Diperintah Tembak Kepala hingga Dibayar Rp 120 Juta, Pelaku Penembakan Istri Kopda SG

- Redaksi

Senin, 25 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kopral Dua (Kopda) Muslimin, SG alias B dan istrinya yang hendak ia lenyapkan.

Kopral Dua (Kopda) Muslimin, SG alias B dan istrinya yang hendak ia lenyapkan.

SUARAPUBLIK.ID, JAWA TENGAH – Tersangka penembakan istri Kopral Dua (Kopda) Muslimin, SG alias B, mengaku diminta untuk menembak di bagian kepala agar korban langsung meninggal dunia. Namun, SG mengatakan dirinya tidak melakukannya karena melihat ada anak korban saat kejadian.

“Perintahnya tembak di kepala pak, supaya cepat meninggal. Tapi saya nggak bisa karena ada anak,” ujar SG saat diperiksa tim penyidik gabungan Polri dan TNI usai Konferensi Pers di Mapolda Jawa Tengah, Senin (25/7/2022) dilansir cnn indonesia.

SG menyebut, Kopda M juga yang meminta dirinya balik arah untuk menembak korban lagi setelah tembakan pertama. Kedua tembakan itu mengenai perut korban.

“Habis tembak sekali, saya disuruh balik arah nembak lagi, ya sudah saya minta Ponco balik arah terus saya nembak lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi mengatakan Kopda M telah memerintahkan eksekutor untuk meracuni, mencuri, hingga mengguna-guna sang istri satu bulan sebelum penembakan.

Kopda M juga sudah menyiapkan senjata sejak merencanakan pembunuhan sang istri. Menurutnya, si prajurit itu juga sampai menggelar rapat pematangan strategi bersama tim eksekutor dan pengawas.

“Itu bagian daripada proses pada saat janji hari pelaksanaan eksekusi,” ujar Lutfhi.

Dalam kasus ini, kata Luthfi, pihaknya sudah menangkap lima orang pelaku yang diduga terlibat. Jenderal bintang dua itu pun meminta Kopda Muslimin untuk menyerahkan diri.

“Saya imbau kepada suami korban yang diduga ini masih dalam pencarian kita untuk segera menyerahkan diri sebelum kita tim melakukan tindakan tegas,” katanya.

Irjen Ahmad Luthfi mengatakan anggota TNI Kopda Muslimin diduga membayar Rp120 juta ke komplotan eksekutor yang menembak istrinya, Rina Wulandari.
Ia menjelaskan Muslimin memberi uang tersebut saat menunggu istrinya di rumah sakit usai kejadian penembakan.

“Di rumah sakit, suami korban melakukan peneleponan kepada eksekutor, untuk memperoleh transaksi uang hasil pelaksanaan kegiatan. Kemudian suami korban keluar, di mini market, 300 meter dari rumah sakit, diberikan uang Rp120 juta sebagai kompensasi,” kata Luthfi dalam konferensi pers, Senin (25/7).

Luthfi mengatakan tindakan Muslimin yang memerintahkan orang untuk menembak istrinya dilatarbelakangi hubungan asmara.

“Motifnya punya pacar lagi. Jadi ada delapan saksi yang kita periksa. Di antaranya saksi W, itu pacarnya,” kata Luthfi.

Menurut Luthfi, setelah memerintahkan sejumlah orang untuk menembak istrinya, Muslimin kemudian mengajak W untuk lari, namun W tidak mau.

“Jadi pacarnya W itu sudah kita lakukan pengamanan. Bahwa dia sempat lari, jadi yang bersangkutan (Muslimin) lari setelah melakukan kegiatan ini, tetapi pacarnya tidak mau. Jadi motifnya itu,” katanya.

Dalam kasus itu, ia mengatakan pihaknya sudah menangkap lima orang pelaku yang diduga terlibat. Luthfi pun meminta Muslimin untuk menyerahkan diri.

“Saya imbau kepada suami korban yang diduga ini masih dalam pencarian kita untuk segera menyerahkan diri sebelum kita tim melakukan tindakan tegas,” katanya.

Adapun peristiwa penembakan itu terjadi pada Senin (18/7). RW, istri Kopda M, ditembak dua orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor.

Saat kejadian, korban ada di depan rumahnya. Tiba-tiba dua orang itu menghampiri korban yang baru saja menjemput anaknya sekolah.

Kedua orang itu melepaskan dua tembakan yang mengenai perut korban. RW mengalami luka di bagian perut dan kini dalam penanganan medis di rumah sakit. (*)

Berita Terkait

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia
MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali
Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari
4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:35 WIB

MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WIB

Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:34 WIB

Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari

Berita Terbaru

Foto korban

Kota Palembang

Diduga Ada Permasalahan Keluarga, SG Akhiri Hidupnya 

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:14 WIB