SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bagi calon mahasiswa yang sudah lolos seleksi ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), saat pendaftaran ulang wajib menunjukkan hasil tes urin.
Hal ini ditegaskan oleh Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Anis Saggaf.
Dikatakan Anis, aturan itu berlaku untuk semua jalur seleksi. Yakni Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri lewat Seleksi Masuk Bersama (USMB).
“Ini merupakan langkah Unsri menuju perguruan tinggi sehat,” tegasnya, Selasa (5/4) kemarin.
Anis mengakui, saat pengumuman SNMPTN Unsri tahun ini masih ditemukan beberapa calon mahasiswa dengan hasil urin positif memakai narkotika. Namun sebagian dari mereka langsung mengundurkan diri menjadi calon mahasiswa.
“Yang positif status kelolosan langsung dibatalkan dan untuk registrasi SNMPTN masih berlangsung hingga 9 April dari tanggal 29 Maret,” ungkapnya.
Bagi calon mahasiswa Unsri yang sudah dinyatakan lolos SNMPTN 2022, hasil tes urin ditunjukkan saat mendaftar ulang yang sebelumnya calon mahasiswa melakukan tes urin secara mandiri.
“Mandiri karena masih kondisi COVID-19, tapi mudah-mudahan untuk tes urin SBMPTN kan setelah lebaran hasilnya, akan dilakukan langsung oleh Unsri,” tambahnya.
Sejak kebijakan Perguruan Tinggi Sehat diterapkan mulai dari Anis Saggaf menjabat sebagai Rektor Unsri, sudah ada puluhan calon mahasiswa yang mendapati positif memakai narkotika setiap tahun.
“Selama saya menjabat sudah ada (tes urin) memang tidak kita ekspos karen personal. Tetapi mereka banyak yang mundur langsung. Untuk slot yang lulus dan mereka gagal tes urin, maka daya tampung dikosongkan,” pungkasnya.
Komentar