Atasi Inflasi dari Bawang Merah, BI Fasilitasi Kerjasama Kota Palembang dan Kabupaten Bangli

- Redaksi

Sabtu, 10 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama pada kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) wilayah Bali Nusra, di Hotel Laguna Bali, 9 Desember 2022.

Foto bersama pada kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) wilayah Bali Nusra, di Hotel Laguna Bali, 9 Desember 2022.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Sumatera Selatan, terus berjalan untuk menjaga stabilitas inflasi volatile foods.

Hal ini diwujudkan dalam kegiatan GNPIP Bali Nusra. Kota Palembang melaksanakan kesepakatan bersama dengan Kabupaten Bangli untuk melakukan pengembangan pembangunan potensi daerah.

Seremoni kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) wilayah Bali Nusra, di Hotel Laguna Bali, 9 Desember 2022.

Penandatanganan dilakukan oleh Walikota Palembang, H. Harnojoyo, S.Sos dan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, SE.

Penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Capacity Building TPID Provinsi Sumatera Selatan dan Palembang bersama TPID Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli pada Juli 2022 lalu.

Adapun salah satu ruang lingkup kesepakatan bersama ini adalah di bidang perdagangan. Salah satu tindak lanjutnya adalah dengan pelaksanaan KAD antara Kota Palembang dan Kabupten Bangli untuk komoditas bawang merah.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir Balaw, Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, Deputi 3 Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Andriko Noto Susanto, Asisten Umum Provinsi Bali, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Walikota Palembang, Bupati Bangli serta anggota TPID se Bali Nusa Tenggara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa komoditas bawang merah secara historis sering kali menjadi penyumbang inflasi Kota Palembang.

Untuk wilayah Sumatera Selatan, kebutuhan bawang merah per hari mencapai sekitar 80 ton. Guna memenuhi permintaan tersebut, Sumatera Selatan membutuhkan pasokan dari berbagai daerah.

Dengan latar belakang tersebut, Bank Indonesia berupaya memfasilitasi terjalinnya kerja sama antar daerah untuk memenuhi pasokan dan menjaga kestabilan harga pangan.

“Pelaksanaan KAD menjadi wujud nyata sinergi antara Bank Indonesia, TPID Kota Palembang, dan berbagai pihak terkait dalam pengendalian inflasi daerah. Serta sebagai langkah nyata implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Sumatera Selatan,” ujar Kepala Perwakilan Erwin.

Walikota Palembang, H. Harnojoyo, S.Sos menyampaikan bahwa pelaksanaan kerja sama antar daerah yang dilaksanakan antara TPID Kota Palembang dan TPID Kabupaten Bangli ini sangat penting. Sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi pangan di Palembang.

Selama ini pasokan bawang merah di wilayah Palembang didatangkan antara lain dari wilayah Brebes, Jawa tengah dan Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebagai antisipasi apabila terjadi gangguan pasokan dari wilayah tersebut, maka diperlukan alternatif kerja sama dengan daerah sentra produksi bawang merah lainnya seperti dengan Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Walikota Palembang mengharapkan agar kerja sama ini dapat terimplemetasi dengan baik, dan ke depan dapat semakin diperluas di sektor lainnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Palembang juga akan terus berkoordinasi dalam forum TPID Kota Palembang guna memastikan KAD ini dapat berjalan dengan optimal.

Salah satunya dengan upaya memberikan subsidi ongkos angkut/transportasi apabila diperlukan.

Sebagai informasi, pada hari yang sama kesepakatan bersama ini juga telah ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang dan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli.

Di bidang pertanian, diharapkan dapat terjalin sinergi kerja sama dalam hal alih teknologi antar kelompok petani. (*)

Berita Terkait

Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026
Bank Indonesia Gelar Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2025
Semarak UMKM (SERU) Sriwijaya 2025, Sinergi dan Inovasi Dukung Pengembangan UMKM Untuk Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan yang Berkelanjutan
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024: Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional
Rayakan HUT ke-129, BRI Tawarkan Progam SpecialBRIguna, Suku Bunga Mulai dari 8,129% dan Diskon biayaProvisi 50%
Siapkan GenBI Hadapi Era Digital, BI Buka Pelatihan Konten dan Manajemen Media Sosial Bersertifikasi Nasional
Tak Hanya Bantuan Dana Penunjang Pendidikan,BI Sumsel Juga Dukung Pengembangan Kepemimpinan dan Pengetahuan Penerima Beasiswa Bank Indonesia
BI Sumsel Gelar Semarak UMKM Sriwijaya 2024, Angkat UMKM Naik Kelas

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:28 WIB

Bank Indonesia Gelar Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2025

Minggu, 26 Oktober 2025 - 17:09 WIB

Semarak UMKM (SERU) Sriwijaya 2025, Sinergi dan Inovasi Dukung Pengembangan UMKM Untuk Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan yang Berkelanjutan

Sabtu, 30 November 2024 - 08:04 WIB

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024: Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional

Jumat, 29 November 2024 - 11:34 WIB

Rayakan HUT ke-129, BRI Tawarkan Progam SpecialBRIguna, Suku Bunga Mulai dari 8,129% dan Diskon biayaProvisi 50%

Berita Terbaru