Cuaca Panas India, Tak Berdampak Signifikan ke WNI

- Redaksi

Rabu, 4 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pria memecahkan balok es untuk diberikan ke warga sekitar di tengah gelombang cuaca panas di India.
Foto: net

Seorang pria memecahkan balok es untuk diberikan ke warga sekitar di tengah gelombang cuaca panas di India. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, INDIA – Staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi memastikan bahwa cuaca “neraka” di India yang mencapai 45 derajat Celsius tak berdampak signifikan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di sana.

“Jujur, ya. Tidak ada dampak yang signifikan. Kemarin, Ramadan juga puasa masih aman. Kita yang menghindari seminimal mungkin terekspos panas,” kata Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI India, Hanafi, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/5).

Menurut Hanafi, WNI di negara itu juga tak terkena dampak cuaca panas ekstrem.

“WNI juga tidak terlalu terdampak karena memang umumnya bukan pekerja-pekerja lapangan,” ucap Hanafi.

Lebih lanjut ia menerangkan, cuaca panas ekstrem sebetulnya bukan hal yang aneh di India. Namun, biasanya suhu setinggi itu terjadi saat puncak musim panas, sekitar Juli, bukan April.

“India memang di Bulan April-September musim panas. Mereka umumnya sudah biasa dengan itu,” ucap dia.

Hanafi menuturkan, saat ini juga tak ada imbauan khusus dari pemerintah India karena memang tidak ada korban jiwa atau semacamnya.

Namun, sejumlah foto yang beredar di media menunjukkan sejumlah warga berteduh di pinggiran Sungai Yamuna imbas panas yang menyengat itu.Hanafi menegaskan, sikap warga India itu sudah biasa.

Di tengah gelombang panas ini, sekolah ditutup, sementara pasokan batu bara menurun.

“Memang kalau sedang panas, orang-orang yang tinggal di bantaran-bantaran sungai memanfaatkan sungai untuk ngadem. Kalau yang lain, ya mending di rumah atau mall,” tutur dia.

India memang tengah mengalami cuaca “neraka” dengan suhu 40-45 derajat Celcius selama dua bulan terakhir. Cuaca itu parah diduga akibat dari perubahan iklim hingga efek gas rumah kaca.

Peramal cuaca bahkan memperingatkan situasi itu bakal lebih parah. Tak hanya itu, cuaca panas ekstrem ini berpotensi membuat warga kekurangan listrik dan air. (*)

Berita Terkait

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo
PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina
Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah
Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia
149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel
Inggris Umumkan Raja Baru, Raja Charles III
Ratu Elizabeth II Wafat
Jumlah Penduduk Terus Berkurang, China Alami Resesi Seks

Berita Terkait

Jumat, 20 Desember 2024 - 12:00 WIB

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo

Minggu, 5 November 2023 - 21:16 WIB

PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina

Senin, 26 Juni 2023 - 18:29 WIB

Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah

Senin, 14 November 2022 - 08:53 WIB

Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia

Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:48 WIB

149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel

Berita Terbaru