Ganasnya Varian Kappa, Cukup Berpapasan Bisa Kena

- Redaksi

Selasa, 6 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ahli Epidemiologi Universitas Sriwijaya, Dr Iche Andriyany Liberty menerangkan, cara penularan virus Covid-19 varian Kappa varian B1.617.1 yang juga ditemukan di India, lebih mudah menyebar dan menyebabkan infeksi saat masuk ke tubuh.

Karena untuk gejalanya sendiri bisa menyerupai penyakit campak dan mampu masuk ke tubuh walau hanya dengan berpapasan dengan seseorang yang mengidapnya.

“Cirinya mata merah dan berair, dan berdasarkan studi kecepatan dan penularannya juga lebih cepat dari varian Delta. Tapi gejalanya sama saja, ” ujarnya, Selasa (6/7/2021).

Dirinya meminta agar masyarakat lebih semakin waspada. Keberadaan virus Delta saja sudah membuat Indonesia kelimpungan dengan meningkatnya angka kasus Covid-19, apalagi virus Kappa yang ditenggarai memiliki penularan lebih cepat.

Menurutnya, ancaman Virus Corona di Indonesia ini nyata dan mudah menyebar. Oleh karena mobilitas masyarakat di Sumsel sebaiknya dikurangi untuk menekan terjadi penyebaran virus corona.

“Mobilitas masyarakat kita semakin kesini makin meningkat, lalai prokes dan vaksinasi tersendat-sendat nah ini yang bahaya. Ayo sama-sama kita taati prokes dan ikuti anjuran pemerintah,” ujar Iche.

Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof. Yuwono, mengatakan, Varian Kappa tidak lebih menular dari varian Delta. Sebab paling jauh penularannya pada wilayah terbatas. Artinya varian Kappa termasuk variant of interest yang memiliki pengertian terbukti memiliki dampak hanya di level laboratorium.

“Justru Virus Corona varian Delta yang termasuk variant of concern yang mempunyai bukti meningkatkan penularan di berbagai negara. Saya malah lebih khawatir sewaktu varian Delta muncul di Sumsel. Varian itu lebih bahaya karena lebih cepat menular,” katanya.

Untuk meminimalisasi penularan Covid-19 yang muncul dengan berbagai varian, dirinya meminta masyarakat selalu waspada dan menerapkan 5M yakni Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas.

Namun, kata Yuwono, upaya yang mesti dimasifkan untuk menekan penularan Covid-19 yakni dengan membatasi keluar masuknya warga negara asing ke wilayah Indonesia, khususnya Sumsel.

“Penularan dari warga lokal tidak ada.
Sekarang ini yang harus betul-betul diperhatikan itu warga negara asing karena penularan varian baru ini dari warga asing,” katanya. (Nat)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru