Hingga Maret 2025, Bulog Sumsel Babel Telah Serap 51 Ribu Ton GKP

- Redaksi

Rabu, 9 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Kantor Wilayah Bulog Sumsel Babel, Heriswan saat dibincangi langsung pada, Rabu (9/4/2025). (Foto: Tia)

Pimpinan Kantor Wilayah Bulog Sumsel Babel, Heriswan saat dibincangi langsung pada, Rabu (9/4/2025). (Foto: Tia)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel-Babel) hingga Maret 2025 telah menyerap 51 Ribu Ton Gabah Kering Panen (GKP) di Sumsel.

“Sampai Maret kemarin serapan kita dari target 154 ribu ton setara beras kita sudah menyerap sekitar 51 ribu ton. Mudah mudahan sampai akhir April dapat kita tingkatkan,” ujar Pimpinan Kantor Wilayah Bulog Sumsel Babel, Heriswan saat dibincangi langsung pada, Rabu (9/4/2025).

Heriswan mengungkapkan jika penyerapan beras dimulai sejak Februari 2025 dan akan terus berlangsung hingga akhir April 2025.

“Tentu kita optimis, karena Maret dan April adalah puncak musim panen raya di Sumsel. Kita upayakan semaksimal mungkin sisa waktu sampai akhir April ini dapat tercapai target,” ungkapnya.

Ia menjelaskan untuk mekanismenya sendiri pihaknya menerapkan sistem jemput bola yakni dengan menjemput langsung gabah yang dibeli dari petani.

“Gabah ini dibeli seharga Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sekarang kita jemput, jadi tidak lagi seperti sebelumnya yang menunggu. Petani siapkan di pinggir sawah, nanti dinaikkan ke truk penjemputan,” jelasnya.

Ia mengatakan penyerapan beras tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

“Hingga Selasa, 8 April 2025 total penyerapan gabah sebanyak 60.725 ton. Beras yang langsung kita serap ada 19.200 ton, dan kemudian kalau semuanya kita jadikan beras totalnya 51 ribu ton setara beras,” katanya.

Ia menyebut jika Bulog menargetkan dapat menyerap sekitar 30 persen dari total produksi gabah petani.

“Para mitra dan pelaku usaha juga memiliki kewajiban memenuhi pasar masing-masing. Jadi, sisanya bisa didistribusikan ke pasar oleh para pengusaha. Tapi kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menyerap hasil panen petani,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

Gotong Royong Jaga Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan Masyarakat Kota Negara Kumpulkan 280 Kg Sampah
Ajun Minta Maaf, Kuasa Hukum Berharap Restorative Justice Dikabulkan Polisi
Operasi Patuh Musi 2026 di Palembang Ditunda
BSB Sukseskan Walikota Cup Darussalam Minisoccer, Semarakkan HUT Palembang ke-1343
Universitas Muhammadiyah Palembang, PTS Pertama di Sumsel yang Buka Program Doktor (S3) Manajemen
Sidang Korupsi Kredit BRI, Dua Tersangka Dihadirkan Sebagai Saksi Ungkap Proses Analisis dan Persetujuan Kredit
Diduga Gegara Korsleting Listrik Satu Rumah Hangus Terbakar
Tega Cabuli Adik Ipar yang Masih Remaja hingga Hamil 5 Bulan, Pria di Ogan Ilir Diringkus Polisi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 17:54 WIB

Gotong Royong Jaga Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan Masyarakat Kota Negara Kumpulkan 280 Kg Sampah

Senin, 8 Juni 2026 - 16:08 WIB

Ajun Minta Maaf, Kuasa Hukum Berharap Restorative Justice Dikabulkan Polisi

Senin, 8 Juni 2026 - 16:06 WIB

Operasi Patuh Musi 2026 di Palembang Ditunda

Senin, 8 Juni 2026 - 15:48 WIB

BSB Sukseskan Walikota Cup Darussalam Minisoccer, Semarakkan HUT Palembang ke-1343

Senin, 8 Juni 2026 - 14:43 WIB

Sidang Korupsi Kredit BRI, Dua Tersangka Dihadirkan Sebagai Saksi Ungkap Proses Analisis dan Persetujuan Kredit

Berita Terbaru

Foto kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Hendyanto Panusunan Hutasoit

Kota Palembang

Operasi Patuh Musi 2026 di Palembang Ditunda

Senin, 8 Jun 2026 - 16:06 WIB