Harga Cabai Naik Capai Rp 45 Ribu per Kilogram

- Redaksi

Senin, 4 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Memasuki hari kedua bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah, harga cabai merah mengalami kenaikan hingga mencapai Rp45.000 per kilogram. Sebelumnya, harga cabai merah hanya berkisar Rp35.000 per kilogram.

 

“Harga cabai merah hari ini kisaran Rp45 ribu sampai Rp47 ribu per kilonya. kenaikan terjadi baru hari ini,” ujar pedagang cabai, Ridwan saat membuka lapak di bazar kebutuhan pokok Kantor Camat Ilir II Palembang, Senin (4/4/2022).

 

Menurutnya, sebelum mengalami peningkatan, harga cabai merah bertahan stabil selama dua pekan terakhir. Kisaran harga tersebut mulai dari Rp30.000 hingga Rp36.000 per kilogram.

 

“Harga tersebut fluktuatif tergantung ketersediaan cabai itu sendiri. Kalau naik itu karena permintaan masyarakat juga meningkat,” lanjutnya.

 

“Banyak yang beli sekarang, sampai kadang 60 kilo lebih habis terjual,” tambahnya.

 

Peningkatan harga cabai merah ini kata Ridwan, tidak akan bertahan lama. Sebab menurutnya persediaan cabai merah baru dikirim agen atau distributor.

 

“Tadi kabar dari agen stok cabai banyak, jadi biasanya kalau stok banyak harga murah, stok dikit harga mahal, begitu lah trend cabai,” paparnya.

 

Sementara itu, salah satu pembeli, Nadia mengatakan tidak terkejut ketika mengetahui harga cabai meningkat. Menurutnya, memang sudah menjadi siklus ketika memasuki bulan suci Ramadhan atau hari raya Idul Fitri harga kebutuhan pokok pasti naik.

 

“Sudah biasa sih kalau harga cabai naik, memang begitu terus. Harapannya sih bagaimana harga ini tidak sampai melambung saja, kalau begini sih masih normal,” pungkasnya.

 

Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan harga yang ditawarkan agen atau distributor di pasar murah yang digelar di Kantor Camat Ilir II sudah relatif murah.

 

“Harga yang ditawarkan relatif murah dibandingkan harga di warung dan pasar,” sampainya.

 

Finda sapaan akrab wawako Palembang juga mengatakan harga tersebut sudah melalui proses pertimbangan. “Kita mengambil dari produsen dan distributor langsung. Jadi harganya masih bisa kita rem,” tambahnya.

 

Kendati begitu, dirinya mengupayakan supaya harga kebutuhan pokok bisa diturunkan lagi sehingga masyarakat dapat terbantu dengan adanya pasar murah.

 

“Momen seperti ini juga dimanfaatkan untuk bersedekah, tidak hanyak mengejar keuntungan tetapi benar-benar membantu masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Gugatan Puluhan Sertifikat Tanah di Palembang Kandas, PTUN Nyatakan Tidak Dapat Diterima
Dituding Pelakor, IRT di Palembang Dianiaya hingga Wajah Lebam
Pelaku Jambret Tas Berisi Laptop dan HP Ditangkap, Satu Rekannya Masih Buron
Dugaan Penyelewengan Dana Rp76 Miliar, Yayasan PT PGRI Sumsel Laporkan Sejumlah Pengurus ke Polda
Pedagang dan Pemerintah Capai Kesepakatan, Pasar 7 Ulu Akan Ditata Ulang untuk Kurangi Kemacetan
Astra Motor Sumsel bersama AHM Dorong Generasi Muda Berkarya lewat SFL dan AHBS 2026
OTT Bupati Muara Enim Bongkar Dugaan Suap Auditor BPK, Praktisi Hukum Soroti Rekam Jejak Kasus Serupa
BI Sumsel Paparkan Prospek Ekonomi Daerah dalam Forum BERSUA, Pertumbuhan Diproyeksi Capai 5,8 Persen

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:11 WIB

Gugatan Puluhan Sertifikat Tanah di Palembang Kandas, PTUN Nyatakan Tidak Dapat Diterima

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:36 WIB

Dituding Pelakor, IRT di Palembang Dianiaya hingga Wajah Lebam

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:34 WIB

Pelaku Jambret Tas Berisi Laptop dan HP Ditangkap, Satu Rekannya Masih Buron

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:22 WIB

Dugaan Penyelewengan Dana Rp76 Miliar, Yayasan PT PGRI Sumsel Laporkan Sejumlah Pengurus ke Polda

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:20 WIB

Pedagang dan Pemerintah Capai Kesepakatan, Pasar 7 Ulu Akan Ditata Ulang untuk Kurangi Kemacetan

Berita Terbaru