Diduga Akibat Sering Dilalui Truk Angkutan Batu Bara, Jalan Lintas Kabupaten PALI Mengalami Rusak Berat

- Redaksi

Senin, 17 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Lintas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengalami rusak berat.

Jalan Lintas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengalami rusak berat.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Diduga semenjak sering dilalui truk angkutan batu bara Jalan Lintas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengalami rusak berat. Akibatnya, pengguna jalan tersebut mengeluh.

Kondisi terparah berada di sepanjang jalan Desa Karta Dewa atau jerambah besi menuju Desa Sinar Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Dan untuk mobilisasi truk angkutan batu bara yang menggunakan jalan tersebut diduga berasal dari PT Bumi Sekundang Enim Energi (PT BSEE) dari Tebing Gajah.

Tri sebagai pengguna jalan menyampaikan, semestinya jalan lintas digunakan oleh masyarakat umum.

Namun, di kabupaten PALI jalan lintas itu turut digunakan truk angkutan batu bara dari PT BSEE.

“Saya kalau mau membeli kebutuhan di kota PALI selalu melawati jalan Desa Sinar Dewa, Desa Karta dewa/ Jerambah Besi. Karena jalannya sangat bagus mulus. Tapi kalau sekarang, semenjak jalan provinsi yang menghubungkan kabupaten PALI dilalui truk angkutan batu bara PT BSEE, sepanjang jalan di Desa Karta dewa/ jerambah besi menuju Desa Sinar Dewa kini rusak parah dan harus berhati-hati saat melaluinya,” ungkap Tri pada Senin (17/4/2023).

Atas hal tersebut, Rosidi Ar, selaku Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Patriot Peduli Indonesia (LSM BPPI) angkat bicara.

Mereka mempertanyakan soal perbaikan jalan tersebut karena banyak pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut mengeluhkan jalan yang rusak. Ia juga berharap kepada pemerintah atau instansi terkait untuk mobilisasi angkutan batu bara tidak menggunakan jalan kabupaten atau jalan provinsi lagi.

“Apakah jalan yang sudah hancur berlobang tersebut diperbaiki dengan cara seperti itu saja hanya di hamparkan batu-batu dan tidak di lakukan pengecoran ulang atau di aspal. Apakah hal tersebut tidak membahayakan pengguna jalan kendaraan roda dua. Jadi dari hal tersebut saya berharap kepada pemerintah atau instansi terkait, mobilisasi angkutan batu bara tersebut di stop atau tidak menggunakan jalan Kabupaten Provinsi lagi. Semestinya mereka membuat atau menggunakan jalannya sendiri saja. Sebab, walupun jalan itu dilakukan perbaikan, tidak akan bertahan lama, sebab masih dilalui oleh truk angkutan batu bara,” tuturnya. (*)

Berita Terkait

Tiga Anak Diamankan Polsek Tebing Tinggi, Terlibat Curas di Tanjung Beringin
Polres Empat Lawang Peringkat II IKPA Kategori Pagu Besar di KPPN Lahat
Menuju indonesia Bebas Rabies 2030, Gelar Vaksin Gratis
Curanmor di Kantor SPPG Empat Lawang Terungkap, Satu Terduga Pelaku Ditangkap
Cegah Harga Diatas HET, Satgas BAPANAS Sidak Pasar
Polres Empat Lawang Resmikan Sumur Bor, Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Joncik Minta PGRI Empat Lawang Tak Berhenti pada Seremoni
Jelang Operasi Sikat I Musi 2026, Polres Empat Lawang Gelar Latpra Ops

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:02 WIB

Tiga Anak Diamankan Polsek Tebing Tinggi, Terlibat Curas di Tanjung Beringin

Selasa, 29 September 2026 - 18:03 WIB

Polres Empat Lawang Peringkat II IKPA Kategori Pagu Besar di KPPN Lahat

Selasa, 29 September 2026 - 15:05 WIB

Menuju indonesia Bebas Rabies 2030, Gelar Vaksin Gratis

Selasa, 29 September 2026 - 15:03 WIB

Curanmor di Kantor SPPG Empat Lawang Terungkap, Satu Terduga Pelaku Ditangkap

Sabtu, 26 September 2026 - 13:42 WIB

Cegah Harga Diatas HET, Satgas BAPANAS Sidak Pasar

Berita Terbaru