Kasus Capai 7000 Perhari, Ini Waktu yang Tepat Vaksin Booster

- Redaksi

Minggu, 30 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi vaksin covid-19
Foto: net

Ilustrasi vaksin covid-19 Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Covid-19 varian Omicron tidak bisa dianggap angin lalu. Terlebih sudah ada dua kasus kematian akibat Omicron. Kenaikan kasus positif Covid-19 saat ini juga sudah menyentuh angka 7.000 kasus per hari.
Salah satu cara untuk mencegah Covid-19 terutama varian Omicron adalah vaksin booster. Studi menunjukkan vaksin booster memberikan perlindungan ekstra terhadap virus corona. Berikut waktu yang tepat vaksin booster.

“Kita ada dua kasus kematian, pertama [pasien] belum divaksin, kedua sudah divaksin tapi ada komorbid tidak terkendali. Kita harus segera vaksin, berkaca dari kasus kematian [dua pasien Covid-19 varian Omicron]. Kedua, meski sudah vaksin, ada komorbid, [komorbid harus terkendali],” kata Erlina Burhan, dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, dalam konferensi pers bersama PDPI beberapa waktu lalu dikutip dari cnn indonesia.

Erlina mendorong masyarakat yang sudah layak vaksin untuk segera vaksin ke sentra pelayanan vaksin terdekat. Bagi yang sudah menerima vaksinasi primer (dosis pertama dan kedua) sebaiknya disusul dengan booster (vaksin dosis ketiga).

Pada dasarnya, vaksinasi booster harus memenuhi syarat yakni jeda 6 bulan setelah vaksin dosis kedua. Selain itu, vaksin booster dapat dilakukan setelah mendapatkan tiket vaksin booster. Tiket vaksin booster bisa dicek di aplikasi Peduli Lindungi (klik nama akun Anda lalu cek vaccination history and ticket).

Akan tetapi ada kondisi tertentu sehingga waktu pemberian vaksin booster dapat berubah:

– Ada tiket tapi jeda dari vaksin dosis kedua belum ada 6 bulan: booster ditunda sampai 6 bulan.
– Belum ada tiket booster: tunggu hingga ada tiket booster
– Penyintas Covid-19 gejala berat: booster diberikan setelah 3 bulan sembuh
– Penyintas Covid-19 gejala ringan/sedang: booster diberikan setelah 1 bulan sembuh.

Apa booster bisa mencegah infeksi Covid-19 varian Omicron?

“Bisa tapi tidak bisa berdiri sendiri. Perlu ikhtiar, ditambah dengan penerapan protokol kesehatan. Setelah booster, terdapat peningkatan antibodi yang mampu menetralisir virus. Nah kita tahu kalau ada paparan terus, virus lebih banyak sehingga sistem imun kalah. Vaksinasi tidak bisa berdiri sendiri. Booster hanya salah satu cara. Kalau booster saja ya enggak cukup,” kata Erlina. (*)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru