Category: Ogan Komering Ilir

  • Kementerian LH Rancang Rencana Pembuatan Koridor Perlintasan Satwa di Sumatera

    Kementerian LH Rancang Rencana Pembuatan Koridor Perlintasan Satwa di Sumatera

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kementerian Lingkungan Hidup (LH) saat ini sedang merancang rencana untuk pembuatan koridor perlintasan satwa di wilayah Sumatera guna mencegah konflik dengan manusia.

    Diketahui, area pelintasan satwa di Sumatera terpisah-pisah atau fragmentasi karena terdapat usaha perkebunan, dan pembangunan hutan tanaman industri. Sehingga, hal itu memicu konflik antara manusia dan satwa.

    Hal ini menjadi sorotan Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq. Sebab, salah satu wilayah sempat terjadi konflik antar salah satu jenis satwa liar (gajah) dan manusia yakni di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

    “Semisalnya gajah itu memerlukan makanan yang mengandung garam. Maka, dalam pembangunan koridor satwa itu nantinya akan dipenuhi dengan tanaman-tanaman yang tinggi kandungan garam, sehingga satwa seperti gajah ini akan terus lewat koridor tersebut,” ujar Hanif saat kunjungan kerja di Desa Jadi Mulya, Kabupaten OKI, Sumsel pada, Minggu (25/5/2025).

    Ia menyebut, selain Sumsel, Provinsi Riau juga kerap terjadi konflik antara manusia dan satwa.

    “Riau memiliki lahan sawit seluas 4 juta hektare, ini membuat satwa kebingungan dan memicu konflik,” imbuhnya.

    Menurutnya, penangan terkait konflik antar satwa dengan manusia menjadi hal yang cukup serius untuk segera ditangani.

    “Maka penanganan konflik antara manusia dan satwa menjadi hal yang serius untuk ditangani bersama-sama,” tegas dia.

  • Menteri LH Sebut Kerugian Negara Akibat Karhutla Capai 18 Triliun

    Menteri LH Sebut Kerugian Negara Akibat Karhutla Capai 18 Triliun

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menyebut kerugian negara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mencapai angka Rp18 triliun.

    Hanif menyampaikan angka tersebut merupakan akumulasi dari berbagai kasus karhutla yang telah mendapatkan putusan hukum tetap selama beberapa tahun terakhir.

    “Kerugian sebesar Rp18 triliun ini adalah kerugian lingkungan hidup akibat karhutla di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Sumsel, saya belum mendapatkan data spesifiknya,” ujar Hanif saat kunjungan kerja di Desa Jadi Mulya, Kabupaten OKI, Sumsel pada, Minggu (25/5/2025).

    Ia menuturkan penanganan karhutla tidak boleh dianggap sepele. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah dan perusahaan pemegang konsesi untuk mengambil langkah dalam mencegah terjadinya karhutla.

    “Karhutla ini bukan masalah kecil, jadi saya minta kepada gubernur dan pihak terkait agar memberikan sanksi kepada perusahaan yang lalai memenuhi kewajiban pencegahan, seperti kelengkapan peralatan, kesiapan personel, dan alokasi pendanaan,” tuturnya.

    Ia mengatakan kementerian lingkungan hidup telah mengirim surat resmi kepada perusahaan-perusahaan pemegang konsesi, termasuk yang beroperasi di Sumsel.

    “Surat tersebut berisi instruksi agar laporan kesiapan pencegahan karhutla disampaikan dalam waktu dua pekan. Selain itu, perusahaan diberikan tenggat waktu tiga bulan untuk menyelesaikan perbaikan fasilitas dan prosedur pencegahan,” katanya.

    Ia menjelaskan perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban pencegahan karhutla akan menghadapi sanksi tegas sesuai undang-undang yang beraku.

    “UU sudah mengatur dengan jelas, pelanggar dapat dikenakan sanksi pidana hingga satu tahun penjara. Kita tidak bisa hanya berharap pada datangnya hujan, semua pihak harus proaktif untuk mencegah kebakaran,” jelasnya.

    Oleh sebab itu, dirinya mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam melindungi lingkungan dari dampak karhutla. Menurutnya, pencegahan yang serius tidak hanya melindungi lingkungan saja tetapi juga mencegah kerugian negara yang sangat besar.

    “Dampak karhutla ini tidak hanya dirasakan oleh alam tetapi juga oleh masyarakat. Kerugian Rp18 triliun bukan angka kecil, dan kita harus pastikan tidak ada lagi kerugian seperti ini di masa depan,” ucap dia.

  • Bupati Muchendi Pimpin Musdesus Serentak, 327 Kopdes Merah Putih Lahir di OKI

    Bupati Muchendi Pimpin Musdesus Serentak, 327 Kopdes Merah Putih Lahir di OKI

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) secara serentak di 327  desa sebagai langkah awal pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

    Musdesus itu dipimpin secara langsung Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, secara virtual di Desa Lempuing Indah, Kecamatan Lempuing Jaya, Kamis (15/5/2025). Musdesus ini menjadi simbol tekad masyarakat OKI dalam membangun kemandirian ekonomi desa.

    “Kami di Kabupaten OKI tegak lurus dengan merah putih, tegak lurus dengan Presiden untuk mewujudkan kemandirian ekonomi desa melalui koperasi merah putih,” ujar Bupati Muchendi.

    Bupati Muchendi mengatakan, kunci keberhasilan Kopdes Merah Putih, yakni kreativitas dan inovasi sehingga dapat menghadapi tantangan masa depan.

    “Oleh karenanya saya titip dalam kepengurusan, libatkan Anak-anak muda di desa, beri kepercayaan untuk mengelola Kopdes, agar mampu menjawab kebutuhan zaman,” ujar Muchendi.

    Kepala Balai Pemerintahan Desa Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri IIrsan, mengatakan, kehadiran Kopdes Merah Putih harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai tantangan di desa, seperti ketergantungan terhadap tengkulak, pinjaman online, dan akses modal yang terbatas.

    “Koperasi yang lahir dari musyawarah desa khusus ini diharapkan bukan hanya koperasi papan nama dan bukan koperasi yang hanya hidup di atas kertas namun tidak hidup dalam praktiknya,” kata Irsan.

    Kopdes juga diharapkan mampu memotong panjangnya rantai distribusi serta menghadirkan harga yang lebih adil bagi petani dan konsumen desa.

    Senada, Koordinator Wilyah IV Tenaga Ahli Kemenkop RI Prof. Ambar Pratiwiningrum, turut memberi dukungan penuh atas inisiatif Pemkab OKI menggelar Musrenbangsus secara serentak. Dia optimistis OKI bisa menjadi model di Provinsi Sumsel dalam membangun koperasi desa yang kuat dan mandiri.

    “Melalui sinergi yang baik, Kopdes Merah Putih di Kabupaten OKI dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ambar.

    Musdesus ini tekan Ambar jadi langkah awal kebangkitan ekonomi desa yang dikelola secara demokratis, sesuai dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan yang telah ditetapkan pemerintah

    “Ketika sudah terbentuk Kopdes maka kita harus luruskan niat untuk benar-benar membangun koperasi ini menjadi koperasi garda terdepan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya. (ANA)

  • Bupati OKI Siapkan 10 Hektare Lahan di Teluk Gelam untuk Sekolah Rakyat

    Bupati OKI Siapkan 10 Hektare Lahan di Teluk Gelam untuk Sekolah Rakyat

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, sigap mendukung program sekolah rakyat. Program prioritas Presiden Prabowo itu bertujuan menyiapkan pendidikan berasrama khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

    “Pemerintah Kabupaten OKI akan berada di barisan depan untuk mendukung penuh Sekolah Rakyat dari Bapak Presiden Prabowo,” kata Bupati Muchendi, saat menerima tim Satker Direktorat Jendral Prasarana Strategis Kementrian PUPR di Kayuagung, Rabu (14/5/2025).

    Bahkan, jelas Muchendi, Pemkab OKI telah menyiapkan calon lokasi Sekolah Rakyat seluas 10 hektar di Kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Teluk Gelam OKI.

    “Kami memang sedang konsen melakukan penataan aset salah satunya kawasan Teluk Gelam yang diproyeksikan jadi calon lokasi sekolah rakyat,” ujar Bupati Muchendi.

    Muchendi menambakan, inisiatif mengusulkan Teluk Gelam menjadi sekolah rakyat merupakan langkah untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

    “Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga membuka peluang untuk masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” terang dia.

    Sementara itu, perwakilan Satker Direktorat Jendral Prasarana Strategis Kementrian PUPR, Ayu Juwita menyampaikan optimismenya terhadap kesiapan Kabupaten OKI mendukung program prioritas sekolah rakyat.

    “Melihat potensi dan kelengkapan dokumen yang disampaikan Pemkab OKI. Calon lokasi yang diusulkan ini jadi prioritas pertama untuk dibangun sekolah rakyat,” jelas Ayu.

    Atas dasar itu pula, Juwita menyampaikan kunjungan ini merupakan bagian dari pengecekan lokasi tambahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, yang direncanakan akan mulai beroperasi pada Juli 2025.

    “Kita sudah punya 53 titik yang existing, tambah 12, dan ada tambahan lagi seperti di Teluk Gelam ini. Semua skema pembangunan sarana-prasarana diserahkan ke PUPR,” ujarnya.

    Langkah awal terang Juwita Pemkab OKI harus melakukan persiapan lahan. Lahan yang tersedianya menurutnya lebih dari target minimal 5 hektare.

    Sekolah ini direncanakan melayani tiga tingkat pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA, dengan model pendidikan asrama.

    “Sekolah Rakyat ini ditujukan khusus bagi keluarga di kelompok ekonomi bawah desil 1 dan 2 yang disetujui orang tuanya mengikuti pendidikan di asrama,” terang Juwita. (ANA)

  • Bantu Petani Sawit, Bupati Muchendi Salurkan Sarpras dari BPDPKS Senilai Rp11,9 Miliar

    Bantu Petani Sawit, Bupati Muchendi Salurkan Sarpras dari BPDPKS Senilai Rp11,9 Miliar

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Berbagai upaya dilakukan Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, guna membantu petani agar mendapatkan akses bantuan pupuk. Melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan, para petani sawit swadaya Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Mandiri di Desa Suka Maju, Kecamatan Lempuing Jaya, kini bisa mendapat bantuan sarana dan prasarana (sapras) intensifikasi berupa pupuk dan obat-obatan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

    “Bantuan ini harus tepat guna, tepat waktu, dan tepat jumlah. Harapan kita, ini bisa langsung diaplikasikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota KUD. Jangan sampai ada pemborosan atau kebocoran dalam penyalurannya,” ujar Muchendi Mahzareki, dalam sambutannya, Jum’at (9/5/2025).

    Muchendi menambahkan, proses pengajuan bantuan yang dilalui KUD Tani Mandiri, merupakan contoh sinergi yang baik antara Pemerintah Desa, Kecamatan, dan Kabupaten.

    “Bantuan ini tidak datang begitu saja. Ada proses dan komunikasi yang harus dijaga agar ke depannya semakin banyak bantuan yang bisa diperoleh,” tambahnya.

    Sementara, Kepala Disbunnak OKI, Dedi Kurniawan, dalam laporannya menyampaikan total bantuan yang diberikan berupa 1.640,534 ton pupuk dan 4.186 liter obat-obatan, dengan total nilai mencapai Rp11.935.051.600.

    “Bantuan ini terdiri dari berbagai jenis pupuk seperti Dolomite, Urea, TSP, KCL, dan Borate serta Herbisida dan Pestisida. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh para petani anggota KUD Tani Mandiri,” ujar Dedi.

    Dari total bantuan tersebut, bantuan tahap pertama yang telah disalurkan meliputi 410,2 ton pupuk dan 1.047 liter obat-obatan. Nilainya ditaksir sebesar Rp3.644.424.150.

    “Bantuan tahap awal ini menjadi awal langkah strategis dalam mengawal keberhasilan intensifikasi tanaman dan pengendalian hama di wilayah Lempuing Jaya,” ujarnya.

    Ketua KUD Tani Mandiri Desa Suka Maju, Selamet Riyadi mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian pemerintah. Bantuan ini akan kami salurkan dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani anggota KUD,” ujar Selamet. (ANA)

  • Empat Pelaku Pengeroyokan yang Viral di Tulung Selapan Diringkus Satreskrim Polres OKI

    Empat Pelaku Pengeroyokan yang Viral di Tulung Selapan Diringkus Satreskrim Polres OKI

    SUARAPUBLIK.ID,OKI – Jajaran Satreskrim Polres OKI, berhasil mengamankan pelaku pengeroyokan terhadap warga Kecamatan Tulung Selapan, yang sempat viral di media sosial (Medsos), Minggu (4/5/2025). Dalam peristiwa pengeroyokan itu, mengakibatkan satu korban meninggal dunia.

    Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, mengatakan korban bernama Madrasah alias Kasut (53), warga Kelurahan Tulung Selapan Ulu, Kecamatan Tulung Selapan, OKI.

    Menurut Kapolres, pengeroyokan terhadap korban bermula dari adanya keributan antara anak korban dan anak dari salah satu pelaku pada Minggu (4/5/2025), sekira pukul 15.00 WIB. Masing-masing kedua orangtua anak mencoba untuk mediasi, namun justru menuai keributan.

    “Peristiwa ini terjadi diduga karena adanya ketersinggungan pelaku dan korban saat melakukan mediasi di samping Masjid Awalia Kelurahan Tulung Selapan Ulu, hingga berujung pada tindak pidana pengeroyokan. Di mana, korban dikeroyok empat orang pelaku yang saat itu membawa senjata tajam. Akibat dari pengeroyokan itu, korban akhirnya meninggal dunia karena mengalami luka tusuk di punggung kanan dan belikat kiri,” ujar Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, saat konferensi pers, Senin (5/5/2025), di halaman Mapolres OKI.

    Menurut keterangan pelaku, lanjut Kapolres, selain ditusuk, korban juga dianiaya dengan cara diinjak-injak.

    “Para pelaku ini saat melakukan pengeroyokan perannya berbeda-beda. Bahkan sampai ada yang menahan badan korban. Korban yang saat itu sudah tidak berdaya dilarikan ke Puskesmas terdekat, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan,” ungkapnya.

    Tidak menunggu waktu lama, jajaran Satreskrim Polres OKI dibantu Polsek Tulung Selapan langsung melakukan olah TKP dan mengembangkan penyidikan, sehingga para pelaku berhasil diamankan.

    Di antaranya, A (32), wiraswasta, warga Kelurahan Tulung Selapan Ulu, yang berperan menusuk korban bagian punggung. Kemudian B (35), wiraswasta, warga Kelurahan Tulung Selapan Ulu, yang berperan menusuk korban bagian belikat kiri.

    Lalu I (38), wiraswasta, warga Kelurahan Tulung Selapan Ulu, berperan menahan badan korban di bawah, dan M (55), wiraswasta, warga Kelurahan Tulung Selapan Ulu, berperan menarik dan menginjak-injak badan korban.

    Kini para pelaku berikut barang bukti sudah digelandang ke Mapolres OKI guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Untuk barang bukti yang diamankan yakni berupa dua bilah senjata tajam jenis pisau gagang kayu berwarna coklat, dua bilah parang berwarna coklat berukuran 80 cm.

    Kemudian, satu buah batu bata, satu buah topi warna kuning, satu lembar baju kaos warna hitam merk D & G, dan satu lembar baju kaos hitam merk BODYSURF.

    “Pelaku kita kenakan pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP dengan ancam hukuman dua belas tahun penjara,” katanya. (ANA)

  • Lima Pria Diduga Pelaku Pungli Diamankan Sat Reskrim Polres OKI

    Lima Pria Diduga Pelaku Pungli Diamankan Sat Reskrim Polres OKI

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Ogan Komering Ilir (OKI), melakukan penindakan terhadap dugaan tindakan premanisme dan pungutan liar (Pungli) yang terjadi di kawasan Pasar Shopping, Jalan Letnan Muhktar Saleh, Kecamatan Kayuagung, pada Rabu (30/4/2025), sekitar pukul 14.00 WIB.

    Kegiatan ini dipimpin Kanit Pidum Ipda Okta Ferdiyan, bersama Tim Opsnal Sat Reskrim Polres OKI. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan lima orang laki-laki yang diduga sebagai juru parkir liar, masing-masing berinisial J (53), AM (19), S (47), F (22), dan A (33).

    Kelima orang tersebut langsung dibawa ke Mapolres OKI untuk dilakukan pendataan identitas serta diberikan pembinaan. Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polres OKI dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.

    “Kami mengimbau para juru parkir untuk melengkapi administrasi dan tidak lagi melakukan praktik parkir liar atau pungli. Mereka juga telah diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Kapolres.

    Kapolres menambahkan bahwa tindakan tegas akan terus dilakukan guna menindak segala bentuk yang dilakukan premanisme yang meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polres OKI. (ANA)

  • Muchendi Tekankan Penyusunan RKPD 2026 Mengacu Asta Cita Presiden

    Muchendi Tekankan Penyusunan RKPD 2026 Mengacu Asta Cita Presiden

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, menekankan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 harus selaras dengan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto yang terangkum dalam Asta Cita.

    Penegasan ini dia sampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten OKI di Aula Bappeda OKI, Rabu (30/4/2025).

    Muchendi menekankan pentingnya sinkronisasi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah, baik provinsi maupun kabupaten, dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.

    “Sebagai contoh, pemerintah pusat sedang fokus pada swasembada pangan. Mereka membangun bendungan dan irigasi primer. Lalu bagaimana dengan irigasi sekunder dan tersier?. Sampai atau tidak airnya ke sawah-sawah masyarakat?,” ujarnya.

    Karena itu, tambahnya, sinkronisasi dalam penyusunan RKPD tahun 2026 harus in line, harus seirama. “Jangan sampai pusat atau provinsi ke kanan, kita ke kiri. Kita akan kehilangan momentum,” ungkapnya.

    Muchendi menekankan 6 utama lainnya yang harus di pedomi dalam penyusunan RKPD 2026 antara lain, APBD tahun 2026 harus mengakomodir visi dan misi kepala daerah. sekaligus melanjutkan program yang telah berjalan. Lalu  terhadap tantangan defisit anggaran, OPD diminta hati-hati dalam mengelola fiskal.

    “Tidak boleh ada satu rupiah pun meleset dari rencana yang telah dibuat, dan semuanya harus sesuai skala prioritas,” tegasnya.

    Selanjutnya ia juga mengingatkan kepada kepala perangkat daerah bahwa di tengah keterbatasan anggaran, harus cerdas membangun komunikasi dan relasi dengan pemerintah pusat, provinsi, BUMN, maupun pihak swasta.

    “Silahkan ketuk pintu, kulo nuwun, siapa tahu ada program yang bisa direalisasikan untuk masyarakat Ogan Komering Ilir. Sekali lagi, kuncinya adalah komunikasi dan sinkronisasi,” tegasnya lagi.

    Keenam, ia menegaskan bahwa program yang disusun harus berorientasi pada hasil dan berdampak secara ekonomi. Penganggaran tidak boleh dibagi rata ke semua dinas sehingga tidak ada skala prioritas.

    Ketujuh, program yang disusun harus tepat sasaran dan strategis. Artinya, manfaat dari APBD maupun APBN harus benar-benar dirasakan masyarakat.

    “Jangan sampai anggaran untuk stunting, misalnya, justru habis untuk rapat-rapat atau studi banding. Kuncinya adalah anggaran yang berdampak,” terangnya.

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) OKI, Aidil Azwari, dalam laporannya menyampaikan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) rancangan RKPD bertujuan memperoleh masukan dan saran serta menyepakati program prioritas pembangunan daerah.

    “Maksud kegiatan ini adalah untuk memperoleh masukan dan saran dalam rangka mematangkan rancangan RKPD Kabupaten OKI tahun 2026. Sedangkan tujuan dari forum ini adalah menyepakati program prioritas pembangunan daerah Kabupaten OKI tahun 2026,” kata dia.

    Ia menjelaskan bahwa penyusunan rancangan RKPD Kabupaten OKI tahun 2026 telah melalui sejumlah tahapan, yakni musrenbang tingkat desa/kelurahan yang digelar pada Desember 2024 lalu, dilanjutkan musrenbang tingkat kecamatan pada tanggal 4–13 Februari 2025, serta forum konsultasi publik pada 6 Maret 2025.

    “Forum perangkat daerah/lintas perangkat daerah pada tanggal 17–20 Maret 2025, dilanjutkan pembahasan pagu indikatif per perangkat daerah yang dilaksanakan pada 21–25 April 2025. Hari ini, 30 April 2025, kita laksanakan musrenbang tingkat kabupaten untuk menyempurnakan rancangan menjadi rancangan akhir sebelum tahapan evaluasi dan penetapan,” terangnya.

    Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa rancangan RKPD tahun 2026 telah mengacu pada rancangan RPJMD yang saat ini sedang dalam proses penyempurnaan, yang memuat visi, misi, serta program prioritas bupati dan wakil bupati untuk lima tahun ke depan, yakni 2025–2029.

    “RKPD 2026 akan ditetapkan dalam bentuk Perkada paling lambat pada pekan pertama bulan Juli 2025, yang kemudian menjadi landasan dalam pembahasan KUA-PPAS dan rancangan APBD tahun anggaran 2026,” ungkapnya. (ANA)

  • Gubernur Herman Deru Resmikan Masjid Agung Al-Huda Desa Tugu Agung Lempuing OKI

    Gubernur Herman Deru Resmikan Masjid Agung Al-Huda Desa Tugu Agung Lempuing OKI

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru meresmikan Masjid Agung Al-Huda, yang berlokasi di Dusun 4 RT 2 Desa Tugu Agung, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Minggu (27/4/2025).

    Dalam peresmian masjid yang juga dihadiri Bupati Kabupaten OKI Muchendi Mahzareki tersebut, Gubernur Herman Deru mengaku takjub dengan keindahan bangunan Masjid Agung Al-Huda. Untuk itu dia berharap masjid yang diresmikan ini akan menjadi daya pikat bagi masyarakat sekitar maupun pengguna jalan yang melintas untuk beribadah di dalamnya.

    “Masjid ini adalah kebanggaan bagi kita, maka jangan sampai tercoreng. Masjid ini tidak semata-mata hanya untuk sholat saja, tetapi juga bisa digunakan untuk aktivitas keagamaan lainnya,” tuturnya.

    Lebih jauh Herman Deru menghimbau kalangan pengurus masjid untuk harus tetap bekerja keras, memuliakan serta menjaga keamanan masjid.

    “Mengingat masjid Agung Al-Huda ini berlokasi di jalan lintas timur. SAya minta seluruh pengurus masjid dan masyarakat sekitar dapat menjaga masjid ini bersama-sama. Masjid kita ini berada di jalan lintas timur pasti yang sholat ini banyak dari daerah lain,” terangnya.

    Gubernur Sumsel Herman Deru juga berpesan bagi para pengurus masjid, untuk dapat menunjuk muazin yang memiliki suara merdu, agar suara adzan mampu menggugah umat muslim untuk sesegera datang ke masjid guna melaksanakan shalat berjamaah.

    “Keberadaan masjid ini sangat penting untuk menyebarluaskan syiar Islam utamanya panggilan sholat melalui kumandang adzan. Namun nyaring saja tidak cukup, yang tak kalah pentingnya suara muadzin juga harus merdu karena adzan adalah tanda waktu masuk sholat sekaligus panggilan sholat berjamaah di masjid,” tambahnya.

    Menutup arahannya, Gubernur Herman Deru berjanji akan memberangkatkan umroh kepada salah satu imam masjid Agung Al-Huda, serta memberikan bantuan 6 (enam) buah pendingin ruangan untuk masjid Agung Al-Huda.

    Sementara Bupati Kabupaten OKI Muchendi Mahzareki menuturkan, Masjid Agung Al-Huda merupakan suatu kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten OKI, karena masyarakat di daerah ini memiliki kemandirian yang luar biasa.

    “Punya kemandirian, punya kekompakan sehingga selama dari tahun 2015 dan sampai hari ini akhirnya Masjid Agung Al-Huda ini selesai dibangun,” katanya.

    Muchendi mengakui, masyarakat di Kecamatan Lempuing khususnya Desa Tugu Agung, dimana di sini semua masyarakat bersumbangsih untuk kemaslahatan di daerah Kecamatan Lempuing, khususnya di desa Tugu Agung.

    “Oleh sebab itu kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memakmurkan masjid, tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial kemasyarakatan yang bermanfaat bagi semua,” tambahnya.

    Dilain pihak Ketua Panitia Santoso dalam laporannya menyebut masjid Agung Al-Huda dibangun sejak tahun 2015, didanai secara Swadaya oleh masyarakat berkisar Rp. 4,5 Miliar.

    “Secara fisik pembangunannya sudah mencapai 85%. Namun masih terdapat fasilitas yang belum, seperti pagar teralis, pendingin ruangan dan sebagainya. Kami mohon doa restunya untuk Pak Gubernur dan Bupati semoga berkenan untuk turut membantu agar masjid ini lebih nyaman dan jamaahnya istiqomah beribadah kepada Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tandasnya.

  • Belantara Foundation Latih Guru SD di OKI Lewat Buku Edukatif tentang Gajah Sumatra

    Belantara Foundation Latih Guru SD di OKI Lewat Buku Edukatif tentang Gajah Sumatra

    SUARAPUBLIK.ID, OKI  Suasana Aula Kantor Kecamatan Air Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tampak berbeda pada Selasa, 22 April 2025. Sejumlah guru sekolah dasar berkumpul, bukan untuk rapat rutin atau pelatihan biasa, melainkan untuk belajar cara mengajarkan sesuatu yang luar biasa: mengenalkan gajah sumatra kepada anak-anak.

    Belantara Foundation bersama para mitra mengadakan pelatihan penggunaan buku pendamping ajar bertema Mengenal Gajah Sumatra, khusus bagi guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas IV–VI. Buku ini bukan sekadar bacaan biasa. Ia lahir dari aspirasi para guru lokal, ditulis oleh praktisi konservasi, dan dirancang sebagai jembatan antara anak-anak dan satwa karismatik yang kini makin terancam.

    “Buku ini adalah bagian dari upaya jangka panjang kami untuk menumbuhkan generasi masa depan yang peduli dan sadar akan pentingnya pelestarian gajah dan lingkungannya,” ujar Dr. Dolly Priatna, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Living in Harmony yang telah berjalan sejak 2022, bertujuan mendorong hidup berdampingan secara harmonis antara manusia dan gajah liar di Lanskap Padang Sugihan, OKI.

    Selama pelatihan, para guru tak hanya diajak membaca dan memahami isi buku, tetapi juga dilatih bagaimana menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan dan kontekstual bagi siswa. Buku ini dilengkapi lembar aktivitas seperti “ayo membaca”, “ayo menulis”, hingga galeri foto kehidupan nyata gajah sumatra, menjadikannya media belajar yang menarik dan interaktif.

    Sebanyak lima SD di Kecamatan Air Sugihan mulai dari SDN 1 Sukamulya hingga SDN 1 Simpang Heran mendapatkan total sekitar 170 eksemplar buku. Buku-buku tersebut juga diserahkan kepada berbagai pihak seperti BKSDA Sumatera Selatan, Dinas Kehutanan, Kapolsek Air Sugihan, hingga perusahaan pemegang konsesi di kawasan tersebut.

    Silvan A. Rahmana dari Dinas Kehutanan Sumsel menegaskan pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini. “Buku ini bukan hanya sarana belajar, tapi juga alat untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai lokal dan memperkuat kesadaran konservasi di kalangan anak-anak,” ujarnya.

    Camat Air Sugihan, Bapak Ardhiles Siahaan, menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap para guru menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan kecintaan terhadap gajah sumatra kepada generasi muda. “Kami ingin anak-anak di Air Sugihan tumbuh dengan pemahaman bahwa gajah adalah bagian dari kehidupan mereka, bukan ancaman,” tuturnya.

    Sementara itu, Cak Mudilah, Kepala SDN 1 Desa Srijaya Baru, mengaku terkesan dengan buku yang disusun dengan ilustrasi menarik dan pendekatan yang menyenangkan. “Buku ini sangat membantu kami dalam mengajar. Anak-anak akan lebih mudah memahami dan mencintai gajah ketika belajar terasa menyenangkan,” katanya.

    Dengan kegiatan ini, Belantara Foundation menunjukkan bahwa pelestarian gajah bisa dimulai dari ruang kelas, dari tangan para guru, dan dari rasa ingin tahu anak-anak yang terus dipupuk sejak dini.

  • Bupati OKI Dukung Program Gerina, Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

    Bupati OKI Dukung Program Gerina, Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, turut menghadiri kunjungan Presiden Prabowo Subianto, dalam rangka peresmian program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Rabu (23/4/2025).

    Sebagai salah satu sentra pertanian di Sumsel, Muchendi menyambut baik dan mendukung program Gerina yang di luncurkan Presiden.

    “Gerina ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan bersama mewujudkan komitmen  memperkuat ketahanan pangan di setiap daerah,” ujar Bupati Muchendi.

    Gerina, menurut Muchendi, akan menjadi motor penggerak semangat masyarakat dalam menciptakan kemandirian pangan.

    “Bila semua elemen bisa bersama-sama menjalankan program Gerina, saya rasa ketahanan pangan akan segera tercapai,” kata Muchendi.

    Pengagas program Gerina, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan, perlu adanya kolaborasi sejumlah pihak untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Di antaranya kebersamaan yang menyatu antara pemerintah dengan rakyat untuk membangun kesadaran bahwa ketahanan pangan itu bagian yang penting untuk stabilitas negeri.

    “Pemerintah memiliki program mandiri pangan, sudah memiliki rancang bangun dan visinya, maka dari rakyat mempersamai sehingga terjadi akselerasi dan membangun kesadaran,” ucap Ustaz Adi Hidayat.

    Gerina merupakan alternatif metode pertanian inovatif melalui dua metode, Pertama, Si Opung atau Solusi Olah Padi Terapung yang memanfaatkan kolam sebagai media tanam padi bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan darat.

    “Jadi yang tidak punya lahan, punya kolam bisa dirakit dengan biaya murah dan terjangkau, kemudian bisa diolah dan bisa panen,” jelas Ustaz Adi.

    Program kedua dinamakan Si Cepot, yakni Solusi Cepat Panen via Pot yang telah melalui proses riset untuk menanam berbagai jenis tanaman termasuk tanaman sawah, cabai, dan kentang dalam media pot.

    “Dari tanaman sawah, kita riset dengan pot. Potnya kemudian kita riset bentuknya, gramasinya, volumenya. Dan kalau kita bisa susun satu keluarga, bisa simulasi 5 orang, kebutuhan makannya x sekian, itu dengan tanam pot itu 3x musim, dia bisa sampai nabung 100-300 ribu dibandingkan beli secara biasa,” tambahnya.

    Dalam pidatonya, Prabowo memberikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak, khususnya terhadap gagasan awal Gerina oleh oleh Ustaz Adi Hidayat.

    “Inovasi, improvisasi, riset, teknologi ini  akan membawa Indonesia menjadi negara yang berhasil. Apa yang dirintis di sini menjadi contoh dan saya percaya banyak seperti ini yang mungkin perlu kita beri kesempatan untuk berkembang dan tumbuh,” ujar Prabowo. (ANA)

  • Muchendi Berangkatkan Kafilah OKI Ikuti STQH Sumsel

    Muchendi Berangkatkan Kafilah OKI Ikuti STQH Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, secara resmi memberangkatkan kafilah Kabupaten OKI yang akan berpartisipasi dalam Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Ke-XXVIII Tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung di Kabupaten Pali.

    Sebanyak 22 peserta mewakili Kabupaten OKI dalam ajang tersebut. Mereka akan berlomba di 5 cabang utama yaitu Tilawah Alquran, Hafalan Alquran, Tafsir Alquran, Hafalan Hadits, serta Karya Tulis Ilmiah.

    Bupati Muchendi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan semangat kepada para peserta yang disebutnya sebagai putra-putri terbaik daerah. Ia menitipkan pesan agar para peserta tampil dengan penuh kepercayaan diri selama mengikuti perlombaan.

    “Kalian adalah duta OKI dalam syiar Alquran dan Hadits. Saya titip, tampilkan yang terbaik, jaga adab, dan Insya Allah bawa pulang prestasi. Pemerintah daerah akan mendukung,” ujar orang nomor satu di OKI ini.

    Muchendi juga berpesan kepada pendamping dan official agar memperhatikan kebutuhan para peserta yang mengikuti lomba.

    “Para pendamping agar benar-benar memperhatikan kebutuhan peserta yang mewakili Kabupaten OKI. Jangam sampai ada yang tidak makan misalnya,” pesan Muchendi.

    STQH tingkat Provinsi Sumsel tahun ini akan berlangsung di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir pada Dijadwalkan STQH yang digelar selama 7 hari, 21 – 27 April 2025, dibuka Gubernur H Herman Deru, Selasa, 22 April 2025.

    Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda OKI, Dani mengatakan Pemerintah Kabupaten OKI menargetkan peningkatan prestasi dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan peningkatan dukungan dan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang keagamaan.

    Para peserta yang diutus menurutnya telah melewati proses seleksi dan pembinaan ketat sebelum diberangkatkan. Mereka didampingi oleh tim pelatih dan official yang siap mendukung secara teknis dan non-teknis selama pelaksanaan lomba.

    “Pembinaan telah dilakukan secara intensif Selain penguatan materi dan teknik lomba, peserta juga dibekali penguatan mental, pemahaman kandungan Al-Qur’an dan Hadits, serta pelatihan etika,” jelas Dani.

    Ia menambahkan bahwa ajang STQH tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan penguatan spiritualitas generasi muda.

    “Semoga dari ajang ini lahir generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan dapat membawa nama OKI harum di tingkat provinsi, bahkan nasional,” ujarnya. (ANA)

  • Bupati Muchendi Serahkan SK CPNS, OKI Tercepat se-Sumsel

    Bupati Muchendi Serahkan SK CPNS, OKI Tercepat se-Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah tercepat di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dalam penyerahan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024. Acara penyerahan SK CPNS ini digelar pada Rabu (16/4/2025), di Kantor Bupati OKI.

    SK diserahkan langsung Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, didampingi Asisten serta Kepala OPD di Lingkungan Pemkab OKI, dan juga para keluarga CPNS yang tampak antusias dan bahagia.

    Bupati OKI Muchendi, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI menjadi yang pertama menyerahkan SK CPNS tahun ini.

    “Kita yang paling cepat. Ini menjadi suatu kebanggaan untuk Pemerintah Kabupaten OKI. Kita betul-betul serius menghadapi semua urusan pemerintahan, termasuk dalam urusan kepegawaian,” ujarnya.

    Muchendi menegaskan, setiap CPNS yang telah menerima SK wajib menjaga integritas dan loyalitas sebagai abdi negara.

    “Paling penting adalah menjaga integritas dan loyalitas. Setiap tempat saudara bertugas pasti memiliki atasan masing-masing. Tugas ASN adalah membantu urusan di OPD masing-masing dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” katanya.

    Ia juga berpesan kepada para CPNS untuk tetap rendah hati dan tidak berubah sikap setelah diangkat sebagai ASN. “Jangan sombong ketika sudah diangkat sebagai ASN. Banyak yang ingin berada di posisi saudara. Perjalanan kalian masih sangat panjang. Ini baru awal dari sebuah pengabdian yang besar,” lanjutnya.

    Bupati Muchendi juga menekankan pentingnya sikap ASN di dalam dan di luar lingkungan kerja. “Tugas ASN sekarang tidak mudah. Kalian bukan hanya dinilai oleh atasan, tetapi juga oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, jaga nama baik Pemkab OKI di manapun kalian berada,” tuturnya.

    Ia mengajak para ASN baru untuk terus berinovasi dan membawa semangat pembaruan di lingkungan kerja masing-masing.

    “Kami ingin ASN membawa pembaruan. Silakan berinovasi. Ide itu bukan hanya datang dari bupati dan wakil bupati, tapi bisa muncul dari siapa saja, termasuk dari kalian,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala BKPSDM OKI, Antonius Leonardo, dalam laporannya menyampaikan, CPNS yang menerima SK ini merupakan hasil seleksi tahun 2024 dan telah melalui tahapan seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

    “Total peserta yang lolos dan hari ini menerima SK CPNS sebanyak 30 orang dari 898 pelamar yang lolos seleksi administrasi awal,” jelasnya.

    “Formasi CPNS ini tersebar di berbagai instansi, antara lain Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, serta beberapa OPD lainnya,” lanjut Antonius.

    Ia berharap para CPNS yang telah resmi bergabung dapat menjadi pelayan publik yang menjunjung tinggi nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). (ANA)

  • Gudang Bulog Penuh, Bupati OKI Usul Manfaatkan Eks RMU Tebing Suluh

    Gudang Bulog Penuh, Bupati OKI Usul Manfaatkan Eks RMU Tebing Suluh

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, meminta agar Perum Bulog menyerap gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sesuai dengan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

    “Saya menitipkan harapan kepada Bulog, agar upaya kami dalam menjadikan OKI sebagai lumbung pangan di Sumsel dapat didukung penuh, melalui kesediaan bulog dalam menerima seluruh hasil panen petani dengan harga terbaik sesuai ketetapan pemerintah,” ujar Bupati Muchendi, saat panen raya serentak di Desa Cahya Maju Kecamatan Lempuing, Senin (7/4/2025).

    Muchendi menceritakan curhat petani kepada dirinya terkait permasalahan yang terjadi di lapangan.

    “Pak gubernur, hasil panen petani belum seluruhnya dapat diterima oleh bulog, ada yang diterima di bawah harga resmi, bahkan ada yang sudah datang membawa hasil panen tapi ditolak dengan alasan Gudang penuh,” terangnya.

    Untuk itu, jelas Muchendi Pemkab OKI memiliki aset berupa eks RMU lengkap dengan gudang penyimpanan yang bisa dimanfaatkan untuk gudang.

    “Di desa tebing suluh, OKI, kami memiliki aset yang bisa dijadikan Gudang penyimpanan. Bangunan ini sekitar 15 tahun yang lalu memang beroperasi sebagai pabrik beras, namun 10 tahun terakhir sudah tidak beroperasi,” terangnya.

    Karena itu, jelas Muchendi, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah provinsi dan Bulog, agar dapat memfungsikan kembali Gedung tersebut.

    “Minimal dapat dijadikan gudang penyimpanan untuk menyimpan hasil panen, karena ke depan, produksi padi pasti semakin meningkat,” terangnya.

    Bupati OKI, H. Muchendi mengatakan sektor pertanian di wilayahnya sangat berpotensi untuk terus berkembang.

    “Luas baku sawah 104 ribu hektar, terdiri dari 4 tipologi lahan yang tidak dimiliki oleh daerah lain, yaitu lahan lebak, pasang surut, tadah hujan dan lahan kering,” ungkapnya.

    Dari sisi produksi, kabupaten OKI terang Muchendi merupakan penyumbang produksi terbesar ke tiga di Sumatera Selatan.

    “Produksi padi di OKI tahun 2024 lalu 564 ton, mengalami peningkatan 38.530 ton dibandingkan tahun 2023, kami optimis hasil ini akan terus meningkat,” jelas Muchendi.

    Peningkatan tersebut jelas Muchendi ditopang oleh program oplah (optimalisasi lahan) sebesar 46.762 hektar serta program cetak sawah.

    “Di tahun 2025, OKI ditarget untuk optimalisasi lahan seluas 24 ribu hektar, per Maret terealisasi 4.510 hektar. Untuk cetak sawah, OKI diberi target sebesar 26.364 hektar, per maret 2025 realisasinya 2.005 hektar sedang dalam proses SID (Survey Investigasi dan Design),” kata dia. (ANA)

  • Petani OKI Panen Raya Serentak Bersama Presiden Secara Virtual

    Petani OKI Panen Raya Serentak Bersama Presiden Secara Virtual

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mewakili Provinsi Sumatera Selatan dalam pelaksanaan panen raya padi nasional yang digelar serentak di 14 Provinsi bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang hadir secara virtual. Panen raya dipusatkan di lahan pertanian Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing OKI, pada Senin (7/4/2025).

    Sebagai 5 besar produsen beras nasional, Gubernur Sumsel, Herman Deru menyatakan optimisme tinggi terhadap kontribusi Sumsel dalam pencapaian target nasional produksi padi tahun 2025.

    “Luas lahan baku sawah di Sumsel mencapai 519.484 hektare dengan  produksi mencapai sebesar 1.6 juta ton. Sangat potensial untuk terus ditingkat seperti di Kabupaten OKI yang miliki luas lahan baku sawah mencapai 104 ribu hektare,” terang Deru.

    Untuk mempertahan lahan baku sawah terang Deru diperlukan  inovasi di kabupaten/kota.

    “Dengan majunya perekonomian dan derasnya laju investasi bukan tidak mungkin akan mengurangi lahan-lahan pertanian. Ini akan jadi sasaran dalam perluasan perumahan dan kawasan industri. Maka harus dijaga sejak dini,” terang Deru.

    Pada saat dialog dengan Presiden, Gubernur Herman Deru juga mengusulkan  keberlanjutan pembangunan bendungan tiga dihaji di Kabupaten OKU Selatan.

    Herman Deru mengatakan bahwa konstruksi bendungan yang masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) awalnya merupakan hadiah karena Sumsel berhasil meningkatkan produktivitas padi.

    “Produktivitas Sumsel naik dari sebelumnya rangking 8 menjadi rangking 5 nasional, dan saat itu kami mendapat hadiah Bendungan Tiga Dihaji,” ujar Deru.

    Namun, proyek senilai Rp3,7 triliun yang seyogyanya selesai pada 2023 hingga kini belum dapat dimanfaatkan.

    “Kami usul ke Pak Presiden untuk melanjutkan kembali pembangunan bendungan tiga dihaji karena kunci peningkatan produktivitas lahan adalah ketersedian air agar petani bisa panen dua kali bahkan tiga kali dalam setahun,” terang Deru.

    Sementara Bupati OKI, Muchendi mengatakan sektor pertanian di wilayahnya sangat berpotensi untuk dikembangkan.

    “Luas baku sawah 104 ribu hektar, terdiri dari 4 tipologi lahan yang tidak dimiliki oleh daerah lain, yaitu lahan lebak, pasang surut, tadah hujan dan lahan kering,” terangnya.

    Dari sisi produksi, kabupaten OKI terang Muchendi merupakan penyumbang produksi terbesar ke tiga di Sumatera Selatan.

    “Produksi padi di OKI tahun 2024 lalu 564 ribu ton, mengalami peningkatan 38.530 ton dibandingkan tahun 2023, kami optimis hasi ini akan terus meningkat,” jelas Muchendi.

    Peningkatan tersebut jelas Muchendi ditopang oleh program oplah (optimalisasi lahan) sebesar 46.762 hektar serta program cetak sawah.

    “Di tahun 2025, OKI ditarget untuk optimalisasi lahan seluas 24 ribu hektar, per Maret terealisasi 4.510 hektar. Untuk cetak sawah, OKI diberi target sebesar 26.364 hektar, per maret 2025 realisasinya 2.005 hektar sedang dalam proses SID (Survey Investigasi dan Design),” tuturnya.

    Tantangan peningkatan produksi padi jelas Muchendi tidak sedikit, mulai dari perubahan iklim, serapan gabah petani hingga status lahan.

    “Ada lahan yang dimiliki masyarakat, ada juga lahan perusahaan-perusahaan yang didalamnya ada HGU yang belum tergarap. Ini kami harap dibantu administrasinya sehingga dapat dioptimalkan untuk lahan pertanian,” ujarnya.

    Dalam arahannya Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian bangsa dalam sektor pangan, terutama di tengah tantangan global.

    “Baru enam bulan saya menerima mandat sebagai presiden, tapi dengan niat baik dan kebijakan yang masuk akal, kita bisa menunjukkan hasil. Saat banyak negara mengalami kekurangan pangan dan harga yang melonjak, kita justru bisa mengekspor telur. Kita surplus, harga telur bahkan menurun,” ujar Prabowo melalui sambungan virtual.

    Presiden juga memberikan penghormatan tinggi kepada para petani yang dianggapnya sebagai fondasi utama negara. Ia menyebut petani sebagai produsen pangan yang menjadi penopang eksistensi. (ANA)

  • Libur Lebaran Usai, Bupati Muchendi ke ASN: Ayo Gaspol Layani Masyarakat!

    Libur Lebaran Usai, Bupati Muchendi ke ASN: Ayo Gaspol Layani Masyarakat!

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, mengingatkan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak menambah masa libur lebaran Idul Fitri 1446 H. ASN diminta untuk disiplin masuk kerja tepat waktu serta segera melayani masyarakat.

    “Libur lebaran sudah cukup panjang, tidak ada tambahan libur bagi ASN OKI. Waktunya gaspol layani masyarakat,” tegas Muchendi, Senin (7/4/2025).

    Muchendi juga meminta kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab OKI, agar dapat mengontrol kehadiran para ASN di lingkungan kerja masing-masing dengan melakukan pengabsenan.

    “Kepada para Kepala OPD untuk mengecek dan mengawasi kehadiran jajaran ASN di lingkungan kerjanya dan memastikan seluruh layanan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan sesuai standar layanan,” pinta Muchendi.

    Sebelumnya, mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri Nomor 1017, 2, 2 tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2025, para ASN di lingkungan Pemkab OKI mulai libur pada 28 Maret 2025 dan harus kembali masuk kerja pada 8 April 2025.

    Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) OKI, Antonius Leonardo mengatakan pegawai di lingkungan Pemkab OKI tidak dibenarkan menambah libur tanpa ada alasan yang jelas atau ada kepentingan darurat.

    “Yang jelas tidak boleh menambah cuti, karena sudah cukup lama cuti Lebaran. Mulai libur itu dari 28 Maret sampai 8 April besok,” tuturnya.

    Pihaknya menegaskan, akan memberikan sanksi teguran  kepada ASN yang tidak masuk pada hari pertama kerja. “Kalau tidak masuk di tanggal 8 tanpa alasan yang jelas, maka akan ada sanksi,” katanya.

    Terkait adanya kebijakan WFA atau Work From Anywhere pada tanggal 8 April sesuai Surat Edaran (SE) MenpanRB Nomor 3 tahun 2025, Pemkab OKI tidak memberlakukan kebijakan tersebut.

    “Kita tetap mengacu pada SKB tiga menteri, tidak ada WFH di OKI,” terangnya.

    Untuk sanksi bagi ASN yang tidak disiplin, dijelaskan Anton, mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil yang memuat tentang kewajiban dan larangan serta hukuman disiplin bagi ASN yang tidak menaati kewajiban dan melanggar aturan yang telah ditetapkan. (ANA)

  • Cegah Penyelewengan Anggaran, Bupati OKI Dorong Digitalisasi Dana Desa

    Cegah Penyelewengan Anggaran, Bupati OKI Dorong Digitalisasi Dana Desa

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, menyebut penerapan digitalisasi dana desa dapat mencegah tindakan penyelewengan dalam menggunakan anggaran.

    “Memang perlu upaya yang lebih masif agar tidak ada penyalahgunaan anggaran dana desa. Salah satunya melalui digitalisasi,” kata Muchendi, saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati OKI mengenai besaran Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), Dana Bagi Hasil Pajak, Retribusi Daerah, dan Lelang Lebak Lebung untuk Tahun Anggaran 2025 di Pendopo Kabupaten, Kamis (20/3/2025).

    Muchendi mengingatkan kepala desa, agar penggunaan dana desa harus dilakukan secara efektif, efisien dan transparan, serta bermanfaat bagi masyarakat.

    “Kita semua memiliki batasan masa jabatan. Jangan berpikir kita akan selalu berada di sini. Saya menekankan pentingnya amanah dalam pengelolaan dana desa dan mengingatkan bahwa dana tersebut harus digunakan sesuai dengan peruntukannya bagi kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya.

    Muchendi juga menekankan, penggunaan dana desa harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

    “Jika kita mengikuti proses yang sudah ditentukan sesuai dengan aturan, saya pikir pengelolaan dana desa akan berjalan lancar. Pengawasan tidak hanya dilakukan APH dan pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat” ujarnya.

    Muchendi turut menyinggung soal gotong royong dan pengaktifan kantor desa. “Sampah juga menjadi permasalahan kita secara bersama-sama di desa. Kita harus memunculkan jiwa gotong royong. Saya minta kades juga aktifkan kantor desa untuk pelayanan masyarakat,” tegas Muchendi.

    Sementara, Kepala Dinas PMD Kabupaten OKI, Ari Mulawarman, menyampaikan Besaran Dana Desa Tahun 2025 untuk 314 Desa sebesar Rp290 miliar, Alokasi Besaran Alokasi Dana Desa (ADD) Rp137 miliar, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah sebesar Rp14.064 miliar serta Alokasi Hasil Lelang Lebak Lebung sebesar Rp3.524 miliar.

    “Untuk Dana Desa di Tahun 2025 pelaksanaan penyalurannya  langsung ditransfer ke Rekening Kas Desa sebanyak dua tahap,” jelas Ari.

    Adapun prioritas penggunaan Dana Desa 2025, jelas Ari, antara lain; Penanganan Kemiskinan Ekstrem, Dukungan  Ketahanan Pangan, Peningkatan Promosi dan Penyediaan Layanan Dasar Kesehatan Skala Desa termasuk Stunting, Pengembangan Potensi dan Keunggulan Desa, Pemanfaatan Teknologi dan Informasi untuk Percepatan Implementasi Desa Digital, Pembangunan Berbasis Padat Karya Tunai Dan Penggunaan Bahan Baku Lokal.

    Dana Desa dapat digunakan untuk Operasional Pemerintah Desa paling banyak 3 persen dari pagu anggaran Dana Desa setiap Desa, dan program sektor prioritas lainnya. (ANA)

  • Sidak Pasar, Bupati OKI Pastikan Harga Bahan Pokok Masih Wajar

    Sidak Pasar, Bupati OKI Pastikan Harga Bahan Pokok Masih Wajar

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, melakukan inpeksi mendadak (Sidak) di pasar dan sejumlah distributor di Kayuagung. Muchendi memastikan harga bahan pokok tetap wajar dan terjangkau jelang Hari Raya Idul Fitri.

    “Tadi kita sudah cek di pasar ada beberapa harga yang memang sedang mengalami kenaikan, misalnya beras yang mengalami kenaikan, terus minyak, tapi harganya masih di batas toleransi,” ungkap Muchendi, saat melakukan sidak pasar, Rabu (19/3/2025).

    Muchendi menegaskan, pentingnya pemantauan ini untuk mencegah terjadinya praktik penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat.

    “Harapan kita, pemerintah turun untuk ngecek harga-harga itu jangan sampai ada permainan, khususnya misalkan ada penimbunan. Kita harapkan menjelang hari raya, harga-harga tetap terjaga dalam kondisi yang stabil, tetap dalam batas toleransi,” lanjutnya.

    Terkait dengan operasi pasar murah, Bupati Muchendi menjelaskan bahwa Pemkab OKI berencana menggelar empat kali operasi pasar lagi dalam waktu dekat. Operasi pasar ini direncanakan akan dilaksanakan di beberapa lokasi, dengan jadwal yang akan ditentukan setelah rapat koordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Badan Pusat Statistik (BPS).

    “Kita masih menunggu hasil rapat dengan Dinas Perdagangan, BPS, untuk menentukan titik-titik lokasi yang sesuai dengan analisa tim,” kata Muchendi.

    Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan bahan pokok lainnya, Pemkab OKI juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

    “Alhamdulillah, kondisinya masih aman. Stok bahan pokok masih aman dan harganya juga stabil. Seperti yang kita lihat di pasar, harga beras sedikit meningkat, namun masih dalam batas wajar, naik hanya Rp 500 sampai Rp 1.000,” ungkap Muchendi.

    Selain itu, Pemkab OKI juga memantau ketersediaan pasokan Gas 3 Kg yang menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. Muchendi menjelaskan, berdasarkan diskusi dengan pihak SPBE Celikah Kayuagung, pasokan gas 3 Kg saat ini masih berada dalam batas normal.

    “Permintaan gas saat ini masih dalam batas normal, karena tonase yang mereka kirim perharinya sekitar 60 ton, dan ini masih konsisten setiap hari,” ujarnya.

    Meskipun permintaan gas 3 Kg belum mengalami lonjakan signifikan, Muchendi memperkirakan bahwa mendekati hari raya atau libur panjang, permintaan gas dapat meningkat.

    “Biasanya mendekati hari raya atau libur panjang, permintaan gas bisa meningkat. Namun, saat ini stok masih aman dan pasokan berjalan lancar,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muchendi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berperilaku konsumtif menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    “Kita harap masyarakat belanja sesuai dengan kebutuhannya, agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar. Pemerintah akan terus memantau dan melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga,” imbuhnya. (ANA)

  • Pemkab OKI Bekali Tenaga Kerja Magang ke Jepang

    Pemkab OKI Bekali Tenaga Kerja Magang ke Jepang

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) secara resmi menggelar Pembukaan Pelatihan Pra Pemberangkatan Tahap I (Pelatda) bagi peserta program pemagangan ke Jepang tahun anggaran 2025. Acara ini berlangsung di Gedung Diklat Teluk Gelam dan dihadiri Wakil Bupati OKI, Rabu (19/3/2025).

    Dalam sambutannya, Supriyanto menekankan bahwa program ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan teknis dan soft skills yang dibutuhkan dalam dunia kerja internasional.

    “Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik dari segi kompetensi teknis maupun sikap profesional, sehingga mampu bersaing dan membawa nama baik daerah,” ungkapnya.

    Pelatda ini melibatkan berbagai materi pelatihan, termasuk bahasa Jepang, budaya kerja, serta keterampilan teknis sesuai bidang yang akan digeluti oleh para peserta di Jepang. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pembinaan mengenai etos kerja dan disiplin yang menjadi kunci kesuksesan dalam program ini.

    Para peserta yang terpilih untuk mengikuti program ini telah melewati serangkaian seleksi dan akan menjalani pelatihan intensif sebelum diberangkatkan ke Jepang.

    Pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen untuk terus mendukung program-program pelatihan kerja yang dapat meningkatkan kualitas SDM lokal agar lebih kompetitif di dunia internasional. (ANA)

  • Bupati OKI Tinjau Jembatan Rusak di Desa Kandis, Dinas PUPR Lakukan Penanganan Darurat

    Bupati OKI Tinjau Jembatan Rusak di Desa Kandis, Dinas PUPR Lakukan Penanganan Darurat

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzarekki, sigap meninjau langsung jembatan rusak di Desa Kandis, Kecamatan Pampangan, pada Rabu (19/3/2025).

    Jembatan penghubung Desa Kandis menuju Desa Ulak Depati yang rusak tersebut berada pada ruas jalan Pampangan – SP. Padang. Kerusakan terjadi pada opriet jembatan yang ambles akibat terbawa arus sungai.

    “Tadi malam dapat kabar, pagi ini kita cek langsung agar  disegerakan penanganan darurat,” ujar Muchendi.

    Untuk jangka panjang Pemkab OKI segera berkoordinasi dengan perusahaan dan stakeholder terkait guna mempercepat proses perbaikan.

    “Ada dua skema, melalui APBD maupun dibantu oleh perusahaan. Paling cepat itu melalui CSR. Kalau APBD ada proses lelang. Yang penting masyarakat tidak terganggu aktivitasnya,” kata Muchendi.

    Sementara itu, Kepala Dinas PUPR OKI, Man Winardi mengatakan bersama Kecamatan dan pemerintah desa pihaknya telah menurunkan tim melakukan perbaikan sementara selanjutkan dilakukan analisis teknis untuk perbaikan jangka panjang.

    “Untuk perbaikan darurat dipasang batang kelapa diikat rantai. Memunggkinkan untuk kendaraan ringan. Untuk jangka panjang tim sedang melakukan penghitungan teknis,” jelasnya.

    Secara teknis, tambah Manwinardi untuk perbaikan dibutuhkan tembok penahan tanggul dari plat besi atau beton. “Ini tadi yang dihitung baik melalui APBD ataupun CSR,” katanya. (ANA)

  • Bupati OKI Perkuat Peran Perempuan Bangun Daerah

    Bupati OKI Perkuat Peran Perempuan Bangun Daerah

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzarekki, mengukuhkan pengurus Tim Penggerak (TP) PKK, Pembina Posyandu dan Dekranasda masa bakti 2025-2030. Pelantikan ini berlangsung di Pendopo Kabupaten OKI, Selasa (18/3/2025).

    Dalam sambutannya, Muchendi menyoroti soal peran strategis PKK dalam membantu pemerintah mengatasi tantangan pembangunan.

    “PKK bersama organisasi lainnya (Dekranasda, Posyandu) ini dapat menjadi motor penggerak gotong royong dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan OKI,” terangnya.

    Ia pun berpesan agar 10 program pokok PKK tidak hanya menjadi slogan, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi warga OKI.

    “Saya berharap bahwa program itu betul-betul bisa digerakkan untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi OKI dan kontribusinya bagi kita semuanya,” ujarnya.

    Muchendi  pun berjanji akan memberikan dukungan penuh dan memfasilitasi PKK OKI untuk dapat menjalankan tugasnya dengan optimal.

    “Kemarin kita sudah sinkronkan program yang ada di OPD agar dapat sinergi dengan PKK,” jelasnya.

    Sementara itu Ketua TP PKK OKI, Ike Meilina Muchendi menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi dalam pembangunan ke depan tidak ringan. Namun, ia yakin banyak peluang yang bisa dimanfaatkan jika semua pihak bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

    “Ke depan tantangan yang kita hadapi tidak ringan,  tapi juga banyak peluang yang bisa kita manfaatkan untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi misi pemerintah lima tahun ke depan,” ungkapnya.

    Ia juga menekankan pentingnya PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, ia berharap Dekranasda dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan dan mempromosikan produk-produk kerajinan lokal.

    “Dekranasda memiliki peranan penting dalam mengembangkan dan mempromosikan produk-produk kerajinan lokal sehingga produk-produk UMKM lokal Kabupaten OKI dapat lebih bersaing di tingkat nasional bahkan global,” jelas Ike.

    Ia mengajak para pengurus untuk terus berinovasi dan mengedepankan kreativitas untuk memperkenalkan kerajinan daerah ke pasar yang lebih luas.

    Sementara Posyandu, diharapkan tidak hanya berperan sebagai objek pembangunan, juga menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang sesuai dengan semangat otonomi daerah.

    “Posyandu saat ini tidak hanya berperan sebagai objek pembangunan, tetapi merupakan entitas mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan yang sejalan dengan semangat otonomi daerah,” tambah Ike. (ANA)

  • Muchendi Dorong Petani OKI Peroleh Nilai Tambah dari Bantuan Alsintan

    Muchendi Dorong Petani OKI Peroleh Nilai Tambah dari Bantuan Alsintan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzarekki, mengatakan bantuan alat mesin pertanian Alsintan yang digelontorkan pemerintah tidak hanya membantu petani untuk meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga pendapatan.

    “Sudah saatnya petani kita mengubah mindset dari penerima manfaat menjadi petani modern yang mandiri. Sehingga bantuan yang disalurkan pemerintah memberikan nilai tambah untuk peningkatan kesejahteraan,” ungkap Muchendi, saat menyerahkan alat mesin pertanian kepada para petani di Kecamatan Air Sugihan, Jum’at (14/3/2025).

    Muchendi mengatakan, jika Alsintan dikelola dengan baik akan memberi penghasilan tambahan bagi brigade tani maupun Gapoktan melalui UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan), koperasi dan kelompok usaha bersama (KUB) untuk mengembangkan Alsintan bantuan pemerintah tersebut.

    “Kalau tahun ini dibantu mudah-mudahan tahun depan bisa beli sendiri. Harga sewanya juga harus bersaing, jangan nanti petani lebih memilih ke pihak lain,” kata Muchendi.

    Tahun ini, Kabupaten OKI mendapat sebanyak 568 alat mesin pertanian (alsintan) berupa 133 traktor roda (TR) 4, 435 traktor roda (TR) 2 dan 8 unit Combain Harvester. Bantuan ini dalam rangka mendukung program optimalisasi 46 ribu Ha lahan pertanian (Opla) serta 75 ribu Ha cetak sawah baru di wilayah ini.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI, Irawan, mengatakan program Brigade Pangan diharapkan mampu menjalankan kegiatan bisnis pertanian dengan efisien, termasuk pemanfaatan peralatan pertanian modern seperti traktor dan pompa air.

    “Melalui program ini, diharapkan optimalisasi lahan pertanian dapat tercapai,” ungkapnya. (ANA)

  • Bupati Minta Komisi II DPRD Sumsel Kawal Usulan Pembangunan di OKI

    Bupati Minta Komisi II DPRD Sumsel Kawal Usulan Pembangunan di OKI

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzarekki, meminta Komisi II DPRD Sumsel turut mengawal usulan pembangunan  yang diajukan Pemkab OKI kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

    “Lewat teman-teman di Komisi II kami titip mohon dibantu mengawal usulan pembangunan kabupaten OKI seperti infrastruktur, pertanian dan perkebunan,” ujar Muchendi, saat menerima reses Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sumsel di Kantor Bupati OKI, Senin, (10/3/2025).

    Dukungan dari pemerintah pusat dan Provinsi bagi Kabupaten OKI ujar Mantan Wakil Ketua DPRD Sumsel itu sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan daerah  dalam membiayai pembangunan.

    “Dukungan pusat dan provinsi sangat kami butuhkan untuk keberlanjutan pembangunan di Kabupaten OKI,” ujarnya.

    Dibidang pertanian Muchendi memaparkan, pemerintah pusat menargetkan perluasan areal cetak sawah baru di OKI mencapai 75.000 hektare dan 46.000 hektare untuk optimalisasi lahan.

    “OKI mendapatkan alokasi program oplah dan cetak sawah terbesar di Indonesia. Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk mendukung ketahanan pangan di Sumsel,” kata Muchendi.

    Pada kesempatan itu Pemerintah Kabupaten OKI juga mengajukan bantuan dari Pemerintah Provinsi khususnya benih padi bagi sawah terdampak banjir di Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya.

    Bupati Muchendi juga mengungkapkan 600 hektare lahan pertanian padi terancam fuso akibat terendam banjir. “Untuk itu, petani membutuhkan bantuan benih agar dapat  menanam kembali,” pintanya.

    Sementara, Ketua Komisi II DPRD Sumsel, Ayu Nur Suri, SE, MM, menyatakan kunjungan kerja ini bertujuan untuk mensinergikan program antara pemerintah kabupaten OKI dan pemerintah provinsi Sumsel, serta menyerap aspirasi dari masyarakat OKI.

    “Kunjungan ini sangat penting untuk memastikan program-program pertanian dan ekonomi di Kabupaten OKI dapat terintegrasi dengan baik. Kami ingin mendengar langsung dari pemerintah daerah dan masyarakat mengenai tantangan yang dihadapi,” ujarnya.

    Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi konstruktif antara anggota Komisi II DPRD Sumsel dan jajaran pemerintah Kabupaten OKI. Berbagai masukan dan saran diperoleh untuk perbaikan program-program pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di OKI.

    “Kami akan terus mendukung setiap inisiatif Pemkab OKI. Dukungan ini dalam bentuk pengawalan terhadap usulan-usulan tadi yang telah kami catat,” tegas Ayu. (ANA)

  • Pemkab-Kejari OKI Teken MoU Bidang Datun, Hapus Keraguan OPD Jalankan Program Pembangunan

    Pemkab-Kejari OKI Teken MoU Bidang Datun, Hapus Keraguan OPD Jalankan Program Pembangunan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bantuan dan pertimbangan hukum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ogan Komering Ilir sangat diperlukan, agar tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan dapat dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku.

    Hal itu disampaikan Bupati OKI, Muchendi Mahzareki pada penandatanganan nota kesepakatan kerja sama bidang perdata dan tata usaha negara (Datun) di Kantor Bupati OKI,  Senin (10/3/2025).

    “Adanya pertimbangan hukum bidang Datun dari Kejari menghilangkan keraguan OPD dalam melaksanakan tugas,” tegasnya.

    Menurut Muchendi kerja sama bidang Datun yang telah dijalin dengan Kejari selama ini, memberikan dampak positif bagi pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan.

    Untuk itu, lanjut Bupati, pihaknya bersepakat melanjutkan kerja sama bidang Datun pada OPD yang memiliki layanan langsung kepada masyarakat antara lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), RSUD Kayuagung, dan PDAM Tirta Agung.

    Bupati Muchendi juga mengapresiasi Kejaksaan Negeri OKI dalam upayanya membantu Pemerintah Kabupaten sebagai Jaksa Pengacara Negara.

    “Semoga melalui Kerjasama ini, sinergisitas antara Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir semakin erat dan berkeseninambungan,” sambung Muchendi.

    Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri OKI, Hendri Hanafi, menyambut baik inisiatif pemerintah daerah. “Kejari OKI siap menjadi Jaksa Pengacara Negara bagi Pemkab OKI dalam penanganan masalah hukum perdata dan tata usaha negara,” tegas Kajari Hendri.

    Hendri menjelaskan kerja sama ini  mencakup pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lainnya yang diperlukan dalam mendukung program-program pembangunan pemerintah daerah.

    “Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memastikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap aset serta kebijakan publik yang dijalankan,” ujarnya.

    Acara penandatanganan ini dihadiri Perwakilan Kodim OKI dan Polres OKI, Sekda OKI, Jajaran Kejari OKI, dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab OKI. Kehadiran mereka menandakan komitmen bersama dalam mendukung program pembangunan dan menjaga stabilitas hukum di Kabupaten OKI. (ANA)

  • Hadapi Lebaran, Pemkab OKI Perkuat Koordinasi Guna Jaga Inflasi

    Hadapi Lebaran, Pemkab OKI Perkuat Koordinasi Guna Jaga Inflasi

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir memperkuat koordinasi lintas stakeholder guna mengendalikan inflasi di bulan ramadan dan jelang Idul Fitri 1446 Hijriah.

    “Di bulan Ramadan dan Idul Fitri kebutuhan masyarakat meningkat, Pelaksanaan HLM ini menjadi momen penting bagi kita untuk menyusun roadmap pengendalian inflasi tahun 2025, terutama dalam menghadapi hari raya idul fitri,” ujar Bupati OKI H. Muchendi pada Rapat High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten OKI TW I Tahun 2025, Senin (10/3/2025).

    Bupati Muchendi berharap agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) OKI dapat bekerja secara efektif dan terukur. “Mudah-mudahan di tengah keterbatasan yang ada, kita tetap bisa mengendalikan inflasi di Kabupaten OKI,” harapnya.

    Ia juga optimistis bahwa pada tahun 2025, angka inflasi dapat terus terjaga. Kepala BPS OKI dalam paparannya menyampaikan perkembangan harga 20 komoditas penting menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

    Informasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan stakeholders terkait dalam mengambil kebijakan yang tepat guna menjaga stabilitas harga.

    Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan menambahkan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah, BPS, dan Bank Indonesia sangat penting dalam pengendalian inflasi. “Sinergi ini diperlukan untuk memastikan keterjangkauan harga dan ketersediaan komoditas pangan di Kabupaten OKI,” katanya.

    Dalam sesi diskusi, para kepala OPD memberikan masukan terkait langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mengendalikan inflasi. Beberapa usulan antara lain peningkatan pengawasan distribusi pangan, pelaksanaan pasar murah, dan peningkatan komunikasi antar daerah untuk saling mendukung dalam menjaga ketersediaan barang dan keterjangkauan harga.

    Bupati Muchendi mengapresiasi antusiasme dan kontribusi semua pihak dalam HLM ini. Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat dan pelaku usaha.

    “Mari kita bersama-sama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan demi kesejahteraan masyarakat OKI,” ajaknya.

    Sebagai tindak lanjut dari HLM ini, TPID OKI akan menyusun rencana aksi yang meliputi pemantauan harga secara rutin, koordinasi intensif antar instansi terkait, dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengendalian inflasi. Diharapkan langkah-langkah tersebut dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang hari besar keagamaan.

    Dengan terlaksananya HLM ini, diharapkan Kabupaten OKI dapat menghadapi tantangan inflasi dengan lebih baik, memastikan ketersediaan pangan, dan menjaga daya beli masyarakat, sehingga tercipta kondisi ekonomi yang kondusif dan kesejahteraan yang optimal bagi seluruh lapisan masyarakat. (ANA)

  • Bupati Muchendi Ajak Masyarakat Bersatu Membangun OKI Maju Bersama

    Bupati Muchendi Ajak Masyarakat Bersatu Membangun OKI Maju Bersama

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Kabupaten Ogan Komering (OKI), Muchendi Mahzarekki, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bersama-sama membangun kabupaten OKI dalam visi OKI Maju Bersama.

    Muchendi menegaskan, perbedaan dalam Pilkada lalu hanyalah proses demokrasi dalam memilih pemimpin. Sementara tugas utama adalah bersama-sama memastikan pembangunan Kabupaten OKI berjalan dengan baik.

    “Saya dan Mas Supri sudah berusaha dan akan terus berusaha menjaga persatuan kita. Tapi masih ada yang mencoba membentur-benturkan. Yang diundang disini bukan hanya yang mendukung kami pada pilkada kemarin, juga  yang tidak mendukung. Semuanya sama, semua hadir disini dalam kebersamaan,” ujar Muchendi, pada silaturahim dan buka bersama jajaran legislatif dan masyarakat OKI di Pendopo Kabupatenan Kayuagung, Minggu (9/3/2025).

    Selain itu, Muchendi-Supri menegaskan komitmennya menjadi pemimpin bagi semua kelompok, termasuk yang tidak memilih mereka dalam pilkada lalu. Pihaknya tak ingin ada rakyat yang tertinggal dan tidak menikmati hasil kemerdekaan.

    “OKI Maju Bersama artinya tidak ada yang tertinggal di belakang, tidak menikmati hasil kemerdekaan,” ujarnya.

    Muchendi kembali menegaskan persatuan dan kebersamaan adalah modal dasar membangun OKI. “Kita harus bersatu dan bersama untuk mengawal gerakan perubahan yang kini berada di tangan kita bersama,” ujarnya.

    Perubahan yang dicita-citakan menurut Muchendi membutuhkan kerja sama semua pihak terutama jajaran legislatif yang menjadi mitra strategis pemerintah melalui peran legislasinya.

    “Mari kita wujudkan pembangunan OKI yang lebih baik, melalui kebersamaan dan kerja keras,” tambahnya.

    Momen buka bersama ini juga dihadiri tokoh masyarakat OKI yang juga anggota DPR RI, H. Ishak Mekki. Bupati OKI pada masanya ini merasa bernostalgia bisa bertemu dengan jajaran pemerintah dan masyarakat OKI.

    “Saya merasa bernostalgia bisa hadir ditengah-tengah masyarakat OKI. Nostalgia 10-20 tahun lalu pernah berdiri disini sebagai Bupati,” kenang Ishak.

    Sebagi putra daerah Ishak Mekki mengaku  berkewajiban untuk turut membantu membangun Kabupaten OKI melalui perannya sebagai anggota DPR RI.

    “Kabupaten kita ini memiliki keterbatasan secara finansial. Maka saya tentu tidak akan tinggal diam, mencarikan bantuan, membuka keran pendaan dipusat untuk pembangunan di Kabupaten OKI,” ujar Ishak.

    Suasana buka bersama ini terasa khidmad dan penuh rasa kebersamaan. Hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD dan seluruh anggota DPRD OKI, Sekda OKI, Asmar Wijaya, Kepala desa, tokoh agama dan toko masyarakat serta masyarakat umum lainnya. (ANA)

  • Lobi Gubernur, Muchendi Minta Dukungan Anggaran Perbaikan Infrastuktur di OKI

    Lobi Gubernur, Muchendi Minta Dukungan Anggaran Perbaikan Infrastuktur di OKI

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzarekki, meminta bantuan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru (HD), untuk menggelontorkan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, demi memperbaiki infrastruktur jalan.

    Lobi tersebut disampaikan Muchendi, pada momen safari Ramadan Gubernur dan Forkopimda di Kabupaten OKI, Sabtu (8/3/2025).

    “Kami memulai tanggungjawab ini dengan kondisi fiskal daerah yang tidak seimbang. Sementara banyak target-target pembangunan yang harus dituntaskan. Oleh karena pada momen yang baik ini kami mohon dengan sangat Pak Gubernur membantu pembangunan infrastuktur di OKI melalui dana APBD Provinsi,” ujar Bupati Muchendi.

    Permohonan itu cukup beralasan. Menurut Muchendi karena luasan wilayah dan jumlah penduduk OKI merupakan terbanyak ke tiga di Sumatera Selatan.

    “Kami menghadapi tantangan luasnya wilayah dan jumlah penduduk terbesar ke tiga di Sumsel. Dan pada Pilkada lalu OKI salah satu lumbung suara HDCU,” terang Muchendi.

    Muchendi juga merasa bangga karena Kabupaten OKI jadi tujuan pertama tim safari Ramadan Gubernur Sumsel.

    “Dari 17 Kabupaten/kota di Sumsel, OKI yang pertama kali dikunjungi, sungguh warga OKI merasa bangga atas perhatian Pak Gubernur,” terangnya.

    Menanggapi permohonan tersebut, Gubernur Herman Deru menyebut bantuan Gubernur ke Kabupaten/Kota berdasarkan tiga prioritas yaitu super prioritas, prioritas, dan reguler.

    “Superprioritas bisa jadi janji terdekat Bupati terpilih terkait infrastruktur, pembangunan yang terhenti karena keterbatasan anggaran daerah,” ujar HD.

    Terhadap usulan Bupati OKI, HD membalas dengan pantun, “Ada Ubi ada Talas, Ada Budi ada Balas,” ujarnya, disambut tepuk tangan para hadirin.

    Deru juga meminta Bupati OKI menyiapkan proposal pembangunan untuk dibahas jajaran Pemprov Sumsel. Lebih Lanjut, Gubernur HD menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak mengalami lonjakan yang signifikan hingga Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.

    “Saya meminta agar pemerintah daerah aktif memantau harga di pasar. Jika ada kenaikan, segera cari tahu penyebabnya, karena permintaan akan terus meningkat menjelang Lebaran,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan para pejabat terkait untuk memastikan tidak ada pihak yang menimbun bahan pokok atau melakukan praktik curang yang dapat merugikan masyarakat.

    HD juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten OKI dan masyarakat atas sambutan yang hangat. Ia berharap silaturahmi ini semakin memperkuat sinergi, koordinasi, dan komunikasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. (ANA)

  • Wanita Lansia Tewas dengan Posisi Badan Tertelungkup, Diduga Jadi Korban Perampokan

    Wanita Lansia Tewas dengan Posisi Badan Tertelungkup, Diduga Jadi Korban Perampokan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Siti Rokayah (70), warga Desa Cahya Maju, Dusun V, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ditemukan Tewas di kediamannya, pada Jum’at (7/3/2025), sekitar pukul 14.00 WIB. Siti yang ditemukan tidak bernyawa dengan posisi badan terlungkup dan kepala bersimbah darah, diduga menjadi korban perampokan.

    Jasad korban pertama kali ditemukan saksi Siti Soleha, anak kandung korban, yang saat itu hendak mencari ibunya yang berada di rumah. Saksi sekaligus anaknya ini merasa curiga dengan korban, karena mulai dari jam sahur sekira pukul 03.00 WIB, sampai pukul 14.00 WIB, tidak kunjung terlihat.

    “Pada saat anaknya  ingin membangun korban untuk makan Sahur pukul 03.00 WIB, dipanggil-panggil tapi korban tidak ada jawaban. Hingga jam 2 siang, korban juga tidak kunjung terlihat keluar Rumah,” kata Kapolsek Lempuing, AKP Usman Gumanti, Sabtu (8/3/2025).

    Karena melihat jendela kamar depan terbuka, lalu anaknya korban mencoba masuk dari jendela depan tersebut. Ketika masuk, saksi sudah melihat tubuh korban terlungkup di depan pintu kamar dengan bersimbah darah di bagian kepala.

    Mendapatkan laporan kasus kematian tersebut, personel Polsek Lempuing, bergegas ke tempat kejadian perkara (TKP), lalu segera membawa korban ke Puskesmas Tugu Mulyo, guna mengetahui apakah penyebab dari meninggalnya korban, serta mencari dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada disekitar TKP. (ANA)

  • Muchendi Serap Aspirasi Masyarakat OKI Melalui Safari Ramadhan

    Muchendi Serap Aspirasi Masyarakat OKI Melalui Safari Ramadhan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzarekki, menggelar Safari Ramadhan perdana di Desa Ulak Kemang, Kecamatan Pampangan, Kabupaten OKI, pada Jum’at (5/3/2025).

    Menurut Muchendi, Safari Ramadan ini bukan hanya sekedar silaturahim antara pemerintah dan masyarakat, namun merupakan wadah langsung untuk mendengar keluhan para warga.

    “Ini tidak hanya silaturahim, tetapi kita ingin juga menyerap aspirasi masyarakat untuk bahan kami melakukan pelayanan dan perbaikan ke depan,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Bupati Muchendi juga menyerahkan bantuan kepada 150 orang penerima terdiri dari 50 anak yatim piatu, 50 fakir miskin, dan 50 lansia.

    Bantuan yang diberikan berupa uang tunai serta paket sembako berasal dari Baznas OKI dan Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung.

    “Meskipun jumlahnya terbatas, semoga bantuan ini membawa keberkahan dan manfaat bagi penerima,” jelasnya.

    Kegiatan safari perdana ini turut dihadiri jajaran Pemerintah Daerah OKI, tokoh masyarakat, serta para ulama setempat. Kehadiran mereka menambah khidmat suasana dan menunjukkan sinergi antara pemerintah dan warga.

    Kepala Desa Ulak Kemang, Daud Ahmad, menyampaikan safari Ramadhan ini sangat berkesan bagi warganya bisa Salat berjamaah dan dikunjungi tim Safari Ramadan Bupati OKI.

    “Kami sangat senang dengan kunjungan ini. Pak Bupati yang turun langsung ke masyarakat seperti ini membuat kami merasa diperhatikan,” tuturnya.

    Tahun ini Safari Ramadan Pemkab OKI akan digelar pada 8 titik di berbagai kecamatan di Kabupaten OKI, sebagai wadah silaturahim dan serap aspirasi warga. Di setiap lokasi safari, Pemkab OKI menggelar layanan cek kesehatan gratis melalui program CKG Presiden Prabowo. (ANA)