oleh

Alami Krisis Pangan, Warga Korut Terancam Kelaparan Serius

SUARAPUBLIK.ID, KORUT – Krisis pangan yang terjadi di Korea Utara (Korut) semakin serius. Bahkan, pemimpin tertinggi negara itu, Kim Jong Un, meminta warganya untuk ‘mengencangkan ikat pinggang mereka’ hingga setidaknya tahun 2025.

“Ketika pihak berwenang memberi tahu mereka bahwa mereka perlu menghemat dan mengonsumsi lebih sedikit makanan hingga tahun 2025, mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain merasa sangat putus asa,” kata seorang penduduk dari kota Sinuiju, yang berbatasan dengan Dandong China, mengatakan kepada RFA dikutip dari cnbc indonesia, Senin (8/11/2021).

“Beberapa penduduk mengatakan bahwa situasinya saat ini sangat serius sehingga mereka tidak tahu apakah mereka dapat bertahan hidup di musim dingin yang akan datang. Mereka mengatakan bahwa menyuruh kita menanggung kesulitan sampai tahun 2025 sama dengan menyuruh kita mati kelaparan.”

Bahkan, Kim Jong Un juga memerintahkan warga agar setiap butir beras untuk diamankan sambil menekan pertanian untuk memproduksi lebih banyak beras.

Krisis pangan Korut sendiri sebenarnya sudah lama terjadi. Ini pernah diakui Kim pada Juni lalu. Ia menyebut situasinya “tegang”.

Pada April, ia meminta para pejabat untuk melancarkan “Pawai yang Sulit” untuk membantu meringankan warga, menurut laporan BBC. Namun yang terjadi kali ini semakin gawat akibat bencana alam, sanksi internasional, dan pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kim juga mulai membuat manuver-manuver serius untuk mencoba menangani krisis ini. Pihaknya mencoba memberikan solusi dengan meminta warga mengkonsumsi angsa hitam sebagai pengganti daging. Ini dikatakan membantu meringankan krisis.

Rodong Sinmun, media juru bicara negara, menggambarkan daging burung air sebagai “lezat” dan mengandung nilai obat. Selain itu, Pyongyang juga membuka pusat peternakan angsa hitam baru di wilayah Jongphyong di pantai timur Korut.

Namun hingga kini masih harus dilihat bagaimana rencana pemerintah untuk mendistribusikan daging angsa, atau apakah peternakan angsa lainnya sedang dibangun di seluruh negeri. (*)

Komentar

Berita Hangat Lainya