SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Desas desus kenaikan harga BBM bersubsidi ternyata berdampak pada harga telur di pasar. Dua minggu lalu harga telur berkisar Rp45 ribu perkarpet, saat ini meroket menjadi Rp 55 ribu perkarpet.
Pantauan di Pasar Pulau Emas, harga telur memang mengalami kenaikan. Harga naik itu diakui sejumlah pedagang.
Menurut Samsu (55), salah seorang pedagang mengatakan, kenaikan harga telur ini belum diketahui pasti pemicunya. Namun berdasarkan isu yang beredar, ini terjadi menjelang kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Memang harga telur ini naiknya sudah seminggu ini. Sebulumnya harganya Rp45 ribu kini menjadi 55 ribu perkarpet,” ujarnya.
Sementara, Cici salah seorang ibu rumah tangga mengaku cukup keberatan dengan harga telur yang mengalami kenaikan, padahal sempat terjangkau di harga Rp45 ribu per karpet.
“Iya, sempat senang dengan harga telur yang turun, tapi tidak bertahan lama. Sekarang naik lagi padahal telur merupakan bahan makanan favorit di keluarga, anak-anak saya suka makan telur,” katanya. (Alf)

















