SIRA Demo Tolak Pengadaan Mobil Mewah dan Pakaian Dinas Rp7,9 Miliar di Kantor Gubernur Sumsel

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat demonstrasi digelar oleh kelompok Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Rabu (15/4/2026),

Saat demonstrasi digelar oleh kelompok Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Rabu (15/4/2026),

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Aksi demonstrasi digelar oleh kelompok Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Rabu (15/4/2026), sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penganggaran pengadaan mobil mewah dan pakaian dinas pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.

Aksi dimulai sejak pagi hari dengan massa berkumpul di halaman kantor gubernur sambil membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kebijakan tersebut. Dalam orasinya, massa secara bergantian menyampaikan tuntutan serta menyuarakan aspirasi masyarakat yang dinilai belum menjadi prioritas pemerintah.

Aksi ini dipicu oleh rencana Pemprov Sumsel melalui Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sumsel yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,94 miliar untuk pengadaan 4 unit mobil mewah serta Rp3 miliar untuk pakaian dinas Gubernur dan Wakil Gubernur pada Tahun Anggaran 2026.

Koordinator aksi, Rahmat Sandi Iqbal, SH, dalam orasinya menegaskan bahwa kebijakan tersebut mencederai rasa keadilan masyarakat.

“Kami menilai rencana ini tidak memiliki urgensi dan sangat melukai hati rakyat Sumsel. Di saat masyarakat masih kesulitan ekonomi, pemerintah justru menganggarkan hal-hal yang tidak menjadi kebutuhan mendesak,” tegas Rahmat Sandi Iqbal.

Ia juga mendesak agar pemerintah lebih bijak dalam mengelola anggaran dan mengutamakan kepentingan publik.

“Kami meminta agar anggaran tersebut dialihkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas seperti perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan layanan kesehatan, serta pembenahan sarana pendidikan,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan, Rahmat Hidayat, SE, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat Sumatera Selatan.

“Aksi ini adalah bentuk suara rakyat yang merasa diabaikan. Kami mendesak agar rencana pengadaan mobil mewah dan pakaian dinas ini segera dibatalkan karena tidak berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Rahmat Hidayat juga meminta pihak terkait untuk terbuka kepada publik.

“Kami juga meminta Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sumsel untuk menjelaskan secara transparan kepada masyarakat terkait tujuan penganggaran ini, serta meminta maaf karena telah menimbulkan kegaduhan,” tegasnya.

Dalam aksinya, SIRA menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni meminta penjelasan terbuka terkait pengadaan, mendesak pembatalan anggaran, serta meminta permintaan maaf dari pihak terkait.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib.

Penulis : Hermansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 
Proyek Pipa Transmisi Rp21 Miliar di PALI Belum Dibayar, Publik Desak Penanganan Hukum Transparan
Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing
FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional
Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas
Herman Deru: FESyar Sumatera 2026 Momentum Perkuat Ekonomi Syariah dan Literasi Keuangan Masyarakat
Gubernur Sumsel Nonaktifkan ASN Terlibat Kasus Suap Fee Proyek
Polda Sumsel Gelar Sidang Rikkes II Secara Hibrida, Kapolda Tekankan Prinsip BETAH Rekrutmen Polri
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:29 WIB

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:27 WIB

Proyek Pipa Transmisi Rp21 Miliar di PALI Belum Dibayar, Publik Desak Penanganan Hukum Transparan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:59 WIB

FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:55 WIB

Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:49 WIB

Herman Deru: FESyar Sumatera 2026 Momentum Perkuat Ekonomi Syariah dan Literasi Keuangan Masyarakat

Berita Terbaru

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Kota Palembang

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:29 WIB