SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Program sejuta sambung pucuk (Stek) tanaman kopi bantuan dari Gubernur Sumsel untuk 75 Kelompok Tani (poktan) di Pagar Alam, sudah lama berjalan. Saat ini, sudah memasuki tahap verifikasi oleh Dinas Pertanian.
“Saat ini sudah berjalan pengecekan ke lapangan, sejak lima hari lalu oleh tim verifikasi sebanyak 69 personel. Terdiri dari auditor, dinas, petugas struktural ditambah 10 personel aparat kepolisian,” ungkap Kabid Produksi Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian Pagar Alam, Diki Herlambang, Senin (8/11/2021).
Ia mengatakan, bahwa saat ini ada tiga tim yang melakukan verifikasi mencocokkan penghitungan mandiri dari masing-masing anggota poktan penerima bantuan sejuta sambung pucuk tanaman kopi Bangub.
“Hitungan mandiri petani penerima berkisar mulai dari 200 hingga 3.000 sambung pucuk tanaman kopi, dan dari 75 poktan ini beranggota 1.200 petani penerima,” ujarnya.
Ia mengatakan, bahwa hari ini tim verifikasi melakukan penggecekan kepada Poktan Sinar Alam di Kecamatan Dempo Selatan. Juga di daerah lainnya, di Agung Lawangan di Kecamatan Dempo Utara, dan petani yang yang melakukan sambung pucuk bantuan Bangub ini bervariasi jumlahnya. Sebab, masing-masing poktan mendapatkan alokasi sambung pucuk disesuaikan dengan kebutuhan dan luasan lahan.
“Rencana usulan kegiatan kelompok penerima berkisar mulai dari 10.000 hingga 18,000 sambung pucuk. Dengan jumlah anggota ada yang 12 petani ada pula mencapai 27 petani,” tambahnya.
Mengenai medan lokasi lahan petani yang akan diverifikasi, tentunya ada yang lokasi cukup jauh dijangkau. Dan tentunya, ada yang di wilayah perbukitan. Sebut saja, Dempo Selatan di Talang Kubangan, Tanjung Eran di Kelurahan Agung Lawangan, Kerinjing, Bukit Kayu Manis di Kecamatan Dempo Utara.
“Walaupun jauh, wilayah tersebut harus diverifikasi berapa banyak tanaman kopi yang sudah disambung pucuk,verifikasi ini dijadawalkan 2 Desember rampung yang dilanjutkan pencairan bantuan ditahun ini juga,” terangnya. (ANA)

















