Ini Gejala Umum Covid-19 pada Pasien yang Sudah Divaksinasi

- Redaksi

Rabu, 28 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA | Seseorang yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19, bisa saja tetap terserang penyakit tersebut. Menurut tinjauan para peneliti, gejalanya cenderung berbeda dibandingkan pasien Covid-19 yang belum mendapat vaksin.

Dikutip dari Republika, penelitian masih terus berlangsung di Inggris dan telah menerbitkan sejumlah data tentang gejala terbaru Covid-19 pada pasien yang sudah vaksinasi lengkap. Pasien melaporkan secara mandiri gejala yang dialami melalui aplikasi.

Per 12 Juli 2021, gejala paling umum Covid-19 pada orang yang sudah mendapat dua dosis vaksinasi sudah dihimpun. Beberapa di antaranya sakit kepala, pilek, bersin, sakit tenggorokan, dan hilangnya indra penciuman.

“Mereka yang telah divaksinasi melaporkan gejala yang lebih sedikit dalam periode waktu yang lebih singkat, menunjukkan bahwa mereka cenderung tidak sakit parah dan pulih lebih cepat,” tulis peneliti lewat situs web resminya, seperti diansir di laman Indian Express, Selasa (27/7/2021).

Pada orang yang tidak divaksinasi, gejalanya sedikit berbeda secara urutan dari yang banyak dilaporkan pasien. Kondisi yang paling sering dijumpai adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, demam, serta batuk terus-menerus.

Gejala kehilangan penciuman turun ke urutan kesembilan dalam daftar, sedangkan sesak napas bergeser jauh ke posisi 30. Fluktuasi ini mungkin menunjukkan bahwa gejala berubah seiring dengan berkembangnya varian virus.

Tim juga berusaha melacak gejala itu menggunakan biomarker dan pola berdasarkan golongan darah. Ditemukan pula variasi terkait usia pasien, perbedaan varian penyebab, serta kondisi kesehatan pasien sebelum terinfeksi.

Ahli virologi Jerman Christian Drosten membahas hasil penelitian pada podcast “Coronavirus Update”. Dia sepakat bahwa sejumlah gejala umum dari Covid-19 telah berubah, yang juga ada kaitannya dengan usia.

Pasien yang lebih muda cenderung mengalami gejala flu, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan sedikit demam. Batuk terus-menerus yang tadinya menjadi gejala khas pada pasien yang lebih tua, kini justru berkurang.

Drosten tidak mengaitkan itu dengan merebaknya varian Delta, tetapi lebih kepada frekuensi vaksinasi yang sudah berjalan dan menyasar lansia. “Saya pikir Anda hanya harus menunggu sampai sesuatu yang benar-benar ilmiah diterbitkan tentang ini,” kata Drosten.

Apabila seseorang merasa tidak sehat dan tidak yakin apakah itu Covid-19 atau flu biasa, keputusan yang tepat adalah segera melakukan tes. Sampai mendapatkan hasil yang pasti, selalu jaga jarak dari orang lain.

Studi terpisah yang digagas oleh University of Mainz menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 tidak menyadari sudah mengalami infeksi akut. Karena itu, selalu waspada menjadi keharusan.

Penulis studi Philipp Wild menegaskan bahwa tes Covid-19 tidak boleh diabaikan meski status vaksinasi di sebuah wilayah sudah meluas atau tingkat kasus telah melandai. “Ini metrik penting untuk mengawasi dinamika pandemi,” ujarnya.

Selalu menerapkan protokol kesehatan meski sudah divaksin bukanlah tindakan opsional, tetapi wajib dilakoni semua orang. Hal sama juga patut dilakukan seseorang yang akan menjalani tes Covid-19, menunggu hasil tes, atau pasien yang sedang dalam masa pemulihan.

Langkah-langkahnya tentu dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun. Semua itu harus selalu diperhatikan guna membantu mencegah penyebaran penyakit. (*)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru

Tim Satgas Anti Narkoba Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) II/Sriwijaya berhasil mengamankan dua orang terduga pengedar narkotika dalam sebuah operasi tangkap tangan. Foto : ist 

Kriminal

Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:58 WIB

Korban

Kota Palembang

Motor Hilang Saat Pemilik Asyik Bermain di Taman Polda

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:37 WIB