Fitra Sumsel Sebut Postur Anggaran APBD Muba Belanja Daerah Masih Didominasi oleh Belanja Aparatur.

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Kordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Sumatera Selatan (FITRA Sumsel) Nunik Handayani merilis Pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah menetapkan untuk pagu Pendapatan Daerah sebesar Rp 3.118,83 miliar. Namun hingga periode pelaporan pada tanggal 4 Mei 2026, realisasi pendapatan baru mencapai Rp 380,35 miliar atau sekitar 12,20 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa capaian pendapatan masih relatif rendah dan belum mencerminkan kinerja yang optimal, meskipun kondisi ini umumnya terjadi pada tahap awal tahun anggaran.

“Bisa jadi rendahnya realisasi ini dapat dipengaruhi oleh belum maksimalnya penerimaan dari berbagai sumber, baik pendapatan asli daerah maupun transfer pusat, serta kemungkinan adanya keterlambatan dalam proses administrasi dan pencairan,”ungkap Nunik, Selasa (5/5).

Sementara, di sisi lain, belanja Daerah dianggarkan sebesar Rp 3.262,83 miliar dengan realisasi mencapai Rp 480,03 miliar atau 14,71 persen. Realisasi belanja ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pendapatan, yang menandakan bahwa pemerintah daerah mulai menjalankan berbagai program dan kegiatan pembangunan.

Namun demikian, tingkat penyerapan belanja secara keseluruhan masih tergolong rendah, sehingga perlu adanya percepatan pelaksanaan program di periode berikutnya.

“Kalau kita lihat pada komponen belanja pegawai mendominasi struktur belanja daerah. Dari total pagu sebesar Rp 1.698,02 miliar, realisasinya telah mencapai Rp 369,09 miliar atau sebesar 21,74 persen,”terangnya.

Sehingga, Persentase ini relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata realisasi belanja daerah secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa belanja yang bersifat rutin dan wajib, seperti gaji dan tunjangan pegawai, cenderung lebih cepat terserap dibandingkan belanja pembangunan atau belanja modal.

“Kondisi ini mengindikasikan bahwa struktur belanja daerah masih didominasi oleh belanja aparatur, sehingga ruang fiskal untuk belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung pada masyarakat menjadi relatif terbatas dan sangat rendah,”bebernya.

Lanjut Nunik, Jika dibandingkan antara pendapatan dan belanja, terlihat bahwa baik dari sisi perencanaan maupun realisasi, belanja lebih besar daripada pendapatan.

Hal ini menunjukkan adanya kondisi defisit anggaran. Pada tahap awal tahun, kondisi ini masih dapat dianggap wajar, namun tetap perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan tekanan terhadap keuangan daerah. Apabila realisasi pendapatan tidak segera ditingkatkan, sementara belanja terutama belanja rutin (belanja pegawai ) terus berjalan, maka keseimbangan fiskal daerah dapat terganggu.

Secara keseluruhan, kondisi APBD Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2026 menunjukkan bahwa kinerja keuangan daerah masih dalam tahap awal dan membutuhkan percepatan, baik dari sisi pendapatan maupun belanja.

“Pemerintah daerah perlu mendorong optimalisasi pendapatan, khususnya dari sektor-sektor potensial, serta mengendalikan belanja agar lebih efisien dan tepat sasaran. Selain itu, penting untuk mulai mengarahkan komposisi belanja agar lebih proporsional, dengan meningkatkan porsi belanja yang berdampak langsung pada pelayanan publik dan pembangunan, sehingga manfaat APBD dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Musi Banyuasin,”imbuhnya.

(Sumber data dari Kemenkeu Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah).

 

Berita Terkait

PTP Nonpetikemas Ajak Insan Media Ikuti Lomba Karya Jurnalistik PortPress 2026. Ayo Ramaikan!
Bank Sumsel Babel Dukung Percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemda dan Digitalisasi Layanan Publik
Diduga Dilecehkan di Atas Speedboat, Wanita Asal Ogan Ilir Lapor ke Polrestabes Palembang
Gagal Bayar Pinjol Pria Ini Polisikan Keluarga Sendiri
Intensifkan Patroli Subuh dan Pagi, Polsek Buay Madang Timur Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif
Polsek Buay Madang Timur Amankan Ibadah Kenaikan Isa Almasih di Gereja Trinitas Bangun Sari
DWP Muba dan DPPPA Turun ke Kecamatan, Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Ketahanan Keluarga
Dimediasi Gubernur, Desa Wisata Gunung Dempo Dibuka Kembali 

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:19 WIB

PTP Nonpetikemas Ajak Insan Media Ikuti Lomba Karya Jurnalistik PortPress 2026. Ayo Ramaikan!

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:15 WIB

Bank Sumsel Babel Dukung Percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemda dan Digitalisasi Layanan Publik

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:33 WIB

Diduga Dilecehkan di Atas Speedboat, Wanita Asal Ogan Ilir Lapor ke Polrestabes Palembang

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:27 WIB

Gagal Bayar Pinjol Pria Ini Polisikan Keluarga Sendiri

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:22 WIB

Intensifkan Patroli Subuh dan Pagi, Polsek Buay Madang Timur Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Berita Terbaru

Foto:  korban didamoingi kuasa hukumnya dari LBH Bima Sakti

Kota Palembang

Gagal Bayar Pinjol Pria Ini Polisikan Keluarga Sendiri

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:27 WIB