Bupati OKI Siapkan 10 Hektare Lahan di Teluk Gelam untuk Sekolah Rakyat

- Redaksi

Kamis, 15 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, OKI - Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, sigap mendukung program sekolah rakyat. Program prioritas Presiden Prabowo itu bertujuan menyiapkan pendidikan berasrama khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Pemerintah Kabupaten OKI akan berada di barisan depan untuk mendukung penuh Sekolah Rakyat dari Bapak Presiden Prabowo,” kata Bupati Muchendi, saat menerima tim Satker Direktorat Jendral Prasarana Strategis Kementrian PUPR di Kayuagung, Rabu (14/5/2025).
Bahkan, jelas Muchendi, Pemkab OKI telah menyiapkan calon lokasi Sekolah Rakyat seluas 10 hektar di Kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Teluk Gelam OKI.
“Kami memang sedang konsen melakukan penataan aset salah satunya kawasan Teluk Gelam yang diproyeksikan jadi calon lokasi sekolah rakyat,” ujar Bupati Muchendi.
Muchendi menambakan, inisiatif mengusulkan Teluk Gelam menjadi sekolah rakyat merupakan langkah untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga membuka peluang untuk masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” terang dia.
Sementara itu, perwakilan Satker Direktorat Jendral Prasarana Strategis Kementrian PUPR, Ayu Juwita menyampaikan optimismenya terhadap kesiapan Kabupaten OKI mendukung program prioritas sekolah rakyat.
“Melihat potensi dan kelengkapan dokumen yang disampaikan Pemkab OKI. Calon lokasi yang diusulkan ini jadi prioritas pertama untuk dibangun sekolah rakyat,” jelas Ayu.
Atas dasar itu pula, Juwita menyampaikan kunjungan ini merupakan bagian dari pengecekan lokasi tambahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, yang direncanakan akan mulai beroperasi pada Juli 2025.

SUARAPUBLIK.ID, OKI - Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, sigap mendukung program sekolah rakyat. Program prioritas Presiden Prabowo itu bertujuan menyiapkan pendidikan berasrama khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Pemerintah Kabupaten OKI akan berada di barisan depan untuk mendukung penuh Sekolah Rakyat dari Bapak Presiden Prabowo,” kata Bupati Muchendi, saat menerima tim Satker Direktorat Jendral Prasarana Strategis Kementrian PUPR di Kayuagung, Rabu (14/5/2025). Bahkan, jelas Muchendi, Pemkab OKI telah menyiapkan calon lokasi Sekolah Rakyat seluas 10 hektar di Kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Teluk Gelam OKI. “Kami memang sedang konsen melakukan penataan aset salah satunya kawasan Teluk Gelam yang diproyeksikan jadi calon lokasi sekolah rakyat,” ujar Bupati Muchendi. Muchendi menambakan, inisiatif mengusulkan Teluk Gelam menjadi sekolah rakyat merupakan langkah untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga membuka peluang untuk masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” terang dia. Sementara itu, perwakilan Satker Direktorat Jendral Prasarana Strategis Kementrian PUPR, Ayu Juwita menyampaikan optimismenya terhadap kesiapan Kabupaten OKI mendukung program prioritas sekolah rakyat. “Melihat potensi dan kelengkapan dokumen yang disampaikan Pemkab OKI. Calon lokasi yang diusulkan ini jadi prioritas pertama untuk dibangun sekolah rakyat,” jelas Ayu. Atas dasar itu pula, Juwita menyampaikan kunjungan ini merupakan bagian dari pengecekan lokasi tambahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, yang direncanakan akan mulai beroperasi pada Juli 2025. "Kita sudah punya 53 titik yang existing, tambah 12, dan ada tambahan lagi seperti di Teluk Gelam ini. Semua skema pembangunan sarana-prasarana diserahkan ke PUPR," ujarnya. Langkah awal terang Juwita Pemkab OKI harus melakukan persiapan lahan. Lahan yang tersedianya menurutnya lebih dari target minimal 5 hektare. Sekolah ini direncanakan melayani tiga tingkat pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA, dengan model pendidikan asrama. “Sekolah Rakyat ini ditujukan khusus bagi keluarga di kelompok ekonomi bawah desil 1 dan 2 yang disetujui orang tuanya mengikuti pendidikan di asrama,” terang Juwita. (ANA)

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, sigap mendukung program sekolah rakyat. Program prioritas Presiden Prabowo itu bertujuan menyiapkan pendidikan berasrama khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Pemerintah Kabupaten OKI akan berada di barisan depan untuk mendukung penuh Sekolah Rakyat dari Bapak Presiden Prabowo,” kata Bupati Muchendi, saat menerima tim Satker Direktorat Jendral Prasarana Strategis Kementrian PUPR di Kayuagung, Rabu (14/5/2025).

Bahkan, jelas Muchendi, Pemkab OKI telah menyiapkan calon lokasi Sekolah Rakyat seluas 10 hektar di Kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Teluk Gelam OKI.

“Kami memang sedang konsen melakukan penataan aset salah satunya kawasan Teluk Gelam yang diproyeksikan jadi calon lokasi sekolah rakyat,” ujar Bupati Muchendi.

Muchendi menambakan, inisiatif mengusulkan Teluk Gelam menjadi sekolah rakyat merupakan langkah untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga membuka peluang untuk masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” terang dia.

Sementara itu, perwakilan Satker Direktorat Jendral Prasarana Strategis Kementrian PUPR, Ayu Juwita menyampaikan optimismenya terhadap kesiapan Kabupaten OKI mendukung program prioritas sekolah rakyat.

“Melihat potensi dan kelengkapan dokumen yang disampaikan Pemkab OKI. Calon lokasi yang diusulkan ini jadi prioritas pertama untuk dibangun sekolah rakyat,” jelas Ayu.

Atas dasar itu pula, Juwita menyampaikan kunjungan ini merupakan bagian dari pengecekan lokasi tambahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, yang direncanakan akan mulai beroperasi pada Juli 2025.

“Kita sudah punya 53 titik yang existing, tambah 12, dan ada tambahan lagi seperti di Teluk Gelam ini. Semua skema pembangunan sarana-prasarana diserahkan ke PUPR,” ujarnya.

Langkah awal terang Juwita Pemkab OKI harus melakukan persiapan lahan. Lahan yang tersedianya menurutnya lebih dari target minimal 5 hektare.

Sekolah ini direncanakan melayani tiga tingkat pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA, dengan model pendidikan asrama.

“Sekolah Rakyat ini ditujukan khusus bagi keluarga di kelompok ekonomi bawah desil 1 dan 2 yang disetujui orang tuanya mengikuti pendidikan di asrama,” terang Juwita. (ANA)

Berita Terkait

Hari Santri 2026! Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas!
Kendalikan Inflasi, Pemkab OKI Hadirkan Pangan Bersubsidi untuk Warga
‎Diduga Ada Kios Tak Sesuai Peruntukan, Pemkab OKI Gandeng Kejaksaan Tertibkan Pasar Shopping Kayuagung
Menanggalkan Riuh Masa Muda, Menjinakkan Bara
HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla
Enam Perusahaan Diawasi, Pemkab OKI Verifikasi Area Terbakar
OKI Optimalkan Peran MPA untuk Cegah Karhutla di Wilayah Raw
Tanggulangi Karhutlah, 1.470 Personel Perusahaan dan 176 KTPA Siaga di OKI .

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Hari Santri 2026! Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Kendalikan Inflasi, Pemkab OKI Hadirkan Pangan Bersubsidi untuk Warga

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:44 WIB

‎Diduga Ada Kios Tak Sesuai Peruntukan, Pemkab OKI Gandeng Kejaksaan Tertibkan Pasar Shopping Kayuagung

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Menanggalkan Riuh Masa Muda, Menjinakkan Bara

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:48 WIB

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla

Berita Terbaru

Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana saat memimpin press release di Polda Sumsel.

Kota Palembang

Polda Sumsel Usut 62 Kasus Karhutla, 20 Laporan Seret Korporasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:35 WIB