Varian MU Tak Seganas Varian Delta

- Redaksi

Senin, 13 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi virus covid 19

Ilustrasi virus covid 19

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ahli Mikrobiologi Sumsel, Profesor Yuwono meminta masyarakat tidak khawatir terkait munculnya jenis varian virus Corona baru, yang bernama varian Mu. Karena varian baru ini tidak seperti varian Delta.

“Varian Mu ini termasuk dalam variant of interest. Secara medis varian ini memiliki penularan di area terbatas. Walaupun ada indikasi memang dia resisten terhadap vaksin, tapi itu bukan problem. Jadi varian ini tidak menjadi masalah,” ujarnya, Senin (12/9/2021).

Jika dibandingkan dengan varian Delta yang penularannya lebih cepat dan tinggi, diperkirakan 70 persen dari varian sebelumnya. Artinya kategori penularan varian baru MU kecil.

“Intinya dari seluruh kejadian di dunia Covid-19 sudah mereda artinya vaksinasi efektif, untuk varian Mu itu bisa saja sebenarnya sudah lama muncul di Brazil, kenapa tiba-tiba muncul kembali,” katanya.

Guru besar di Unsri ini menyarankan, supaya pemerintah dituntut untuk lebih fokus ke arah lain. Terlebih presiden vaksin juga sudah menyebut bahwa vaksin sudah berhasil dan efektif dalam menurunkan tingkat penularan Virus Covid-19

“Pemerintah fokus tangani kesehatan yang lain. Masyarakat juga tidak perlu khawatir dengan virus MU ini, karena tidak ganas,” tuturnya.

“Bukannya saya meremehkan varian ini. Tidak semua mutasi pada virus itu berpengaruh pada derajat penyakit tapi penyebarannya meningkat,” tambahnya.

Beredar pemberitaan di medsos soal virus baru varian MU ini, bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengatakan, hingga saat ini varian MU belum terdeteksi di Indonesia.

Meskipun belum masuk ke Indonesia, masyarakat juga dimintai untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 apabila masyarakat tidak patuh protokol Kesehatan. (Nat)

Berita Terkait

Kapolres Empat Lawang Lepas Tim Dan Atlet Bulutangkis Menuju Kapolda Cup Esport
Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:55 WIB

Kapolres Empat Lawang Lepas Tim Dan Atlet Bulutangkis Menuju Kapolda Cup Esport

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Berita Terbaru

Sumsel

Pancasila dan Penerapannya

Senin, 24 Agu 2026 - 16:14 WIB

Sumsel

Pengaruh Pancasila pada Kehidupan Sehari hari

Senin, 24 Agu 2026 - 16:10 WIB

Kota Palembang

Empat Pelaku Curanmor Terekam CCTV Saat Gondol Motor Korban

Senin, 24 Agu 2026 - 16:02 WIB