Diserang Hama Tikus, Puluhan Hektar Padi Nyaris Gagal Panen

- Redaksi

Selasa, 19 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas POPT bersama petani melakukan gerakan pengendalian OPT di Ataran Koramil Lame. (Photo: Delta Handoko)

Petugas POPT bersama petani melakukan gerakan pengendalian OPT di Ataran Koramil Lame. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Puluhan hektar areal pertanian di Ataran Koramil Lame, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagar alam Utara, Pagar Alam, terancam rusak oleh serangan hama Tikus. Bahkan, jika tidak cepat ditindaklanjuti dengan penanganan, tidak menutup kemungkinan tanaman padi gagal panen.

Untungnya, laporan petani yang resah akibat serangan hama Tikus ini cepat ditindaklanjuti Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dan Dinas Pertanian Pagar Alam. Petugas bersama puluhan petani langsung bergerak cepat melakukan Gerakan Pengendalian OPT Pangan, Selasa (19/10/2021).

“Jenis hama atau organisme pengganggu tanaman adalah Tikus. Sudah kita tindaklanjuti bersama dengan petani dengan upaya lubang–lubang persembunyian Tikus dimasukan bahan pengendalian berupa brankus dan petrokum,” ucap Petugas POPT Sumsel, Budi Dharma.

Dia menyebutkan, jika intensitas serangan hama Tikus ini diperkirakan sekitar 15 hingga 25 persen, dengan luas serangan sekitar 5 hektar. Sementara untuk areal pengendalian atau hamparan lahan pertanian mencapai 55 hektar.

“Serangan hama Tikus ini terjadi sejak 13 Oktober lalu. Hama ini merusak tanaman padi yang sudah berumur antara 25 hingga 85 hari,” terangnya.

Lanjut Budi Dharma, kepada petani tetap diimbau tetap waspada dengan serangan hama tikus ini. Dengan kata lain, pengendalian tetap dilanjutkan oleh petani ataran.

“Kita juga rekomendasikan untuk melakukan pengendalian di awal musim tanam secara grobokan (beramai-ramai), menjaga sanitasi lahan OP serta pemupukan berimbang dengan dosis terukur,” pesannya.

Ditambahkan Kabid Produksi Pangan Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, bahwa hama Tikus ini penanggulanganya harus cepat, sehingga serangan hama ini tidak meluas. “Sebab, hama Tikus ini cepat sekali siklus berkembang biaknya. Sekali melahirkan bisa menghasilkan 20 ekor anak,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Bukan Sekedar Tongkrongan! Dibawah Dinas Koperasi Taman Apung Disulap Jadi Sentra Cuan Dan Lumbung PAD Pagar Alam
MERINDING! Sumsel Darurat Karhutlah, Ketua PCNU Pagar Alam Kutip Ayat Al-Qur’an Soal Larangan Merusak Bumi
Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar
Perkuat Legalitas, LTN NU Pagar Alam Serahkan SK Kepengurusan ke Stakeholder
CANTIK-CANTIK JADI PENGEDAR! Dua Ratu Sabu Muda Ditangkap di Kontrakan Pagar Alam, Simpan Sabu 0,76 Gram Dalam Bungkus Soklin
Sambut Baik Penurunan Biaya Haji, Kemenhaj Pagar Alam Minta Jamaah Bersiap Lakukan Pelunasan
HUT PKK ke-54, TP-PKK Pagar Alam Ditantang Adu Kreativitas
Bukan Sekadar Jargon! Pemkot Pagar Alam Ditantang Buktikan Pemerintahan Bersih Dari KKN

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Bukan Sekedar Tongkrongan! Dibawah Dinas Koperasi Taman Apung Disulap Jadi Sentra Cuan Dan Lumbung PAD Pagar Alam

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:20 WIB

MERINDING! Sumsel Darurat Karhutlah, Ketua PCNU Pagar Alam Kutip Ayat Al-Qur’an Soal Larangan Merusak Bumi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Perkuat Legalitas, LTN NU Pagar Alam Serahkan SK Kepengurusan ke Stakeholder

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:16 WIB

CANTIK-CANTIK JADI PENGEDAR! Dua Ratu Sabu Muda Ditangkap di Kontrakan Pagar Alam, Simpan Sabu 0,76 Gram Dalam Bungkus Soklin

Berita Terbaru