Gubernur Sumsel Menganjurkan Warga Sumsel untuk Tingkatkan Diversifikasi Pangan

- Redaksi

Senin, 16 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Meskipun pemerintah melakukan pasar murah hampir setiap hari, namun tidak mampu menggoyahkan harga beras di Sumatra Selatan. Saat ini, harga beras medium di Palembang adalah Rp12.000/kg, dan beras premium adalah Rp15.000/kg.

Karena itu, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi beban masyarakat di tengah mahalnya harga beras, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengungkapkan diversifikasi pangan.

“Hanya beras yang saat ini masih cukup tinggi harganya, hampir rata-rata semua harga pangan stabil bahkan turun. Akibatnya, kami mendorong masyarakat untuk diversifikasi pangan,” kata dia pada hari Senin, 16 Oktober 2023.

Ia menyatakan bahwa pemerintah pusat telah mendorong diversifikasi pangan dan Sumsel juga melakukannya.

Dia menyatakan bahwa tidak cukup untuk bergantung pada beras karena ada banyak makanan lain yang mengandung karbohidrat, seperti tiwul, jagung, singkong, ubi, ketan, dan sebagainya.

Dia menyatakan bahwa dengan diversifikasi pangan ini, masyarakat akan memiliki pilihan makanan tambahan. Sementara itu, menurut Ruzuan Effendi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, diversifikasi pangan telah dilakukan sejak tahun 1999.

“Program tersebut sekarang memang kembali digencarkan, tetapi dengan nama gerakan pangan lokal. Di Sumsel juga terus kita gencarkan gerakan pangan lokal selain beras ini,” jelasnya.

Ia menyatakan bahwa organisasinya setiap tahun melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui lomba kreasi pangan di 17 kabupaten dan kota. Selain itu, anak-anak sekolah di semua sekolah dasar, SMP, dan SMA di Sumsel diberikan pendidikan tentang makanan sehat dan bergizi.

“Gerakan seperti ini bertujuan untuk memberi tahu anak-anak dan masyarakat lebih luas tentang makanan yang sehat dan mengenyangkan selain beras,” katanya.

Dia mengakui bahwa masyarakat telah terlibat dalam gerakan diversifikasi pangan. “Hanya saja, beras masih menjadi makanan utama. Meski begitu, kita terus memberikan edukasi dan sosialisasi terkait dengan diversifikasi pangan ini.” Selain itu, bahan makanan seperti jagung dan ubi sangat tersedia di Sumsel,” tutupnya.

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Kaget Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK
Praperadilan Safaruddin dan Sufuk Ditolak, Hakim Nyatakan Penyitaan oleh Polda Sumsel Sah
Jubir KPK Benarkan Ada Kegiatan Penindakan di Muara Enim
Gotong Royong Jaga Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan Masyarakat Kota Negara Kumpulkan 280 Kg Sampah
Ajun Minta Maaf, Kuasa Hukum Berharap Restorative Justice Dikabulkan Polisi
Operasi Patuh Musi 2026 di Palembang Ditunda
BSB Sukseskan Walikota Cup Darussalam Minisoccer, Semarakkan HUT Palembang ke-1343
Universitas Muhammadiyah Palembang, PTS Pertama di Sumsel yang Buka Program Doktor (S3) Manajemen

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:15 WIB

Gubernur Herman Deru Kaget Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 19:21 WIB

Praperadilan Safaruddin dan Sufuk Ditolak, Hakim Nyatakan Penyitaan oleh Polda Sumsel Sah

Senin, 8 Juni 2026 - 19:06 WIB

Jubir KPK Benarkan Ada Kegiatan Penindakan di Muara Enim

Senin, 8 Juni 2026 - 17:54 WIB

Gotong Royong Jaga Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan Masyarakat Kota Negara Kumpulkan 280 Kg Sampah

Senin, 8 Juni 2026 - 16:08 WIB

Ajun Minta Maaf, Kuasa Hukum Berharap Restorative Justice Dikabulkan Polisi

Berita Terbaru

Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru saat diwawancarai, Senin (8/6/2026). Foto: istimewa

Kota Palembang

Gubernur Herman Deru Kaget Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 21:15 WIB

Kota Palembang

Jubir KPK Benarkan Ada Kegiatan Penindakan di Muara Enim

Senin, 8 Jun 2026 - 19:06 WIB