Petani OKI Panen Raya Serentak Bersama Presiden Secara Virtual

- Redaksi

Selasa, 8 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panen raya di OKI dipusatkan di lahan pertanian Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing. Hadir langsung Bupati OKI, Muchendi Mahzareki dan Gubernur Sumsel, Herman Deru. (Photo: Diskominfo OKI)

Panen raya di OKI dipusatkan di lahan pertanian Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing. Hadir langsung Bupati OKI, Muchendi Mahzareki dan Gubernur Sumsel, Herman Deru. (Photo: Diskominfo OKI)

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mewakili Provinsi Sumatera Selatan dalam pelaksanaan panen raya padi nasional yang digelar serentak di 14 Provinsi bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang hadir secara virtual. Panen raya dipusatkan di lahan pertanian Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing OKI, pada Senin (7/4/2025).

Sebagai 5 besar produsen beras nasional, Gubernur Sumsel, Herman Deru menyatakan optimisme tinggi terhadap kontribusi Sumsel dalam pencapaian target nasional produksi padi tahun 2025.

“Luas lahan baku sawah di Sumsel mencapai 519.484 hektare dengan  produksi mencapai sebesar 1.6 juta ton. Sangat potensial untuk terus ditingkat seperti di Kabupaten OKI yang miliki luas lahan baku sawah mencapai 104 ribu hektare,” terang Deru.

Untuk mempertahan lahan baku sawah terang Deru diperlukan  inovasi di kabupaten/kota.

“Dengan majunya perekonomian dan derasnya laju investasi bukan tidak mungkin akan mengurangi lahan-lahan pertanian. Ini akan jadi sasaran dalam perluasan perumahan dan kawasan industri. Maka harus dijaga sejak dini,” terang Deru.

Pada saat dialog dengan Presiden, Gubernur Herman Deru juga mengusulkan  keberlanjutan pembangunan bendungan tiga dihaji di Kabupaten OKU Selatan.

Herman Deru mengatakan bahwa konstruksi bendungan yang masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) awalnya merupakan hadiah karena Sumsel berhasil meningkatkan produktivitas padi.

“Produktivitas Sumsel naik dari sebelumnya rangking 8 menjadi rangking 5 nasional, dan saat itu kami mendapat hadiah Bendungan Tiga Dihaji,” ujar Deru.

Namun, proyek senilai Rp3,7 triliun yang seyogyanya selesai pada 2023 hingga kini belum dapat dimanfaatkan.

“Kami usul ke Pak Presiden untuk melanjutkan kembali pembangunan bendungan tiga dihaji karena kunci peningkatan produktivitas lahan adalah ketersedian air agar petani bisa panen dua kali bahkan tiga kali dalam setahun,” terang Deru.

Sementara Bupati OKI, Muchendi mengatakan sektor pertanian di wilayahnya sangat berpotensi untuk dikembangkan.

“Luas baku sawah 104 ribu hektar, terdiri dari 4 tipologi lahan yang tidak dimiliki oleh daerah lain, yaitu lahan lebak, pasang surut, tadah hujan dan lahan kering,” terangnya.

Dari sisi produksi, kabupaten OKI terang Muchendi merupakan penyumbang produksi terbesar ke tiga di Sumatera Selatan.

“Produksi padi di OKI tahun 2024 lalu 564 ribu ton, mengalami peningkatan 38.530 ton dibandingkan tahun 2023, kami optimis hasi ini akan terus meningkat,” jelas Muchendi.

Peningkatan tersebut jelas Muchendi ditopang oleh program oplah (optimalisasi lahan) sebesar 46.762 hektar serta program cetak sawah.

“Di tahun 2025, OKI ditarget untuk optimalisasi lahan seluas 24 ribu hektar, per Maret terealisasi 4.510 hektar. Untuk cetak sawah, OKI diberi target sebesar 26.364 hektar, per maret 2025 realisasinya 2.005 hektar sedang dalam proses SID (Survey Investigasi dan Design),” tuturnya.

Tantangan peningkatan produksi padi jelas Muchendi tidak sedikit, mulai dari perubahan iklim, serapan gabah petani hingga status lahan.

“Ada lahan yang dimiliki masyarakat, ada juga lahan perusahaan-perusahaan yang didalamnya ada HGU yang belum tergarap. Ini kami harap dibantu administrasinya sehingga dapat dioptimalkan untuk lahan pertanian,” ujarnya.

Dalam arahannya Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian bangsa dalam sektor pangan, terutama di tengah tantangan global.

“Baru enam bulan saya menerima mandat sebagai presiden, tapi dengan niat baik dan kebijakan yang masuk akal, kita bisa menunjukkan hasil. Saat banyak negara mengalami kekurangan pangan dan harga yang melonjak, kita justru bisa mengekspor telur. Kita surplus, harga telur bahkan menurun,” ujar Prabowo melalui sambungan virtual.

Presiden juga memberikan penghormatan tinggi kepada para petani yang dianggapnya sebagai fondasi utama negara. Ia menyebut petani sebagai produsen pangan yang menjadi penopang eksistensi. (ANA)

Berita Terkait

47 Tim Muda OKI Berebut Tiket ke Seri Nasional Liga Merah Putih
Menjadi Jembatan Akses Keuangan, Mantri BRI Menembus Pelosok OKI
OKI Optimalkan Banpres Rp20 Miliar untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 
Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht
Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau
Pintu Masuk Pasar Shoping Center Kayuagung Tertutupi Pedagang, Masyarakat Keluhkan Sempitnya Ruas Jalan Masuk
KUA-PPAS APBD 2027 OKI Disepakati, Belanja Daerah Fokus Prioritas

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:01 WIB

47 Tim Muda OKI Berebut Tiket ke Seri Nasional Liga Merah Putih

Selasa, 29 September 2026 - 10:21 WIB

Menjadi Jembatan Akses Keuangan, Mantri BRI Menembus Pelosok OKI

Senin, 28 September 2026 - 12:37 WIB

OKI Optimalkan Banpres Rp20 Miliar untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Rabu, 23 September 2026 - 15:41 WIB

Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 

Rabu, 23 September 2026 - 14:16 WIB

Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht

Berita Terbaru

Foto : korban membuat laporan polisi

Kota Palembang

Tiga AC Outdoor Dicuri, Kepala Toko Lapor Polisi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:55 WIB