Elpiji 3 Kg Langka, Disperindagkop Lakukan Pengawasan Berkala

- Redaksi

Jumat, 10 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang pemilik tokoh penjual Gas elpiji 3 Kg. (Photo: Delta Handoko)

Salah seorang pemilik tokoh penjual Gas elpiji 3 Kg. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, tidak hanya terjadi di Kabupaten tetangga, melainkan pula di wilayah Kota Pagar Alam, yang sejak sepekan terakhir, sejumlah warga kesulitan untuk mencari tabung gas melon ini.

Kendati demikian, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan PP Kota Pagar Alam pun tidak tinggal diam, dengan terus melakukan monitoring dan pengawasan, terhadap sejumlah agen maupun pangkalan, yang menjual gas elpiji 3 kg tersebut.

“kelangkaan gas elpiji 3 kg itu, hampir merata terjadi di sejumlah wilayah, baik itu di Kaur Bengkulu, Lahat juga macet, termasuk juga di kita Pagar Alam . Dan kita nilai ini, untuk penyebabnya mungkin dari penyalur gas elpiji itu sendiri, yang mengalami kemacetan,” terang Kasi Pelindungan Konsumen Disperindagkop UKM dan PP Pagar Alam, Welly Arianto, Jum’at (10/9/2021).

Di Pagar Alam sendiri, kata Welly, sudah hampir sepekan lalu, gas elpiji 3kg sulit untuk didapatkan, tapi begitu di cek ke lapangan, dengan mendatangi sejumlah agen dan pangkalan elpiji mendapati, bahwa stok dari penyalur elpiji memang tengah macet, yang terjadi secara menyeluruh.

“Kita takutnya kebutuhan untuk rumah tangga, bila stok gas habis. Makanya, kami pun arahkan kepada agen maupun pangkalan, untuk tidak melayani pembelian satu rumah itu dua tabung, tapi cukup satu tabung saja, sedangkan harga jualnya sendiri tidak ada kenaikan,” ungkapnya.

Lebih jauh Welly menambahkan, sejak awal adanya kesulitan gas elpiji 3kg, pihaknya telah melakukan langkah pengawasan.

“Sebagai langkah antisipasi, kita lakukan pengawasan dan pengecekan di sejumlah agen elpiji di Pagar Alam, kita akan terus melakukan survei lagi, tapi untuk sekarang ini masih tergolong aman, tidak ada lagi gejolak seperti Minggu lalu,” ucapnya.

Sementara Winsi salah seorang pemilik warung yang menjual tabung gas menuturkan, bahwa seiring dengan kelangkaan ini, di khwatirkan banyak yang memanfaatkan situasi, dengan menjual dengan harga tinggi atau mahal dari biasanya.

“Dengar-dengar ada yang sudah jual harga Rp25-26 ribu pertabung, padahal sebelumnya hanya Rp23 ribu pertabung,” imbuhnya. (ANA)

Berita Terkait

Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar
Perkuat Legalitas, LTN NU Pagar Alam Serahkan SK Kepengurusan ke Stakeholder
CANTIK-CANTIK JADI PENGEDAR! Dua Ratu Sabu Muda Ditangkap di Kontrakan Pagar Alam, Simpan Sabu 0,76 Gram Dalam Bungkus Soklin
Sambut Baik Penurunan Biaya Haji, Kemenhaj Pagar Alam Minta Jamaah Bersiap Lakukan Pelunasan
HUT PKK ke-54, TP-PKK Pagar Alam Ditantang Adu Kreativitas
Bukan Sekadar Jargon! Pemkot Pagar Alam Ditantang Buktikan Pemerintahan Bersih Dari KKN
Bukan Pemangkasan! Kemenhaj Pagar Alam Bongkar Fakta Masa Tunggu Haji 2027 Dari 26 Menjadi 14 Tahun
Bukan Sekedar Publikasi! Deni Priansya : LTN NU Dilantik Sebagai Penyeimbang Pemerimtah Wujudkan Visi Misi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Perkuat Legalitas, LTN NU Pagar Alam Serahkan SK Kepengurusan ke Stakeholder

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:16 WIB

CANTIK-CANTIK JADI PENGEDAR! Dua Ratu Sabu Muda Ditangkap di Kontrakan Pagar Alam, Simpan Sabu 0,76 Gram Dalam Bungkus Soklin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Sambut Baik Penurunan Biaya Haji, Kemenhaj Pagar Alam Minta Jamaah Bersiap Lakukan Pelunasan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

HUT PKK ke-54, TP-PKK Pagar Alam Ditantang Adu Kreativitas

Berita Terbaru