Beras SPHP Jangkau Masyarakat Menyeluruh, Bulog MoU Dengan Pemda dan Koprasi

- Redaksi

Selasa, 14 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Guna menggencarkan pendistribusian beras SPHP dan menyentuh masyarakat secara menyeluruh, Perum Bulog Divre Sumatra Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dinas Koperasi serta 25 koperasi yang ada di Sumsel.

Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel Mohammad Alexander mengatakan, pendistribusian beras SPHP hingga ke pelosok daerah sebagai upaya stabilisasi harga dan menekan laju inflasi di wilayah tersebut.

“Mekanisme yang akan digunakan untuk menyediakan beras SPHP di masing-masing koperasi akan serupa dengan mekanisme yang digunakan di outlet binaan Bulog, yaitu Rumah Pangan Kita (RPK),” kata Mohammad Alexander, Selasa (14/11/2023).

Selain itu, bahwa beras yang dijual melalui Dinas Koperasi akan tetap mengikuti harga eceran tertinggi (HET) SPHP yang telah ditetapkan, tidak peduli berapa harganya.

“Nanti koperasi kemudian mengajukan pre-order ke Bulog sesuai dengan kebutuhannya, mungkin juga dengan bahan makanan lain seperti gula dan minyak sayur,” ungkapnya.

Saat ini, ada 16.900 ton beras di gudang Bulog Kantor wilayah Sumsel dan Babel, lalu rencananya Bulog akan menerima impor tambahan sebesar 20 ribu hingga 30 ribu ton. ‘Tujuannya adalah untuk meningkatkan stok CBP hingga tahun depan, yang berarti stok Bulog akan cukup sampai Maret 2024,” tutupnya.

Amiruddin, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumsel, mengatakan ada 6.789 koperasi di wilayah itu, tetapi baru sebanyak 25 koperasi yang bekerja sama dengan Bulog untuk menyalurkan beras dan menekan laju inflasi.

Harapannya penyaluran bahan pokok, terutama beras ini bisa sampai ke pelosok. Oleh karenanya melalui koperasi yang banyak di desa, beras ini bila tersalurkan secara lebih merata.

“penjualan beras melalui koperasi nantinya diutamakan untuk para anggota koperasi. Apalagi kebanyakan koprasi berisi masyarakat sekitar koperasi,” kata Amiruddin.

Dia menilai penjualan beras melalui koperasi ini memberikan dampak positif baik dari sisi masyarakat yang mendapatkan harga terjangkau, maupun dari sisi koperasi sebagai badan usaha yang ingin mendapat keuntungan.

“Koperasi membantu masyarakat secara sosial juga, sebagai badan usaha untuk memperoleh keuntungan, meskipun tidak besar,” ungkapnya.

Berita Terkait

APHI, Pemprov Sumsel dan Mitra APP Group Libatkan 80 Relawan Bagikan 8.000 Masker
Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara
Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati
Fadli Zon Minta Cagar Budaya Harus Inovasi Dengan Teknologi Untuk Menarik Masyarakat 
Dibilang Akun Shopee Diretas, Syadiah Tertipu Hingga Rp 10 Juta
BATIQA Hotel Palembang Hadirkan Paket MABAR, Makan Siang Sepuasnya Rp90 Ribu
Kuasa Hukum Minta Tersangka Penggelapan Mobil Segera Ditahan, Polsek Ilir Timur II Masih Evaluasi
Gelapkan Motor Teman, RF Berurusan Dengan Unit Ranmor
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:12 WIB

Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati

Jumat, 11 September 2026 - 14:59 WIB

Fadli Zon Minta Cagar Budaya Harus Inovasi Dengan Teknologi Untuk Menarik Masyarakat 

Jumat, 11 September 2026 - 14:55 WIB

Dibilang Akun Shopee Diretas, Syadiah Tertipu Hingga Rp 10 Juta

Jumat, 11 September 2026 - 14:16 WIB

BATIQA Hotel Palembang Hadirkan Paket MABAR, Makan Siang Sepuasnya Rp90 Ribu

Berita Terbaru