Inflasi Sumsel Juni 2020 Tetap Rendah

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK,  Palembang – Saat ini Provinsi Sumatera Selatan mengalami inflasi sebesar 0,20% (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0.16% (mtm). lnflasi bulanan yang terjadi pada bulan Juni 2020 terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi. Terlihat dari lndeks Harga Konsumen (lHK) Provinsi Sumatera Selatan terpantau berada dalam kisaran target inflasi nasional.

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan, inflasi IHK Juni 2020 tercatat sebesar 1,72% (yoy) dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,13olo (ytd). Realisasi inflasi tahunan tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 1,960 (yoy), namun lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi regional Sumatera yang sebesar 0,690lo (yoy).

lnflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau terutama disumbang oleh peningkatan harga komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras. Kenaikan harga daging ayam ras didorong oleh peningkatan permintaan masyarakat menyusul pelonggaran kebijakan aktivitas masyarakat oleh pemerintah.

Dari sisi supply, produksi Day Old Chlck (DOC) bibit ayam mengalami penurunan sehingga mempengaruhi pasokan bibit ayam ke peternak. Di samping itu, kenaikan harga jagung juga menyebabkan tingginya harga pakan ternak. Selanjutnya, naiknya harga telur ayam ras di level pedagang terjadi karena tingginya permintaan masyarakat akan bahan makanan tahan lama di tengah penyebaran pandemi COVID-19 yang masih terjadi hingga akhir bulan Juni 2020. Tingginya permintaan tersebut tidak diikuti oleh jumlah pasokan yang memadai sehingga terjadi kenaikan harga komoditas telur ayam ras. Kenaikan harga kedua komoditas ini juga terpantau dalam hasil survei Pusat lnformasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Palembang dan Kota Lubuklinggau periode Juni 2020.

Meskipun demikian, laju inflasi Provinsi Sumatera Selatan tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas seperti bawang putih, cabai merah dan gula pasir. Relaksasi impor luar negeri yang diterapkan pemerintah dan adanya penambahan kuota impor Gula Kristal Putih (GKP) membuat pasokan bawang putih dan gula pasir dalam negeri tercukupi. Sementara itu, hasil panen cabai merah dari daerah sentra yang melimpah mengakibatkan tercukupinya kebutuhan cabai merah di Provinsi Sumatera Selatan

Secara spasial, kota Lubuklinggau mencatatkan inflasi tertinggi dengan realisasi 0,310/6 (mtm). lnflasi bersumber dari kenaikan harga daging ayam ras, telur ayam ras dan angkutan antar kota. Kenaikan tarif angkutan kota sejalan dengan banyaknya operator bus yang mulai mengoperasikan armadanya dan adanya kenaikan kapasitas penumpang yang boleh
diangkut menjadi 7)Yo sebagaimana yang tertuang dalam SE Dirjen perhubungan Darat Kementerian Perhubungan No. 11 Tahun 2020. Serupa dengan Kota Lubuklinggau. Kota Palembang juga terpantau mengalami inflasi sebesar 0,1gyo (mtm). Meningkatnya harga daging ayam ras dan telur ayam ras luga menjadi pemicu laju inflasi di Kota Palembang. Secara tahunan, Kota Palembang dan Kota Lubuklinggau masing-masing mengalami inflasi sebesar 1 ,75o/o (yoy) dan 1 ,37 o/o (yoy).

Juli 2020, Sumsel Diprediksi Alami Inflasi Lebih Rendah

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hari Widodo mengatakan, Provinsi Sumatera Selatan pada Juli 2020 diperkirakan akan mengalami inflasi yang lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi karena tekanan pada kelompok volatile food seiring naiknya harga beberapa komoditas makanan menjelang HBKN ldul Adha.

“Jelang idul Adha, kita akan mengalami inflasi yang lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi”, ujarnya.

Selain itu, inflasi juga diperkirakan bersumber dari kenaikan harga
emas pada kelompok inti dan kenaikan tarif angkutan udara pada kelompok administered prices.
Harga emas diperkirakan akan mengalami penguatan pada bulan Juli 2020 karena adanya kekhawatiran second wave penyebaran virus COVID-19 di seluruh dunia. Emas menjadi pilihan investasi karena dinilai sebagai safe haven instruments di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sementara itu, kenaikan tarif angkutan udara disebabkan oleh kebijakan relaksasi kapasitas penumpang memasuki kondisi kenormalan baru. Namun demikian, laju inflasi diperkirakan tertahan oleh terjaganya pasokan beras di Gudang Bulog selama 6-7 bulan ke depan dan
tercukupinya pasokan gula pasir yang dipenuhi dar impor luar neqeri.

Melihat perkembangan inflasi hingga Juni 2020, inflasi Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2020 diperkirakan terkendali pada rentang 3,Ot1o/o dengan kecenderungan bias ke bawah. Hal ini tidak lepas dari peran aktif dan sinergi yang baik antara Tim Pengendalia lnflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan dan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi kebijakan.(vie)

Berita Terkait

Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke Satgas PKH di Jakarta
Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke BPK RI
Komisi I DPRD Sumsel Diterima Bupati OKU Timur, Bapak Ir H Lanosin, ST.,MT., MM dalam Kunjungan Kerja Koordinasi Pemerintahan Daerah di OKU Timur
KOMISI III DPRD SUMSEL PELAJARI STRATEGI OPTIMALISASI PAD DAN PENGELOLAAN FISKAL DI DPRD DIY
Perjuangan Masyarakat Banyuasin Berbuah Hasil, Komisi II DPR RI Desak Pencabutan HGU PT Melania Indonesia
Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026
Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hadiri Panen Raya Jagung Serentak di OKU Selatan
Ketua DPRD Sumsel dan Unsur Buruh Audiensi ke Kemenaker RI dan DPR RI Jakarta, 12–13 Mei 2026

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:38 WIB

Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke Satgas PKH di Jakarta

Senin, 25 Mei 2026 - 19:24 WIB

Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke BPK RI

Senin, 25 Mei 2026 - 18:45 WIB

Komisi I DPRD Sumsel Diterima Bupati OKU Timur, Bapak Ir H Lanosin, ST.,MT., MM dalam Kunjungan Kerja Koordinasi Pemerintahan Daerah di OKU Timur

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:16 WIB

KOMISI III DPRD SUMSEL PELAJARI STRATEGI OPTIMALISASI PAD DAN PENGELOLAAN FISKAL DI DPRD DIY

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:36 WIB

Perjuangan Masyarakat Banyuasin Berbuah Hasil, Komisi II DPR RI Desak Pencabutan HGU PT Melania Indonesia

Berita Terbaru