Jelang Idul Adha, Harga Cabai-Cabaian Belum Turun

- Redaksi

Selasa, 28 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga beberapa sayuran seperti cabai dan tomat pada beberapa lokasi yang ada di Kabupaten Empat Lawang masih terpantau tinggi

Harga beberapa sayuran seperti cabai dan tomat pada beberapa lokasi yang ada di Kabupaten Empat Lawang masih terpantau tinggi

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Harga cabai agaknya belum akan berkurang ‘kepedasannya’. Menjelang Idul Adha, beberapa jenis cabai rata-rata di atas Rp70 ribu perkilogram.

Dari pantauan di beberapa lokasi Kalangan (pasar tradisional harian) yang ada di beberapa desa di Empat Lawang, Selasa (28/6/2022) mayoritas harga sayuran jenis cabai merah dan tomat masih cukup tinggi.

Seperti di Kalangan yang ada di kawasan Kecamatan Muara Pinang, harga cabai merah berkisar dari Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram.

Sedangkan untuk tomat mencapai Rp 14 ribu per kilogram. Biasanya harga tomat murah, kadang harga terendah bisa mencapai Rp 2000 saja per kilogram.

“Cabai merah ada yang 100 ribu, ada juga yang 120 ribu. Untuk yang 120 ribu itu yang bagus dijamin masih segar atau barang baru,” kata seorang pedagang, Lena.

Ia menyambung selain cabai merah atau cabai keriting, tomat juga masih terbilang tinggi yakni per kilogram Rp 12 ribu hingga Rp 14 ribu. “Tomat yang bagus Rp14 ribu kalau yang lama Rp 12 rb bisa,” sambungnya.

Sementara di kawasan Kecamatan Tebing Tinggi yakni Pasar Pulau Mas, harga cabai merah keriting tidak jauh berbeda yakni Rp 100 ribu per kilogram.

“Cabai rawit hijau Rp 80 ribu per kilogram naik yang sebelumnya Rp 70 ribu per kilogram. Kemudian cabai hijau besar Rp 40 ribu, harga masih sama. Sementara cabai setan sama dengan cabai merah harganya Rp 100 ribu per kilogram,” ujar Nani seorang pedagang.

Menurutnya tingginya harga sayuran jenis cabai-cabain ini terjadi karena sedikitnya suplai buah cabai, sebab saat ini sedang musim hujan.

“Belakangan lebih sering turun hujan, mungkin ini yang menjadi sebab sedikitnya suplai cabai ke pasar,” tutupnya. (Alf)

Berita Terkait

Bupati Empat Lawang Tegaskan Larangan KKN, Jual Beli Proyek dan Jabatan
Masjid Al-Bukhori Gelar Shalat Jumat Pertama di Perumnas Gatri Residence Empat Lawang
Dua Kandidat Resmi Bertarung, Konferkab III PWI Empat Lawang Siap Pilih Ketua Baru
Empat Tahanan Polres Empat Lawang Kabur, Bobol Jeruji Ventilasi Saat Petugas Lengah
Pemkab Empat Lawang Gelar Salat Iduladha Bersama, Joncik Ajak Warga Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim
Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Digulung, Polda Sumsel Bakar 200 Kg Barang Bukti dan Kejar Tiga DPO
Siswo Pranoto Resmi jabat Wakil Ketua I DPRD Empat Lawang
Rotasi dan Promosi Pejabat Kembali Dilakukan di Pemkab Empat Lawang

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:18 WIB

Bupati Empat Lawang Tegaskan Larangan KKN, Jual Beli Proyek dan Jabatan

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:54 WIB

Masjid Al-Bukhori Gelar Shalat Jumat Pertama di Perumnas Gatri Residence Empat Lawang

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:20 WIB

Dua Kandidat Resmi Bertarung, Konferkab III PWI Empat Lawang Siap Pilih Ketua Baru

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:15 WIB

Empat Tahanan Polres Empat Lawang Kabur, Bobol Jeruji Ventilasi Saat Petugas Lengah

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:51 WIB

Pemkab Empat Lawang Gelar Salat Iduladha Bersama, Joncik Ajak Warga Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim

Berita Terbaru

101 Pekebun Sawit OKI yang mengikuti pelatihan implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (9/6/2026). Foto: istimewa

Kota Palembang

BPDP dan ISKOL Latih 101 Pekebun Sawit OKI Terapkan Standar ISPO

Rabu, 10 Jun 2026 - 15:36 WIB