152 Kasus Karhutla Terjadi di Sumsel, Ogan Ilir Masuk Zona Merah

- Redaksi

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla yang terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel. Foto: BPBD

Karhutla yang terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel. Foto: BPBD

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan mencatat telah terjadi sebanyak 152 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 5 Agustus 2025.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, empat kabupaten masuk dalam kategori zona merah dan oranye akibat tingginya frekuensi kebakaran.

“Angka itu terus mengalami peningkatan selama musim kemarau tahun ini yang tersebar di 13 kabupaten/kota dan Kabpaten Ogan Ilir masuk zona merah,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Jum’t (8/8/2025).

Ia menjelaskan kabupaten Ogan Ilir masuk zona merah dan menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 64 kali dan diklasifikasikan sebagai zona merah.

“Meski angka kejadian terus bertambah, semuanya bisa teratasi dan dipadamkan. Zona merah ada di Ogan Ilir karena kejadiannya sudah mencapai 64 kali. Muara Enim, Muba dan OKI masuk zona oranye karena lebih dari 16 kejadian,” jelasnya.

Ia mengungkpkan jika upaya pemadaman di beberapa wilayah juga masih terbantu oleh hujan.

“Sekarang masih aman yang terbakar karena sebagian kabupaten masih ada hujan. Kita berharap tak ada kejadian yang besar dan Sumsel aman dari karhutla,” ungkapnya.

Selain tiga daerah yang masuk zona oranye dan merah, ia menyebut jika terdapat sembilan daerah masuk zona kuning.

“Ke-9 daerah itu adalah Banyuasin 12 kejadian, PALI 7 kejadian, Mura 4 kejadian, dan Prabumulih 2 kejadian. Sedangkan 5 daerah yakni Palembang, Lahat, Empat Lawang, Lubuklinggau, dan Mura hanya 1 kejadian,” imbuhnya.

Ia menambahkan, terkait luasan karhutla pihaknya belum dapat memberikan data pastinya. Sebab, masih menunggu data dari kementerian kehutanan.

“Kalau luasannya kita masih menunggu data dari Kementerian Kehutanan, tapi yang jelas angkanya lebih dari 43,08 hektare (data sebelumnya),” ucap dia.

Berita Terkait

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan
Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan
Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas
IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga
Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD
Pendampingan Kader Posyandu Palembang Dalam Lomba SE Sumsel 
Bawa Senpira Saat Konvoi Bermotor, Pelajar SMK Gajah Mada Palembang Diamankan Polisi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kebahagiaan Kemerdekaan bagi 19 Anak Panti Asuhan Yunida Rizki
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:51 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:28 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD

Berita Terbaru

Sumsel

Makna Pancasila dalam Perjalanan Kehidupan Saya

Minggu, 23 Agu 2026 - 06:31 WIB

Sumsel

Resume Dari Hal Kecil, Saya Belajar Mengamalkan Pancasila

Minggu, 23 Agu 2026 - 00:32 WIB

Sumsel

Menghidupkan Pancasila Melalui Kepedulian terhadap Sesama

Minggu, 23 Agu 2026 - 00:24 WIB