Bulog Sumsel Babel Tegaskan Tak Tolak Hasil Panen Petani di OKI

- Redaksi

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Kantor Wilayah Bulog Sumsel Babel, Heriswan saat dibincangi langsung pada, Rabu (9/4/2025). (Foto: Tia)

Pimpinan Kantor Wilayah Bulog Sumsel Babel, Heriswan saat dibincangi langsung pada, Rabu (9/4/2025). (Foto: Tia)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel-Babel) menegaskan jika tidak adanya penolakan hasil panen milik petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

Pimpinan Kanwil Bulog Sumsel Babel, Heriswan menjelaskan pihaknya tidak menolak melainkan menunda mengambil sisa hasil panen yang ada selama 1-2 hari karena kapasitas dryer terbatas.

“Saya jelaskan, bukan kami menolak. Jadi begini, panen dengan kapasitas dryer yang ada di sekitar Bulog yang disewa dengan mitra itu terbatas. Misalnya panen satu hari sebanyak 2.000 ton, sementara kemampuan dryer kita hanya 1.500 jadi yang sisanya itu ditunda bukan ditolak karena dryernya penuh,” ujar Hermawan, Kamis (10/4/2024).

Ia menjelaskan pihaknya tidak bisa memenuhi semua hasil panen sekaligus dalam sehari karena adanya keterbatasan mesin dryer.

“Bulog tidak pernah menolak, tapi karena ada keterbatasan dryer yang tidak bisa memenuhi semua hasil panen makanya kita atur jadwal hasil panen. Ga lama kok, mereka hanya perlu menunggu 1-2 hari. Karena hasilnya akan kembali normal setelah didryer itu kurang lebih 20 jam waktunya untuk gabah karing giling,” jelasnya.

Ia menjelaskan untuk mekanismenya sendiri pihaknya menerapkan sistem jemput bola yakni dengan menjemput langsung gabah yang dibeli dari petani.

“Gabah ini dibeli seharga Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sekarang kita jemput, jadi tidak lagi seperti sebelumnya yang menunggu. Petani siapkan di pinggir sawah, nanti dinaikkan ke truk penjemputan,” jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan jika akan ada penambahan gudang di Kabupaten OKI dengan memanfaatkan gudang-gudang milik swasta sebagai tempat penampungan hasil panen petani.

“Adapun usulan penambahan gudang di OKI, dikatakan kalau gudang Bulog penuh maka akan menggunakan gudang-gudang swasta untuk disewa sebagai tempat menampung hasil panen yang ada di Sumsel,” ungkapnya.

Kemudian, ia menyebut jika Bulog menargetkan dapat menyerap sekitar 30 persen dari total produksi gabah petani.

“Para mitra dan pelaku usaha juga memiliki kewajiban memenuhi pasar masing-masing. Jadi, sisanya bisa didistribusikan ke pasar oleh para pengusaha. Tapi kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menyerap hasil panen petani,” ucap dia. (Tia).

Berita Terkait

APHI, Pemprov Sumsel dan Mitra APP Group Libatkan 80 Relawan Bagikan 8.000 Masker
Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara
Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati
Fadli Zon Minta Cagar Budaya Harus Inovasi Dengan Teknologi Untuk Menarik Masyarakat 
Dibilang Akun Shopee Diretas, Syadiah Tertipu Hingga Rp 10 Juta
BATIQA Hotel Palembang Hadirkan Paket MABAR, Makan Siang Sepuasnya Rp90 Ribu
Kuasa Hukum Minta Tersangka Penggelapan Mobil Segera Ditahan, Polsek Ilir Timur II Masih Evaluasi
Gelapkan Motor Teman, RF Berurusan Dengan Unit Ranmor
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:12 WIB

Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati

Jumat, 11 September 2026 - 14:59 WIB

Fadli Zon Minta Cagar Budaya Harus Inovasi Dengan Teknologi Untuk Menarik Masyarakat 

Jumat, 11 September 2026 - 14:55 WIB

Dibilang Akun Shopee Diretas, Syadiah Tertipu Hingga Rp 10 Juta

Jumat, 11 September 2026 - 14:16 WIB

BATIQA Hotel Palembang Hadirkan Paket MABAR, Makan Siang Sepuasnya Rp90 Ribu

Berita Terbaru