Balai Keswan Belum Temukan PMK pada Hewan Ternak

- Redaksi

Jumat, 20 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Keswan UPTD Balai Keswan Pagar Alam mengecek kesehatan hewan di salah satu kandang peternak. (Photo: Delta Handoko)

Petugas Keswan UPTD Balai Keswan Pagar Alam mengecek kesehatan hewan di salah satu kandang peternak. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Menghadapi Hari Raya Idul Adha 1443 H, Petugas Kesehatan Hewan mulai  melakukan pengecekan ke sejumlah hewan ternak seperti Kambing, Sapi dan Kerbau, di wilayah Pagar Alam, sebagai upaya mendeteksi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan berkaki empat.

“Saat ini, kita sudah melakukan pemantauan dan sebenarnya monitoring kesehatan hewan ternak sudah menjadi agenda rutin UPTD Balai Keswan Dinas Pertanian Kota Pagaralam,” ucap Kepala UPTD Balai Keswan, Ria Oktavian, Jum’at (20/5/2022).

Lanjut dia, sejauh ini di Pagar Alam masih aman dan belum ada temuan PMK pada ternak berkaki empat.

“Sedikitnya ada 15 kandang ternak (sapi dan kambing,) di wilayah Kota Pagar Alam sudah kita cek langsung. Namun belum ditemukan hewan ternak khususnya sapi untuk qurban mengidap PMK,” terangnya.

Dirinya tak menampik, jelang hari raya Idul Adha nanti, kebutuhan daging meningkat,apalagi  hewan ternak sapi atau kambing khususnya dipsaok dari luar Pagar Alam. Oleh karenanya, hewan ternak datangan ini akan didata dan dicek kesehatannya.

“Kita utamakan monitor kandang dan RPH (rumah potong hewan) swasta yang mendatangkan sapi dari luar Pagaralam,” ucap dia seraya menegaskan jika petugas Keswan masih mendata peternak yang membeli sapi langsung dari luar.

Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Kota Pagar melalui Kabid Peternakan Eta Suryani  bahwasanya pengawasan PMK pada ternak berkaki empat ini sudah dikeluarkan edarannnya.

“Edaran tersebut tak lain untuk memwaspadai dan pencegahan penularan penyakit pada hewan ternak sejak dini.  Sejurus untuk memnimalkan kerugian ekonomi peternak dan ancaman resiko penyakit,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi
Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona
Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan
Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan
Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo
Gerebek Tempat Karaoke, Tim Gabungan Temukan Tiga Pemandu Karaoke Positif Narkoba
LUAR BIASA! Jawab Krisis Khatib IKADI Pagar Alam Turut Pecahkan Rekor MURI Dalam Pelatihan Khatib Nasional

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:53 WIB

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial

Berita Terbaru