023 - 18:29 WIB

Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah

Senin, 14 November 2022 - 08:53 WIB

Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia

Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:48 WIB

149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel

Berita Terbaru