oleh

Elpiji 3 Kg Langka, Disperindagkop Lakukan Pengawasan Berkala

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, tidak hanya terjadi di Kabupaten tetangga, melainkan pula di wilayah Kota Pagar Alam, yang sejak sepekan terakhir, sejumlah warga kesulitan untuk mencari tabung gas melon ini.

Kendati demikian, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan PP Kota Pagar Alam pun tidak tinggal diam, dengan terus melakukan monitoring dan pengawasan, terhadap sejumlah agen maupun pangkalan, yang menjual gas elpiji 3 kg tersebut.

“kelangkaan gas elpiji 3 kg itu, hampir merata terjadi di sejumlah wilayah, baik itu di Kaur Bengkulu, Lahat juga macet, termasuk juga di kita Pagar Alam . Dan kita nilai ini, untuk penyebabnya mungkin dari penyalur gas elpiji itu sendiri, yang mengalami kemacetan,” terang Kasi Pelindungan Konsumen Disperindagkop UKM dan PP Pagar Alam, Welly Arianto, Jum’at (10/9/2021).

Di Pagar Alam sendiri, kata Welly, sudah hampir sepekan lalu, gas elpiji 3kg sulit untuk didapatkan, tapi begitu di cek ke lapangan, dengan mendatangi sejumlah agen dan pangkalan elpiji mendapati, bahwa stok dari penyalur elpiji memang tengah macet, yang terjadi secara menyeluruh.

“Kita takutnya kebutuhan untuk rumah tangga, bila stok gas habis. Makanya, kami pun arahkan kepada agen maupun pangkalan, untuk tidak melayani pembelian satu rumah itu dua tabung, tapi cukup satu tabung saja, sedangkan harga jualnya sendiri tidak ada kenaikan,” ungkapnya.

Lebih jauh Welly menambahkan, sejak awal adanya kesulitan gas elpiji 3kg, pihaknya telah melakukan langkah pengawasan.

“Sebagai langkah antisipasi, kita lakukan pengawasan dan pengecekan di sejumlah agen elpiji di Pagar Alam, kita akan terus melakukan survei lagi, tapi untuk sekarang ini masih tergolong aman, tidak ada lagi gejolak seperti Minggu lalu,” ucapnya.

Sementara Winsi salah seorang pemilik warung yang menjual tabung gas menuturkan, bahwa seiring dengan kelangkaan ini, di khwatirkan banyak yang memanfaatkan situasi, dengan menjual dengan harga tinggi atau mahal dari biasanya.

“Dengar-dengar ada yang sudah jual harga Rp25-26 ribu pertabung, padahal sebelumnya hanya Rp23 ribu pertabung,” imbuhnya. (ANA)

Komentar

Berita Hangat Lainya