BPBD Sumsel Catat 220 Kejadian Karhutla Sepanjang 2025

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

5 hektare lahan cetak sawah baru di Desa Kayu Labu, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) terbakar pada Selasa, 14 Oktober 2025. (Foto: BPBD Sumsel)

5 hektare lahan cetak sawah baru di Desa Kayu Labu, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) terbakar pada Selasa, 14 Oktober 2025. (Foto: BPBD Sumsel)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 220 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah itu sepanjang 2025.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M. Iqbal Alisyahbana menyebut tingginya angka karhutla tersebut menjadi perhatian serius karena berdampak pada kesehatan masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah.

“Karhutla masih mendominasi jenis bencana di Sumsel tahun ini. Karena itu, koordinasi antarinstansi dan kesiapsiagaan daerah harus terus diperkuat,” ujar Iqbal, Kamis (16/10/2025).

Guna mengantisipasi peningkatan kejadian serupa, BPBD Sumsel menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Penanggulangan Bencana dengan seluruh BPBD kabupaten dan kota.

Iqbal mengatakan forum itu bertujuan untuk menyamakan langkah penanganan agar tidak terjadi tumpang tindih tugas di lapangan.

“Dengan sinergi yang baik, kita bisa menentukan siapa berbuat apa dan kapan. Ini penting agar penanganan karhutla lebih cepat dan efektif,” katanya.

Selain koordinasi, pihaknya juga menekankan pentingnya kesiapan anggaran daerah. Menurutnya, keterbatasan dana sering memperlambat respons terhadap bencana.

“Kami berharap setiap daerah memiliki dana cadangan bencana, termasuk untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla,” imbuhnya.

Ia menuturkan penanganan karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

“Bencana tidak bisa dihadapi sendiri. Sinergi dan kesadaran bersama menjadi kunci,” pungkasnya.

Berita Terkait

Produksi Listrik PSEL Palembang Tembus 21,55 MW, Wamen LH: Sudah On Track
Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan
Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian
SMKN 2 Palembang Raih Juara 2 Creativity Activity di Cari Aman Academy 2026 Tingkat Nasional
Dituduh Curi dan Pecahkan Kaca, Bocah 11 Tahun Diduga Dicekik dan Ditendang
KTP Dipinjam Bos, Siti Malah Diteror Debt Collector Pinjol Rp3,5 Juta
Tim Jatanras Polda Sumsel Bekuk Pelaku Curanmor dalam OPS SIKAT-I MUSI 2026
Korupsi Guest House UIN Raden Fatah, Abdul Karim Divonis 1 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan JPU

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Produksi Listrik PSEL Palembang Tembus 21,55 MW, Wamen LH: Sudah On Track

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:48 WIB

SMKN 2 Palembang Raih Juara 2 Creativity Activity di Cari Aman Academy 2026 Tingkat Nasional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Dituduh Curi dan Pecahkan Kaca, Bocah 11 Tahun Diduga Dicekik dan Ditendang

Berita Terbaru