Ibu Brigadir J Menangis Tersedu di Hadapan dengan Ferdy Sambo & Putri Candrawathi

- Redaksi

Selasa, 1 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak menangis di hadapan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022)
Foto: net

Ibu Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak menangis di hadapan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022) Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Ibu Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak menangis di hadapan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11).
Rosti terisak saat mengungkapkan kepribadian anaknya. Menurut dia, Brigadir J merupakan anak yang paling patuh, ceria dan hormat kepada siapapun yang ditemuinya.

“Karena saya menyarankan sebagai ibu seorang pendidik memang selalu saya sarankan anak saya agar berbuat baik dimana pun berada,” kata Rosti di persidangan, Selasa (1/10/2022) dikutip dari cnn indonesia.

Meskipun Brigadir J tak memiliki karir yang melejit, namun dapat menjadi contoh panutan baik di dalam keluarga. Sejak kecil, kata Rosti, Brigadir J dalam pergaulannya tidak pernah menyakiti hati teman-teman apalagi atasannya.

“Di sini saya sebagai ibu, begitu hancurnya begitu tersayatnya hatiku mendengar berita almarhum Yosua terbunuh di dengan sadisnya di tangan atasannya yang selayak melindungi memberikan keamanan baginya. Bagaimana dia bertugas mengawal bapak dan keluarganya di dalam tugasnya setiap hari,” ujarnya.

“Saya sakit, karena sangat kejamnya bagi seorang ibu yang melahirkan anaknya,” imbuhnya.

Menurutnya, Brigadir J bisa menerima kondisi orang tuanya meski dalam titik terlemah. Ia kerap kali menyenangkan hati ibunya. Rosti tak henti mendoakan keselamatan Brigadir J setiap hari. Namun nyawa Yosua justru hilang di tangan atasannya yakni Ferdy Sambo.

“Tapi anakku dihabisi, anakku dirampas nyawanya, dengan sadisnya di tangan atasannya Ferdy Sambo yang sudah saya yakini dia sebagai wali dari tuhan,” ucapnya.

Sebelumnya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.  Mereka didakwa melakukan pembunuhan bersama dengan Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma’ruf.

Adapun perbuatan tersebut dilakukan Sambo di rumah dinas yang terletak di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7) lalu.

Atas perbuatannya tersebut, Sambo dan Putri didakwa melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (*)

Berita Terkait

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia
MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali
Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari
4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:35 WIB

MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WIB

Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:34 WIB

Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari

Berita Terbaru