IDI Selidiki Surat Kematian Palsu AM, Santri Gontor yang Tewas Dianiaya

- Redaksi

Rabu, 14 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses penyolatan jenazah AM santri Gontor asal Palembang yang tewas dianiaya seniornya.
Foto: ist

Proses penyolatan jenazah AM santri Gontor asal Palembang yang tewas dianiaya seniornya. Foto: ist

SUARAPUBLIK.ID, JATIM – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur turut menginvestigasi surat kematian santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, AM (17), yang diduga palsu. Dalam surat itu disebutkan bahwa AM meninggal dunia karena sakit.

“Masih kami investigasi,” kata Ketua IDI Jatim dr Sutrisno, saat dikonfirmasi, Selasa (13/9) dikutip cnn indonesia.

Sutrisno menyebut, saat ini IDI Jatim membentuk tim untuk menyelidiki soal dugaan surat kematian palsu itu. Adapun surat kematian yang diterima keluarga berkop surat RS Yasyfin Darussalam Gontor, ditandatangani dokter Muckhlas Hamidy pada tanggal 22 Agustus.

IDI juga sedang mengumpulkan bukti-bukti dan fakta terkait surat kematian AM tersebut.

“Kami masih membentuk tim dan mendalami masalahnya,” ujarnya.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengatakan, polisi akan terus mendalami kasus kematian AM, termasuk dugaan keterlibatan pihak lain dan perihal surat keterangan kematian yang diduga palsu.

Saat ini, polisi sudah menetapkan dua tersangka penganiayaan terhadap AM. Keduanya merupakan senior korban di ponpes.

Dua tersangka itu adalah MFA (18) asal Kabupaten Tanah Darat Sumatera Barat, dan IH (17) asal Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Keduanya dijerat Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76 c UU tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 170 ayat (2) ke 3 e KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal selama 15 tahun penjara dan denda Rp3 miliar. (*)

Berita Terkait

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia
MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali
Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari
4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:35 WIB

MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WIB

Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:34 WIB

Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari

Berita Terbaru