Dinas Pertanian Sumsel: Petani Jangan Buru-Buru Panen Padi Agar Nilai Jual Tinggi

- Redaksi

Jumat, 17 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan meminta para petani untuk jangan terburu-buru saat akan memanen padi agar nilai jualnya tinggi.

“Petani tidak usah cepat-cepat memanen padinya supaya dapat harga jual lebih tinggi guna menghindari bulir hampa dan hijau karena bisa kena rafaksi harga. Jadi tunggu semua matang merata, karena harga yang akan ditampung sama lewat HPP yang sudah ditetapkan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Sumsel Bambang Pramono, Jum’at (17/1/2025).

Bambang mengatakan kenaikan HPP gabah tidak hanya akan membantu kesejahteraan petani, tapi juga meningkatkan produksi. Apalagi, seluruh hasil panen petani akan diserap Bulog. Bahkan, Pemda juga diminta membantu menyiapkan gudang.

“Jadi, mau tidak mau, suka tidak suka sesuai arahan Menko Pangan kemarin DPTPH dan Dinas Ketahanan Pangan akan menindaklanjuti ke semua bupati/walikota untuk menyiapkan gudang. Kembali membuka lumbung-lumbung di desa untuk menampung hasil gabah petani,” katanya

Ia menjelaskan panen awal tahun menjadi penopang dan kontribusi tertinggi produksi padi. Berdasarkan data BPS Januari-Februari 2024, luasan lahan yang panen mencapai 119.051 hektare (Januari 44.351 hektare dan Februari 74.699 hektare).

“Jika per hektare saja mampu menghasilkan 5,6 ton, maka sepanjang dua bulan itu saja bisa mencapai 666 ribu ton. Belum lagi saat puncak panen yang akan terjadi pada Maret nanti. Jadi, kontribusi panen awal tahun bisa sampai 70 persen,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya optimistis produksi beras akan naik pada Tahun 2025. Sebab, banyak bantuan pemerintah pusat yang menunjang produksi padi di Sumsel.

“Di tahun 2021, Sumsel mampu memproduksi 2,55 juta ton, 2022 naik 2,77 juta ton, 2023 juga naik 2,83 juta ton dan 2024 naik sedikit jadi 2,84 juta ton. Tren kenaikan itu ditengah penurunan produksi di provinsi lain,” kata dia. (Tia)

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Angkat Songket Motif Nanas Prabumulih melalui Azizah Songket di INACRAFT 2026
Taekwondo New Generation Wakili Banyuasin, Bidik Juara Umum Hj Meilinda Cup 2026
Pergoki Suami Bersama WIL di Hotel, IRT Lapor Polisi
Ardi Hernando Wakili Sumsel Susun Filosofi Sepak Bola Nasional, Terpilih Usai Bawa EPA Sumsel United Juara
Kapolda dan Wali Kota Palembang Siapkan Penataan Kampung Narkoba Jaya Laksana
Jual Sepeda Gunung Curian Rp100 Ribu, Pria di Palembang Ditangkap Buser Polsek SU II
Kecanduan Judi Slot, Pria di Palembang Curi Saldo E-Money Teman Rp2,8 Juta
Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Angkat Songket Motif Nanas Prabumulih melalui Azizah Songket di INACRAFT 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Taekwondo New Generation Wakili Banyuasin, Bidik Juara Umum Hj Meilinda Cup 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Pergoki Suami Bersama WIL di Hotel, IRT Lapor Polisi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Ardi Hernando Wakili Sumsel Susun Filosofi Sepak Bola Nasional, Terpilih Usai Bawa EPA Sumsel United Juara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Kapolda dan Wali Kota Palembang Siapkan Penataan Kampung Narkoba Jaya Laksana

Berita Terbaru