Dua Kali Tektonik, Jarak Aman Gunung Api Dempo 1 Kilometer dari Kawah

- Redaksi

Senin, 17 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Api Dempo Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

Gunung Api Dempo Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Berdasarkan catatan hasil rekaman alat seismograf, aktifitas kegempaan Gunung Api Dempo terjadi fluktuatif, namun cenderung mengalami penurunan. Hal ini diungkapkan Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Dempo, Megian Nugraha.

Sambungnya, tercatat pada 15 Januari 2022, total telah terjadi sebanyak 2 kali tertonik jauh, amplitudi sebesar 6 hingga 7 mm, Tremor amplitudo sebesar 0,5 hingga 1 mm, namun dominan menurun di kisaran 0,5 mm, serta terjadi 1 kali kejadian embusan dengan amplitudo mencapai 3 mm, berdurasi selama 36 detik dikeluarkan Gunung Api Dempo.

“Untuk visual, puncak Dempo dominan tampak jelas terkadang diselimuti kabut,” terangnya, Senin (17/1/2022).

Dijelaskan Megian, Pos Pemantuan Gunung Dempo di bawah kendali Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMG) di Bandung, hingga kini masih menetapkan status gunung Dempo berada di level II Waspada, sementara aktifitas Dempo aktif normal.

“Ke depan, kami belum dapat memprediksi kemungkinan apa yang terjadi terhadap Gunung Api Dempo, apakah levelnya kembali naik maupun mengalami penurunan. Pastinya fenomena alam tidak bisa ditebak,” bebernya.

Lanjutnya, meski demikian Pos Pemantauan Gunung Api Dempo tetap mengintensifkan pemantauan terhadap kekinian kondisi Gunung Api Dempo, mengantisipsi hal yang tidak diinginkan.

“Ditakutkan kawah Dempo sewaktu-waktu dapat mengeluarkan gas berbahaya. Untuk itu, diimbau kawasan radius sejauh 1 kilometer dari bibir kawah Merapi-Dempo zona bahaya letusan harus steril dari berbagai aktifitas pendakian,” terangnya.

Lanjutnya, diimbau kepada masyarakat, pendaki dan wisatawan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gelojak fenomena alam yang tidak bisa diprediksi sebelumnya, guna menghindari bahaya yang ditimbulkan.

Kepada pendaki dan masyarakat pihaknya mengajak  untuk bersama-sama menjaga alat pemantau Gunung Api Dempo di puncak, agar jangan sampai dirusak oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Alat sesmograf berperan peting dalam menjaga keselamatan masyarakat yang berada di sekitar kaki Gunung Dempo. Tidak hanya Kota Pagar Alam, Lahat juga Empat Lawang,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Pagar Alam Kembali Raih WTP, Walikota Ludi Sampaikan LPP APBD 2025 ke DPRD
Pagar Alam Kirim Tim U-15 ke Piala Soeratin, Misi Bawa Nama Kota ke Jakabaring
Gubernur Sumsel Resmikan Rumah Baghi, Rumah Adat Pagar Alam Pusat Konsultasi Hukum
Gratis! Dinkes Pagar Alam Tebar 7 Layanan Kesehatan Di Momen HUT Ke-25
Sinegritas untuk Kemajuan! Sidang Paripurna DPRD Warnai HUT Ke-25 Kota Pagar Alam
Sehari Sepulang dari Tanah Suci, Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah Langsung Pimpin Upacara HUT ke-25 
HUT ke-25 Pagar Alam,UPT RSD Besemah Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Besemah Expo
Tangis Haru Pecah Di Gunung Gare! Walikota Ludi Oliansyah Bersama 208 Jamaah Haji Pagar Alam Pulang Dengan Selamat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:51 WIB

Pagar Alam Kembali Raih WTP, Walikota Ludi Sampaikan LPP APBD 2025 ke DPRD

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:45 WIB

Pagar Alam Kirim Tim U-15 ke Piala Soeratin, Misi Bawa Nama Kota ke Jakabaring

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:59 WIB

Gubernur Sumsel Resmikan Rumah Baghi, Rumah Adat Pagar Alam Pusat Konsultasi Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:39 WIB

Gratis! Dinkes Pagar Alam Tebar 7 Layanan Kesehatan Di Momen HUT Ke-25

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:37 WIB

Sinegritas untuk Kemajuan! Sidang Paripurna DPRD Warnai HUT Ke-25 Kota Pagar Alam

Berita Terbaru