SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Kapolsek Buay Madang Timur, IPTU Swisspo, memimpin langsung peninjauan lokasi saluran irigasi yang mengaliri Desa Sumber Harjo dan Desa Rowodadi, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, pada Selasa (13/10/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons cepat kepolisian atas laporan masyarakat terkait adanya tindakan oknum ilegal yang sering mengalihkan arus air.
Pengecekan lapangan yang dimulai sekira Pukul 11.00 WIB ini turut dihadiri oleh Ps Kanit Intel Aiptu Dahrul Hutni, Ps Kanit Provost Bripka Didi Handoko, serta Ketua BPD Desa Sumber Harjo, Yudi Panjalu.
Kapolsek Buay Madang Timur Iptu Swisspo menjelaskan bahwa peninjauan ini didasari oleh aduan tertulis dari Ketua BPD Desa Sumber Harjo mengenai aktivitas pihak luar yang bukan petugas pintu air resmi yang kerap memanipulasi pembagian aliran air irigasi sehingga berpotensi memicu keresahan warga.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, saluran irigasi tersebut saat ini memang belum beroperasi normal secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan adanya proyek pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di area sekitar irigasi yang diperkirakan baru akan rampung pada akhir bulan Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, IPTU Swisspo memberikan imbauan tegas serta masukan kepada perangkat desa dan tokoh masyarakat. Ia meminta agar setelah pembangunan selesai dan debit air irigasi kembali normal, pihak desa segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan petugas pintu air resmi.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sepihak. Begitu saluran ini beroperasi normal akhir bulan nanti, segera koordinasikan dengan Polsek jika ditemukan indikasi kecurangan, agar masalah pembagian air ini bisa diselesaikan secara musyawarah dan sesuai aturan,” ujar Kapolsek Buay Madang Timur.
Kegiatan pengecekan yang berlangsung selama satu jam tersebut berjalan kondusif. Pihak kepolisian memastikan akan terus memantau situasi demi menjaga ketertiban masyarakat serta kelancaran distribusi air bagi sektor pertanian di kedua desa tersebut.
Penulis : Mamat
Editor : Aan Wahyudi


















