Anjlok, Tomat Cuma Dihargai Rp3 Ribu per Kilogram

- Redaksi

Rabu, 3 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Pagar Alam sedang memanen hasil tomat. (Photo: Delta Handoko)

Petani Pagar Alam sedang memanen hasil tomat. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Sejak tiga pekan terakhir, harga komoditi sayuran jenis tomat alami penurunan harga. Bila sebelumnya harga tomat dikisaran Rp10 ribu per kilogram, kini hanya dihargai Rp3 ribu.

Dengan kondisi demikian, tak ayal membuat petani tomat terpukul. Sebab, turunnya harga jual tomat sudah barang tentu mempengaruhi pendapatan petani, yang juga turut berkurang.

“Ya, sejak beberapa Minggu ini, harga jual tomat di pasaran, betul-betul anjlok dari yang semula Rp10 ribu per kilogram, kini hanya dihargai Rp3 ribu per kilogram,” ujar Hengki, salah seorang petani tomat di Dusun Selibar, Kelurahan Selibar, Kecamatan Pagar Alam Utara, Rabu (3/11/2021).

Hengki menambahkan, dirinya tidak mengetahui secara pasti, apa yang menjadi sebab dari turunnya harga jual tomat tersebut.

“Turunnya, harga jual tomat di pasaran ini, tentu saja membuat kita selaku petani merasa gusar, sebab pendapatan kita otomatis akan berkurang,” keluhnya.

Naik turunya harga komoditi sayuran, Kasi Bina Pasar  Disperindagkop Kota Pagar Alam, Endang Diyah, yang menurutnya itu sudah lumrah dan sudah adapun faktor penyebabnya pun mayoritas sudah diketahui oleh petani.

“Dan petani pun kadang sudah berupaya untuk mensiasati, agar panennya tidak bertepatan dengan panen daerah lain, dan proses tanamnya juga melihat kondisi cuaca, akan tetapi peputaran harga, memang susah untuk diprediksi, karena ini juga bergantung dengan kebutuhan serta permintaan,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah
Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi
Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi
Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas
Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor
Puluhan Hektar Lahan Area Bandara Atung Bungsu Jadi Santapan Si Jago Merah, Armada STN Turut Berjibaku Lakukan Pemadaman
Ratusan Pendaftar Siap Pecahkan Rekor Bentangkan 2026 Meter Sang Saka Di Atap Dempo 
Pemkot Pagar Alam Dukung Pecahkan Rekor di Atas Awan! Bentang Bendera 2026 Meter di Puncak Dempo

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor

Berita Terbaru

Empat Lawang

Puluhan Dram Band SD-SMP Tampil Memukau

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:09 WIB