Harga Bawang Merah Terjun Bebas, Petani Merugi

- Redaksi

Rabu, 1 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Bawang Merah Desa Tegur Wangi Lama Kecamatan Dempo Utara Pagar Alam. (Photo: Istimewa)

Petani Bawang Merah Desa Tegur Wangi Lama Kecamatan Dempo Utara Pagar Alam. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Anjloknya harga Bawang Merah beberapa pekan terakhir turut dirasakan petani Pagar Alam. Pasalnya, dengan harga yang sekarang, tidak sedikit petani merasa rugi akibat tidak sebanding dengan modal yang sudah dikeluarkan.

Seperti dikatakan Evi, salah satu petani Bawang Merah Desa Bumi Agung, Kecamatan Dempo Utara Pagar Alam. Jika sebelumnya dihargai Rp20 ribu per kilogram, kini Bawang Merah hanya bernilai Rp12 ribu per kilogram.

“Itu harga yang kita dapat dari agen langganan, yang beli langsung di lokasi saat panen,” terangnya, Rabu (1/12/2021).

Senada diungkapkan Tedy, petani Bawang Merah lainnya, bahwa harga turun tersebut juga bervariasai dari agen, ada yang Rp11 ribu dan ada juga yang Rp12 ribu per kilogramnya. Harga itu biasanya tergantung kualitas hasil panen.

“Informasinya, kalau dari Agen ke pengumpul di angka Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil pengawasan barang dan jasa oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha kecil  Menengah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM dan PP) Pagar Alam, komoditi jenis Bawang Merah memang mengalami penurunan yang drastis.

Dikatakan Kasi Binas Usaha Perdagangan Disperindagkop UKM Dan PP Pagar Alam, Endang Diyah, justru di tingkat pengecer terlihat jelas penurunan harga Bawang Merah yang semula Rp40 ribu per kilogram,kini tinggal Rp20 ribu.

Dikatakanya, secara kualitas Bawang Merah lokal kalah bersaing dengan yang asal Brebes. Di mana, Bawang lokal banyak mengandung air, sehingga mudah sekali membusuk. Apalagi kalau petani begitu panen langsung jual ke agen tanpa proses jemur terlebih dulu.

“Sehingga wajar kalau harganya juga lebih murah. Apalagi saat ini memang lagi mengalami penurunan harga,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Hapus Stigma Pilihan Kedua Atau Sekolah Alternatif, LPM NU Beri Suntikan Motivasi Para Guru NU Di Pagar Alam
Dewan Serahkan Banyak PR Untuk Pemkot Pagar Alam, Hasil Reses Tiga Dapil Tahap II T
Bukan Wacana! Pagar Alam Menuju Kemandirian Ekonomi, Wako Ludi Bahas Pendirian BUMD Bersama Profesor Unsri
Bukan Sekedar Tongkrongan! Dibawah Dinas Koperasi Taman Apung Disulap Jadi Sentra Cuan Dan Lumbung PAD Pagar Alam
MERINDING! Sumsel Darurat Karhutlah, Ketua PCNU Pagar Alam Kutip Ayat Al-Qur’an Soal Larangan Merusak Bumi
Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar
Perkuat Legalitas, LTN NU Pagar Alam Serahkan SK Kepengurusan ke Stakeholder
CANTIK-CANTIK JADI PENGEDAR! Dua Ratu Sabu Muda Ditangkap di Kontrakan Pagar Alam, Simpan Sabu 0,76 Gram Dalam Bungkus Soklin

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Hapus Stigma Pilihan Kedua Atau Sekolah Alternatif, LPM NU Beri Suntikan Motivasi Para Guru NU Di Pagar Alam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dewan Serahkan Banyak PR Untuk Pemkot Pagar Alam, Hasil Reses Tiga Dapil Tahap II T

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Bukan Wacana! Pagar Alam Menuju Kemandirian Ekonomi, Wako Ludi Bahas Pendirian BUMD Bersama Profesor Unsri

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Bukan Sekedar Tongkrongan! Dibawah Dinas Koperasi Taman Apung Disulap Jadi Sentra Cuan Dan Lumbung PAD Pagar Alam

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:20 WIB

MERINDING! Sumsel Darurat Karhutlah, Ketua PCNU Pagar Alam Kutip Ayat Al-Qur’an Soal Larangan Merusak Bumi

Berita Terbaru