Dishub Sumsel Perkirakan Arus Mudik Lebaran Naik 20 Persen

- Redaksi

Kamis, 6 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Arinarsa JS saat menyampaikan rilis mudik gratis 2025 di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (5/3/2025). (Foto: Tia)

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Arinarsa JS saat menyampaikan rilis mudik gratis 2025 di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (5/3/2025). (Foto: Tia)

SUARAPUBLIK.ID,. PALEMBANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Selatan memperkirakan arus mudik lebaran tahun 2025 akan mengalami peningkatan sebanyak 20 persen dibanding tahun 2024.

“Karena Sumsel ini juga sebagai daerah perlintasan sekaligus tujuan para pemudik, diperkirakan arus mudik Lebaran tahun ini naik mencapai kisaran 20 persen. Lalu, momen itu juga berdekatan dengan libur sekolah dan libur perayaan Hari Raya Nyepi,” ujar Kepala Dishub Sumsel, Ari Narsa pada, Kamis (6/3/2025).

Ari mengatakan pihaknya akan menyiapkan segala sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi peningkatan pemudik sejalan dengan diskon pada sejumlah tarif angkutan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Kita siapkan perlintasan, posko, serta rambu-rambu peringatan dan petugas gabungan dari instansi terkait untuk menunjang kelancaran para pemudik. Puncak arus mudik ini, kita perkirakan sekitar 25-28 Maret,” katanya.

Ia menjelaskan arus lalu lintas juga menjadi perhatian, terutama pada Jalan Palembang-Betung yang langganan menjadi lokasi kemacetan setiap tahunnya.

“Salah satu antisipasinya kita akan mengaktifkan tol ruas Musi Landas – Pangkalan Balai selama 10 hari sebelum hari H dan 10 hari setelah hari H. Kita juga menyiapkan jalan alternatif seperti di Tanah Mas tepanya di samping Jalan Soekarno-Hatta termasuk juga kita aktifkan jalan pendukung lainnya atau jalan tikus,” jelasnya.

Ia mengungkapkan pada H-7 Lebaran pihaknya juga akan menertibkan angkutan yang boleh dan tidak boleh melintas.

“Yang boleh melintas hanya sembako, ambulance, pengangkut bbm, gas, dan pemadam kebakaran. Sementara untuk angkutan barang mencakup ekspedisi, batubara, galian C, dan angkutan kayu dilarang melintas,” ungkapnya.

Kemudian, pihaknya telah meminta PUPR dan BPJN menyiapkan alat berat di titik rawan bencana seperti longsor.

“Nanti dari PUPR dan BBJN juga akan menyediakan posko alat berat di lokasi-lokasi yang memang rawan bencana tanah longsor,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

JPU Tuntut Fernando 12 Tahun Penjara, Sabu 31,65 Gram dan Senpi Rakitan Jadi Barang Bukti
Perkuat Pemahaman Hukum dan Cegah Fraud, Bank Sumsel Babel Gandeng Kejaksaan Negeri PALI
Kapolsek Sukarami Bergerak Cepat Salah Satu Pelaku Pemalakan Viral Diringkus
KPK Sisir PUPR dan Kantor PBJ Muara Enim, Dokumen Proyek hingga Barang Bukti Elektronik Diamankan
Jual Sabu, Muhammad Sangaji Divonis 6 Tahun 6 Bulan dan Denda Rp1 Miliar
Edarkan 18,5 Gram Sabu, Reni Melyani Divonis 8 Tahun Penjara
Viral! Diduga Aksi Palak Sopir Truk di Simpang 3 Talang Kelapa Sukarami
Curi Kalung Rantai IRT Ini Berurusan Dengan Polsek Plaju
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:56 WIB

Perkuat Pemahaman Hukum dan Cegah Fraud, Bank Sumsel Babel Gandeng Kejaksaan Negeri PALI

Kamis, 10 September 2026 - 16:54 WIB

Kapolsek Sukarami Bergerak Cepat Salah Satu Pelaku Pemalakan Viral Diringkus

Kamis, 10 September 2026 - 16:51 WIB

KPK Sisir PUPR dan Kantor PBJ Muara Enim, Dokumen Proyek hingga Barang Bukti Elektronik Diamankan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49 WIB

Jual Sabu, Muhammad Sangaji Divonis 6 Tahun 6 Bulan dan Denda Rp1 Miliar

Kamis, 10 September 2026 - 16:48 WIB

Edarkan 18,5 Gram Sabu, Reni Melyani Divonis 8 Tahun Penjara

Berita Terbaru