Aksi Damai di PN Palembang, Massa Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Pokir DPRD OKU

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Front Perlawanan Rakyat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar aksi damai di halaman Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (21/4/2026).

Saat Front Perlawanan Rakyat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar aksi damai di halaman Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (21/4/2026).

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG-Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Perlawanan Rakyat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar aksi damai di halaman Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (21/4/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan tindak pidana korupsi dana pokok pikiran (pokir) DPRD OKU. Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh.

Koordinator aksi, Andika Marino, dalam orasinya menegaskan bahwa penanganan perkara ini harus dilakukan secara transparan dan tidak tebang pilih.

“Kami meminta KPK segera menetapkan pihak-pihak yang diduga terlibat sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang cukup,” tegasnya.

Selain itu, massa juga mendorong KPK untuk membuka perkembangan penanganan perkara kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas. Mereka menilai kasus dugaan korupsi pokir tersebut telah menjadi perhatian luas masyarakat dan harus segera dituntaskan.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, massa mengungkap sejumlah poin yang menjadi dasar tuntutan. Di antaranya dugaan adanya intervensi dalam pengalokasian dana pokir, perintah pencairan dana yang tidak sesuai ketentuan, hingga dugaan aliran dana kepada pihak tertentu melalui mekanisme proyek.

Tak hanya itu, massa juga menyoroti indikasi pemberian gratifikasi berupa fee proyek yang diduga dilakukan secara sistematis, termasuk permintaan uang dari kontraktor yang diserahkan kepada pejabat daerah.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa menutup aksi dengan menyerahkan pernyataan sikap kepada perwakilan instansi terkait, serta menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami akan terus turun jika tidak ada kejelasan. Penegakan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujar salah satu peserta aksi.

Penulis : Hermansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Saksi Welly Ungkap Pengembangan Kasus hingga Penangkapan Irfan dalam Perkara IMEI iPhone Inter
Dua Lokasi Dikawasan Plaju Digerebek Diduga Tempat Sarang Narkoba. 
Bobol Toko dan Gasak Tiga Motor Operasional, Enam Pelaku Curat Dibekuk Jatanras Polda Sumsel
Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, AW Ditangkap Unit PPA Polrestabes Palembang
Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Kawilker KSOP Karang Agung, JPU Siapkan 110 Saksi
Pergoki Dua Pelaku Curanmor Beraksi. Briptu Hamdi Kena Tembak Di Bahu Kanannya
Polda Sumsel Usut 62 Kasus Karhutla, 20 Laporan Seret Korporasi
PN Palembang Kabulkan Praperadilan Albert John Lorenz, Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Saksi Welly Ungkap Pengembangan Kasus hingga Penangkapan Irfan dalam Perkara IMEI iPhone Inter

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Dua Lokasi Dikawasan Plaju Digerebek Diduga Tempat Sarang Narkoba. 

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Bobol Toko dan Gasak Tiga Motor Operasional, Enam Pelaku Curat Dibekuk Jatanras Polda Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, AW Ditangkap Unit PPA Polrestabes Palembang

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Kawilker KSOP Karang Agung, JPU Siapkan 110 Saksi

Berita Terbaru

Jakarta

Telkomsel Raih Delapan Marketing Excellence Awards 2026

Senin, 26 Okt 2026 - 21:42 WIB