GKG Sumsel Ditarget Meningkat Dua Kali Lipat, dari 2,7 Jadi 5,1 Juta Ton per Tahun

- Redaksi

Kamis, 15 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Reza Mardiansyah

Photo: Reza Mardiansyah

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kementerian Pertanian RI memberikan perhatian besar melalui program bantuan optimasi dan intensifikasi lahan pertanian di wilayah Sumsel. Hal ini demi mendukung program Food Estate Pemerintah Provinsi Sumsel yang mulai digencarkan sejak akhir 2020.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, R Bambang Pramono mengatakan, untuk mendukung program Food Estate Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa dua kegiatan yakni optimasi dan intensifikasi lahan pertanian di Sumsel.

“Kementan mengucurkan dana hingga Rp306 miliar untuk optimasi lahan pertanian, dan Rp152 miliar untuk intensifikasi lahan. Dengan harapan Sumsel bisa memperbesar produksi produksi Gabah Kering Giling (GKG) di Sumsel,” terang Bambang, Kamis (15/7/2021).

Menurut Bambang, optimasi lahan pertanian, konsepnya merehabilitasi lahan-lahan milik petani, diantaranya dengan memperbaiki tanggul saluran, membuat pintu air, dan pengadaan pompa. Jika memungkinkan jalan atau jembatan tani.

“Sementara untuk intensifikasi lahan pertanian konsepnya menumbuhkan korporasi yang menyediakan sarana produksi dan pendampingan petani, serta melibatkan offtaker penggilingan beras di Sumsel untuk membantu petani,” jelasnya.

Dengan bantuan ini, lanjut Bambang, Sumsel diharapkan bisa memperbesar produksi GKG dua kali lipat atau bahkan lebih dari produksi saat ini. “Tujuannya nanti untuk peningkatan produksi Sumsel yang saat ini mencapai 2,7 juta gabah kering giling menjadi 5,1 juta GKG target dalam waktu tiga tahun kedepan,” kata Bambang.

Gubernur Sumsel Herman Deru merasa bersyukur mendapat bantuan dari Kementan untuk menunjang program Food Estate Sumsel. Selain itu, ditambahkan Deru, kegiatan ini nantinya juga akan dibantu TNI, secara teknis maupun operasionalnya.

“Kita bersyukur karena Sumsel menjadi perhatian utama dan mendapat keistimewaan. Kita tidak sendiri, dalam program ini kita didukung oleh TNI,” jelasnya.

Adapun optimasi lahan difokuskan di Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir dan Muara Enim, dengan total sebanyak 49.990 hektar. Sementara untuk intensifikasi lahan pertanian difokuskan di OKU Timur, Ogan Ilir dan OKU Selatan dengan total sebanyak 25.629 hektar. (ANA)

Berita Terkait

Kuasa Hukum Korban Nilai Unsur Penggelapan dalam Jabatan Ok­lina Zurhayati Terpenuhi
Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel
Karyawan Toko Mas Indah Didakwa Gelapkan Uang, Kerugian Pemilik Ditaksir Rp900 Juta
Titin Rita Lestari dan Angga Didakwa, Dugaan Pengurangan Temuan Smartboard Diungkap KPK
Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo
Sidang di PN Tangerang Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Minimnya Penjelasan soal Riwayat Kesehatan
Bujuk Korban yang Masih 15 Tahun, Mahasiswa di Palembang Ditangkap
Dakwaan KPK: Edison Diduga Terima Rp4,67 Miliar dari Kasus Smart Board dan Chromebook

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Kuasa Hukum Korban Nilai Unsur Penggelapan dalam Jabatan Ok­lina Zurhayati Terpenuhi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Karyawan Toko Mas Indah Didakwa Gelapkan Uang, Kerugian Pemilik Ditaksir Rp900 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Titin Rita Lestari dan Angga Didakwa, Dugaan Pengurangan Temuan Smartboard Diungkap KPK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo

Berita Terbaru

Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel

Kota Palembang

Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel

Rabu, 28 Okt 2026 - 15:50 WIB