Heboh, Diduga ASN dan Legislatif Kota Palembang Terlibat Mafia Tanah

- Redaksi

Rabu, 9 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapublik.id, Palembang -Pernyataan tersangka pelaku penerbitkan sertifikat tanah tanpa usulan masyarakat seluas 100 hektare yang diduga untuk pihak-pihak tertentu harus menjadi atensi khusus Kejaksaan Negeri Palembang. Dari penerbitan sertifikat tanah 100 hektare tersebut kedua TSK menerima imbalan tanah yang luasnya puluhan hektare di kelurahan Karya Jaya kecamatan Kertapati.

Diduga, Kedua tersangka itu menggunakan kewenanganya untuk menerbitkan sertifikat tanah pada program Pendaftaran Sistematis Lengkap (PTSL) yang digagas Presiden Joko Widodo. Namun penerbitan sertifikat PTSL tersebut tanpa usulan dari masyarakat pemilik tanah.
Meskipun program ini bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat namun ada beberapa syarat yang harus dilengkapi. Syarat inilah yang akan menentukan lolos atau tidaknya sebagai penerima PTSL gratis dari pemerintah.
Syarat – syarat pengajuan PTSL adalah kartu keluarga dan kartu identitas berupa KTP. Kemudian surat permohonan pengajuan peserta PTSL.
Selanjutnya pemasangan tanda batas tanah yang telah disepakati dengan pemilik tanah yang berbatasan. Kemudian bukti surat tanah berupa etter C, Akta Jual Beli, Akta hibah atau berita acara kesaksian.
Sebagai pelengkap akhir adalah bukti setor BPHTB dan PPh kecuali bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang dibebaskan dari keduanya.
Terkait dengan syarat PTSL dan pernyataan tersangka, Deputy K MAKI Feri Kurniawan angkat bicara. Kata dia, bila dilihat syarat pengajuan PTSL ada kemungkinan keterlibatan oknum ASN Pemkot Palembang dan oknum legislatif karena akses data dan sinergi antar institusi negara.
“Kemudian berdasarkan info dari pemilik tanah yang tanahnya diserobot oleh fihak tertentu dengan program PTSL bahwa tanah mereka di kuasai oleh orang – orang penting di kalangan eksekutif dan legislatif kota Palembang serta adanya koperasi BUMD yang diduga menguasai tanah mereka”, ucap Feri Kurniawan, saat di bincangi, Rabu (9/3/2022).
Lanjut dia, sudah Menjadi tugas penting Kejaksaan untuk mengungkap siapa pelaku lain yang menjadi partner kedua tersangka dan memblokir semua tanah seluas 100 hektar tersebut.
“Agar pengungkapan perkara ini menjadi terungkap jelas maka semua persil tanah yang bermasalah di pasang papan pengumuman dan di larang melakukan aktivitas apapun di atasnya termasuk melarang adanya PAM Swakarsa yang menjaga tanah bermasalah tersebut”, pungkas Feri Kurniawan.

Berita Terkait

Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas
Siswi 13 Tahun Diduga Jadi Korban Persetubuhan Kekasih, Orang Tua Lapor Polisi
Bank Sumsel Babel Gelar Ziarah Pahlawan, Kenang Jasa Para Pejuang dalam Momentum HUT ke-69
Optimalisasi Zakat Jadi Modal Usaha! Gerakkan Ekonomi Umat
BI Sumsel Apresiasi 11 Responden dan Surveyor Terbaik, Perkuat Kualitas Data Ekonomi Daerah
JPU KPK Minta Eksepsi Tiga Terdakwa Kasus Dugaan Suap Smartboard Muara Enim Ditolak
HUT ke-81 PGRI, Ahmad Zulinto Ingatkan Guru Tingkatkan Kompetensi dan Adaptasi Teknologi
Diduga Intip Wanita Ganti Pakaian, Pria 42 Tahun Diserahkan ke Polisi

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:52 WIB

Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas

Jumat, 6 November 2026 - 11:51 WIB

Siswi 13 Tahun Diduga Jadi Korban Persetubuhan Kekasih, Orang Tua Lapor Polisi

Kamis, 5 November 2026 - 20:51 WIB

Bank Sumsel Babel Gelar Ziarah Pahlawan, Kenang Jasa Para Pejuang dalam Momentum HUT ke-69

Kamis, 5 November 2026 - 18:17 WIB

Optimalisasi Zakat Jadi Modal Usaha! Gerakkan Ekonomi Umat

Kamis, 5 November 2026 - 18:14 WIB

BI Sumsel Apresiasi 11 Responden dan Surveyor Terbaik, Perkuat Kualitas Data Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Kota Palembang

Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:52 WIB