Empat Tahun Berjalan, Banyak Petani Belum Nikmati Bantuan Stek Kopi

- Redaksi

Kamis, 10 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Pagar Alam, Gunsono Mekson. (Photo: Delta Handoko)

Kepala Dinas Pertanian Pagar Alam, Gunsono Mekson. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Meskipun sudah memasuki tahun keempat, ternyata masih banyak kelompok tani (poktan) yang belum menikmati program pemerintah Kota Pagar Alam yakni sejuta sambung pucuk (stek) tanaman kopi. Sehingga pemerintah melalui Dinas Pertanian fokus kepada mereka yang belum sama sekali menerima bantuan tersebut.

“Tahun ini merupakan tahun keempat berjalannya program sejuta sambung pucuk. Dan sudah kita siapkan sekitar 60 kelompok tani yang akan melaksanakan bantuan program ini,” ucap Kepala Dinas Pertanian Pagar Alam, Gunsono Mekson.

Ia menyebutkan, dari data Dinas Pertanian terdapat ada sekitar 670 kelompok tani yang menjadi sasaran penerima manfaat bantuan program.

“Dan Tiga tahun berjalan, baru separuhnya kelompok tani yang sudah menerima manfaat program yang bertujuan untuk peningkatan produksi tanaman sebagai komoditi unggulan di Kota Pagar Alam tersebut,” jelasnya.

Dikatakanya, Mengenai pelaksanaan tahun ini, masih dalam persiapan, seperti Proses pengajuan SK, yang meliputi tim verifikasi, calon penerima manfaat jingga juknis pelaksanaannya.

“Jika tak ada hambatan pertengahan Maret 2022 akan dimulai kegiatannya,” ungkapnya.

Selain dari APBD Kota, program Sejuta Sambung Pucuk tanaman kopi ini dibantu Bantuan Gubernur yang juga disiapkan 60 kelompok dengan jumlah sekitar ribuan petani penerima manfaat. Hanya saja untuk kepastiannya masih menunggu suntikan anggaran provinsi.

“Tahun lalu (2021) capaian keberhasilan Sejuta Sambung Pucuk ini 96 persen bersumber dari APBD Kota dan 99 persen dari Bangub. Angka ini berdasarkan bantuan yang dicairkan kepada kelompok,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi
Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona
Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan
Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan
Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo
Gerebek Tempat Karaoke, Tim Gabungan Temukan Tiga Pemandu Karaoke Positif Narkoba
LUAR BIASA! Jawab Krisis Khatib IKADI Pagar Alam Turut Pecahkan Rekor MURI Dalam Pelatihan Khatib Nasional

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:53 WIB

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial

Berita Terbaru

Kota Palembang

Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:52 WIB