BNPB Beri Bantuan Penanganan Banjir di Sumsel Senilai Rp 1,85 Miliar

- Redaksi

Kamis, 25 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ceremonial Pemberian Batuan Dana Siap Pakai dan Logistik dari BNPB Kepada Pemerintahan Daerah di Sumsel yang langsung diserahkan oleh Deputi Logistik dan Peralatan, Lilik Kurniawan. Foto : Reza Mardiansyah

Ceremonial Pemberian Batuan Dana Siap Pakai dan Logistik dari BNPB Kepada Pemerintahan Daerah di Sumsel yang langsung diserahkan oleh Deputi Logistik dan Peralatan, Lilik Kurniawan. Foto : Reza Mardiansyah

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat bantuan penanganan bencana banjir yang saat ini melanda 7 Kabupaten Kota dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI. Salah satu Bantuan yang diberikan berupa dana siap pakai senilai Rp. 1,85 Miliar.

Bantuan sendiri langsung diserahkan Deputi Logistik dan Peralatan BNPB Lilik Kurniawan, tak hanya Dana siap pakai, bantuan yang diberikan juga berupa Logistik, seperti makanan siap saji, sembako, matras tidur, Tenda pengungsi, selimut, sabun cair dan juga Handsainitizer.

“Kita melihat anggaran di daerah pastinya tidak cukup untuk menangani bencana banjir, itulah kami datang untuk membantu. Kami melihat kebutuhan apa yang dibutuhkan disini, sehingga kami juga memberikan dukungan,” kata Lilik usai Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor Provinsi Sumsel Tahun 2024 di Ruang Rapat Kantor BPBD Provinsi Sumsel, Kamis (25/1/2024).

Ia menyata, bantuan dana siap pakai itu, peruntukan kepada 10 Kabupaten Kota yang terdampak banjir. “Masing-masing daerah nilainya tidak sama, berkisar Rp 150 juta – Rp 250 juta tergantung dengan daerah yang terdampak seluas apa,” terangnya.

Kabupaten/kota yang mendapatkan bantuan yaitu Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Prabumulih, Muara Enim, Musi Rawas, PALI, Ogan Ilir, OKU, OKU Timur, dan Banyuasin.

Menurutnya, apa yang dilakukan Pemerintah Sumsel dalam penanganan banjir, seperti penanggulangan dan juga bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Jadi kami ingin memastikan penanganan dilakukan sesuai standar, berjalan dengan baik sehingga masyarakat terpenuhi semua kebutuhannya. Karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah itu bertanggung jawab terhadap bencana di daerah itu sendiri,” katanya.

Kata dia, dalam mengatasi bencana tidak bisa dilakukan dalam satu kali rapat, maka diperlukan rencana jangka panjang yang berdampak panjang hingga 50 tahun kedepan dengan kerja sama seluruh stakeholder.

“Stakeholder yanag dimaksud bukan hanya Pemda dan OPDnya, melainkan seluruh pihak yang berkaitan, juga awak media yang sangat dibutuhkan untuk menyebarkan informasi terhadap apa yang terjadi dan juga apa yang telah dilakukan pemerintah sebagai penanggulangan,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Sekertaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan SA Supriono mengatakan jika Pemprov Sumsel selalu menerima bantuan dari BNPB khususnya dalam penanganan bencana. “Bahkan dari seluruh anggaran penanganan bencana mulai dari karhutla sampai banjir dan longsor banyak dibantu oleh BNPB sekitar 80 Persen, sisanya memakai anggaran Pemerintah Provinsi dan Daerah,” kata Sekda.

Menurut Sekda, diperlukan Grand Desain untuk penanganan jangka panjang bencana. Ia sangat berharap Penanggulangan Bencana tidak hanya pada saat bencana itu tapi bagaimana penanganan bencana itu dari awal.

“Jangan seolah olah kita hanya menunggu bencana, atau kita kerja hanya waktu Adanya bencana. Kita rahus memiliki grand desaign yang benar agar bisa berdampak 50 hingga 100 tahun kedepan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Kaget Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK
Praperadilan Safaruddin dan Sufuk Ditolak, Hakim Nyatakan Penyitaan oleh Polda Sumsel Sah
Jubir KPK Benarkan Ada Kegiatan Penindakan di Muara Enim
Gotong Royong Jaga Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan Masyarakat Kota Negara Kumpulkan 280 Kg Sampah
Ajun Minta Maaf, Kuasa Hukum Berharap Restorative Justice Dikabulkan Polisi
Operasi Patuh Musi 2026 di Palembang Ditunda
BSB Sukseskan Walikota Cup Darussalam Minisoccer, Semarakkan HUT Palembang ke-1343
Universitas Muhammadiyah Palembang, PTS Pertama di Sumsel yang Buka Program Doktor (S3) Manajemen
Tag :

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:15 WIB

Gubernur Herman Deru Kaget Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 19:21 WIB

Praperadilan Safaruddin dan Sufuk Ditolak, Hakim Nyatakan Penyitaan oleh Polda Sumsel Sah

Senin, 8 Juni 2026 - 19:06 WIB

Jubir KPK Benarkan Ada Kegiatan Penindakan di Muara Enim

Senin, 8 Juni 2026 - 17:54 WIB

Gotong Royong Jaga Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan Masyarakat Kota Negara Kumpulkan 280 Kg Sampah

Senin, 8 Juni 2026 - 16:08 WIB

Ajun Minta Maaf, Kuasa Hukum Berharap Restorative Justice Dikabulkan Polisi

Berita Terbaru

Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru saat diwawancarai, Senin (8/6/2026). Foto: istimewa

Kota Palembang

Gubernur Herman Deru Kaget Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 21:15 WIB

Kota Palembang

Jubir KPK Benarkan Ada Kegiatan Penindakan di Muara Enim

Senin, 8 Jun 2026 - 19:06 WIB