Akibat Kebijakan Pusat, Penyusunan RAPBD Pagar Alam Tahun 2026 Miliki Tantangan

- Redaksi

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidato nota pengantar Walikota Pagar Alam 
terhadap RAPBD 2026. (Photo: Delta Handoko)

Pidato nota pengantar Walikota Pagar Alam terhadap RAPBD 2026. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Walikita Pagar Alam Ludi Oliansyah, mengatakan bahwa penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2026 kali ini memiliki tantangan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Ludi Oliansyah saat menyampaiak nota pengantar RAPBD dalam pembukaan Rapat Paripurna XVIII Sidang Ke-I DPRD Kota Pagar Alam, di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Pagar Alam pada Senin (24/11/2025).

Ia mengatakan, jika hal ini lantaran beriringan dengan adanya kebijakan pusat mengenai penyesuaian dan pengurangan transfer pusat sehingga mempengaruhi kemampuan fiskal daerah.

Sehingga, kata dia, membuat Pemerintah Kota Pagar Alam untuk melakukan penataan kembali kebijakan belanja, penajaman prioritas pembangunan.

“Serta rasionalisasi program dan kegiatan agar APBD tahun 2026 tetap dapat mendukung agenda dan pembangunan daerah secara efektif dan akuntabel,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, penyusunan APBD 2026 diharapkan untuk memperkuat fondasi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan, mandiri dan inklusif, sejalan dengan pembangunan prioritas nasional, serta karakteristik Kota Pagar Alam.

“Maka tema pembangunan tahun 2026 kita tetapkan, Kedaulatan Pangan dan Energi Serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif,” jelasnya.

Adapun tema tersebut mengandung makna bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya tumbuh, tetapi harus tumbuh dengan kemandirian, pemerataan, dan kemampuan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Walikota menekankan, agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan pemkot Pagar Alam mampu besinergi untuk meningkatkan APBD Pagar Alam dari sektor Pendapatan Aseli Daerah (PAD).

Karena, kata dia, Pagar Alam ini memiliki banyak potensi untuk peningkatan PAD, namun saja belum tergali dengan baik.

Adapun dalam RAPBD tersebut untuk anggaran pendapatan direncanakan sebesar Rp694,8 miliar yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp101,5 miliar yakni dari pajak, retribusi daerah, kekayaan lain yang dapat dikelola dan lainnya, pendapatan transfer sebesar Rp587,4 miliar yakni transfer pusat, transfer antar daerah dan lainnya. Sementara untuk anggaran Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp772,06 miliar yang terdiri dari belanja operasional, belanja modal dan anggaran tak terduga. (ANA)

Berita Terkait

Pagar Alam Kembali Raih WTP, Walikota Ludi Sampaikan LPP APBD 2025 ke DPRD
Pagar Alam Kirim Tim U-15 ke Piala Soeratin, Misi Bawa Nama Kota ke Jakabaring
Gubernur Sumsel Resmikan Rumah Baghi, Rumah Adat Pagar Alam Pusat Konsultasi Hukum
Gratis! Dinkes Pagar Alam Tebar 7 Layanan Kesehatan Di Momen HUT Ke-25
Sinegritas untuk Kemajuan! Sidang Paripurna DPRD Warnai HUT Ke-25 Kota Pagar Alam
Sehari Sepulang dari Tanah Suci, Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah Langsung Pimpin Upacara HUT ke-25 
HUT ke-25 Pagar Alam,UPT RSD Besemah Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Besemah Expo
Tangis Haru Pecah Di Gunung Gare! Walikota Ludi Oliansyah Bersama 208 Jamaah Haji Pagar Alam Pulang Dengan Selamat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:51 WIB

Pagar Alam Kembali Raih WTP, Walikota Ludi Sampaikan LPP APBD 2025 ke DPRD

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:45 WIB

Pagar Alam Kirim Tim U-15 ke Piala Soeratin, Misi Bawa Nama Kota ke Jakabaring

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:59 WIB

Gubernur Sumsel Resmikan Rumah Baghi, Rumah Adat Pagar Alam Pusat Konsultasi Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:39 WIB

Gratis! Dinkes Pagar Alam Tebar 7 Layanan Kesehatan Di Momen HUT Ke-25

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:37 WIB

Sinegritas untuk Kemajuan! Sidang Paripurna DPRD Warnai HUT Ke-25 Kota Pagar Alam

Berita Terbaru

Caption: Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti dalam rangkaian kegiatan Semarak Sensus Wong Kito di Benteng Kuto Besak Palembang, Minggu (28/6/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Utama Kebijakan yang Tepat Sasaran

Minggu, 28 Jun 2026 - 23:51 WIB

Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf saat diwawancarai langsung usai acara Open House Sekolah Rakyat di SRMA 7 Palembang, Minggu (28/6/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Mensos-BPS Jamin Akurasi Data Siswa Sekolah Rakyat

Minggu, 28 Jun 2026 - 21:40 WIB