Wabup Muba Temui Mensos, Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

- Redaksi

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA, – Wakil Bupati Musi Banyuasin Kyai Abdur Rohman Husen melakukan audiensi dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Kementerian Sosial RI, Selasa (4/8/2026), untuk mengoordinasikan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin.

Turut mendampingi Plt Kepala Dinas Sosial Muba H Deny SH MSi dan Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman M Ridho ST MSi. Audiensi juga dihadiri Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Kemensos RI Afrizon Tanjung.

Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto yang ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sekolah ini melayani jenjang SD, SMP hingga SMA dengan sistem berasrama, disertai pembinaan karakter, kepemimpinan, keterampilan, pendidikan keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi orang tua siswa.

Dalam audiensi tersebut, Kyai Abdur Rohman Husen menyampaikan bahwa seluruh persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat di Muba telah dipenuhi. Pemkab Muba telah menyiapkan lahan aset daerah seluas sekitar 8,1 hektare di kawasan eks Bumi Perkemahan, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, yang telah bersertifikat dan berstatus clear and clean.

“Seluruh persyaratan sudah kami lengkapi. Sertifikat lahan sudah selesai, land clearing juga telah dilakukan. Saat ini tinggal menunggu survei dari Balai Kementerian Pekerjaan Umum di Palembang. Kami berharap Sekolah Rakyat dapat segera hadir di Musi Banyuasin dan mohon dukungan dari Bapak Menteri,” ujar Wabup.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi kesiapan Pemkab Muba dalam mendukung program strategis nasional tersebut. Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan gratis, tetapi juga menghadirkan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga siswa sebagai bagian dari strategi pemerintah menurunkan angka kemiskinan.

Gus Ipul mengatakan, Kementerian Sosial akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan survei lokasi dan memastikan seluruh persyaratan telah sesuai.

“Mudah-mudahan setiap kabupaten dan kota nantinya memiliki Sekolah Rakyat permanen,” kata Gus Ipul.

Ia menambahkan, program Sekolah Rakyat terus berkembang setiap tahun. Hingga 2025, lebih dari 15.000 siswa telah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat, dan pada 2026 pemerintah meningkatkan kapasitasnya menjadi sekitar 30.000 siswa di seluruh Indonesia.

 

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Unsur Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan
Polsek Buay Madang Timur Gelar ‘Police Goes To School’, Sosialisasikan SMA Kemala Taruna Bhayangkara
Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka
Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi
Gaji PPPK Diwacanakan Ditanggung APBN Mulai 2027, Beban APBD Daerah Bisa Berkurang
Fauzi Amro Sebut Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Lubuklinggau Butuh Rp 42 Miliar
Kejari Empat Lawang Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Senjata Tajam
5 Bulan Ditahan, Andika Bebas

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Cegah Karhutla, Unsur Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Polsek Buay Madang Timur Gelar ‘Police Goes To School’, Sosialisasikan SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Fauzi Amro Sebut Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Lubuklinggau Butuh Rp 42 Miliar

Berita Terbaru