Gelombang Ketiga, Kasus Covid-19 Melonjak di Jawa dan Bali

- Redaksi

Rabu, 2 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tes PCR

Ilustrasi tes PCR

SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA – Kementrian Kesehatan menyatakan potensi gelombang ketiga Covid-19, sudah terlihat di Indonesia dalam 10 hari terakhir seiring kenaikan signifikan kasus positif.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, varian Omicron jadi penyebab lonjakan kasus di Indonesia.

“Jadi potensi gelombang memang sudah terlihat dengan adanya peningkatan kasus tapi peningkatan kasus ini umumnya baru terjadi di provinsi besar di Jawa-Bali,” ucap Nadia dalam wawancara dikutip dari CNN Indonesia Rabu (2/2/2022).

Nadia meminta masyarakat tidak panik ketika penambahan kasus positif dalam sehari paling tinggi menyentuh angka 16.021. Indonesia, kata dia, pernah berada di angka penambahan kasus hingga 54 ribu per hari.

“Jadi kita lihat dulu, kasusnya 16 ribu dan kita harus ingat puncak kasus kita 54 ribu,” kata Nadia.

Sebelumnya Kemenkes menyatakan, Indonesia sudah memasuki gelombang ketiga Covid-19. Kemenkes mengimbau agar pelaku usaha melakukan lockdown atau penutupan kantor secara terbatas dan sementara apabila ditemukan klaster Covid-19.

“Iya, sudah mulai masuk gelombang tiga, karena kasus kan mulai naik,” kata Nadia, Selasa (1/2).

Nadia mengatakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 terjadi karena pemerintah menambah jumlah tes di berbagai daerah. Ia menyebut, per 30 Januari, jumlah orang yang di tes adalah 5,75 per 1.000 penduduk per pekan.

Jumlah pemeriksaan itu menurutnya jauh di atas angka anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni 1 per 1.000 penduduk per pekan.

“Peningkatan kuota testing dan tracing ini merupakan bentuk dari upaya deteksi dini dalam mencegah perluasan penularan, serta mencegah munculnya klaster sebaran yang baru. Ini juga merupakan usaha untuk mendeteksi lebih awal gejala Covid-19 yang diderita oleh tiap-tiap individu,” kata dia. (*)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru