Inilah Detik-detik Penembakan Dokter Sunardi Tersangka Teroris JI

- Redaksi

Sabtu, 12 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Su, tersangka teroris yang ditembak Densus 88.
Foto: net

Dokter Su, tersangka teroris yang ditembak Densus 88. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menembak mati seorang tersangka teroris bernama dokter Sunardi di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah pada Rabu malam (9/3/2022). Sunardi diduga merupakan bagian dari jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Penembakan Sunardi lantas menuai polemik. Sejumlah spekulasi hingga dugaan proses pengejaran yang tak sesuai prosedur pun tersebar usai upaya penegakkan hukum itu dilakukan.

Polri mengklaim bahwa penembakan Sunardi sudah dilakukan sesuai aturan. Dia pun telah ditetapkan sebagai tersangka sebelum akan ditangkap.

“Status tersangka, status SU sebelum dilakukan penangkapan adalah tersangka tindak pidana terorisme, bukan terduga,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, dilansir cnn indonesia, Jumat (11/3/2022).

Menurut polisi, Sunardi merupakan sosok yang menjabat sebagai amir atau pimpinan di jaringan tersebut.

Ramadhan menuturkan, dia berperan sebagai penasehat. Namun demikian, ia tak merincikan lebih jauh mengenai sejak kapan Sunardi bergabung dengan JI dan mengemban tugas tersebut.

Sunardi juga aktif dalam lembaga kemanusiaan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI). Namun demikian, kelompok ini diduga merupakan organisasi sayap dari JI yang sebenarnya membantu pergerakkan aktivitas teror.

“Yang bersangkutan sebagai penasehat amir JI, dan juga penanggung jawab Hilal Ahmar Society,” jelas dia.

HASI, kata Ramadhan, merupakan kelompok yang sudah ditetapkan oleh putusan pengadilan sebagai organisasi terlarang sejak 2015. Kelompok ini menjadi bagian yang mendanai, hingga mengirimkan kombatan teroris ke Suriah.

Keterlibatannya dalam kelompok tersebut turut menjadi salah satu alasan Sunardi akan ditangkap oleh aparat pada malam sebelum ia diganjar timah panas itu.

Detik-detik Penembakan versi Polisi
Ramadhan mengungkapkan bahwa Sunardi melawan petugas saat hendak ditangkap. Tindakan yang dilakukan tersangka itu saat hendak diamankan dianggap membahayakan jiwa petugas dan masyarakat.

Dalam pengejaran, ada dua polisi yang bertugas di detasemen berlambang burung hantu itu terluka dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.

“Petugas membawa tersangka ke RS Bhayangkara Polresta Surakarta untuk penanganan medis, namun yang bersangkutan meninggal dunia saat dievakuasi,” jelasnya.

Pengejaran hingga berakhir penembakan terhadap Sunardi menilai polemik. Islamic Study and Action Center (ISAC) Surakarta mengungkapkan, keluarga Sunardi tak mendapat surat penangkapan ataupun penetapan Sunardi sebagai tersangka.

Organisasi yang Organisasi yang aktif mengadvokasi kasus-kasus penangkapan terduga teroris itu pun menyayangkan upaya Densus yang menembak mati Sunardi, bukan melumpuhkannya.

“Apakah proses penangkapan dalam keadaan semacam itu sudah sesuai prosedur,” kata Sekretaris ISAC Surakarta, Endro Sudarsono saat dihubungi.

Ia menilai, penyergapan Sunardi janggal sehingga menyarankan pihak keluarga agar mengambil langkah hukum terkait kematiannya.

Keluarga disarankan agar menggugat pihak kepolisian atas dugaan perbuatan melawan hukum. Mengingat adanya potensi pelanggaran prosedur dalam penangkapan Sunardi.

“(gugatan) dalam bentuk perbuatan melawan hukum bukan praperadilan,” kata dia.

Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik tindakan aparat hingga mengakibatkan dokter itu tewas. Menurutnya, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab merupakan keharusan. Namun, kata dia, yang dipraktikkan justru sebaliknya.

“Seharusnya ‘Kemanusiaan yang adil dan beradab’, tapi prakteknya ‘kebiadaban yang tidak adil tanpa kemanusiaan’. Semoga Alm dr Sunardi mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin,” kata Fadli meretweet postingan Zubairi. (*)

Berita Terkait

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian
Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah
Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet
Tiba di RS Bhayangkara, Korban Selamat Bus ALS Segera Jalani Perawatan Intensif
Diduga Terjadi Korsleting Listrik Lapak Di Pasar 16 Ilir Hangus Terbakar 
Keluarga Korban Bus ALS Asal Lampung Syok, Keberangkatan Sempat Tertunda Sebelum Tragedi di Muratara

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:54 WIB

Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:50 WIB

Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet

Berita Terbaru

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru saat diwawancarai langsung, Senin (9/6/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Herman Deru Segera Usulkan Plt Bupati Muara Enim Pasca OTT KPK

Selasa, 9 Jun 2026 - 17:43 WIB