Tyas Fatoni Kunjungi Pusat Kerajinan Sulam Benang Emas Ranau Berharap Ada Regenerasi 

- Redaksi

Kamis, 16 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, OKU SELATAN -. Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak (TP)  Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang juga selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel Tyas Fatoni mengunjungi kerajinan sulam benas emas ranau. Lokasi pusat kerajinan tersebut berada di Lamban Gedung Jepara, Desa Jepara, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, Rabu (15/11/2023).

Kunjungannya kali ini, Tyas Fatoni didampingi oleh Ketua TP PKK yang juga adalah Ketua Dekranasda Kabupaten OKU Selatan Isyana Lonitasari beserta para pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel Desi Edward Chandra. Tyas Fatoni dengan saksama melihat langsung produksi kain sulam benang emas ranau, mulai dari proses memasukkan benang emas ke dalam jarum hingga menjahit kain sesuai pola.

Tyas Fatoni juga berbincang singkat dengan salah seorang pengrajin kain, dia bertanya tentang filosofi motif pada kain tersebut. Terlihat raut wajah kagum dari dirinya melihat kesigapan dan ketelitian para pengrajin dalam proses pengerjaan sulaman dikarenakan dalam pengerjaannya  membutuhkan keterampilan, juga perlu ketelitian dan kesabaran.

“Saya mengapresiasi para pengrajin kain sulam benang emas yang masih mau menekuni kerajinan ini. Perlu kita jaga kelestarian dan kearifan lokal ini agar tidak punah tergerus zaman,” ucap Tyas Fatoni.

Dia juga berharap agar para pengrajin meneruskan tradisi membuat kain sulam benang emas kepada kaum muda saat ini.

“Lakukan regenerasi dan menularkan ilmu menyulam benang emas kepada kaum muda,” kata dia.

Proses pembuatan kain sulam sendiri merupakan teknik menghias kain beludru dengan cara menempelkan benang emas dengan tusuk balut atau sulaman dengan jahit ikat benang warna merah pada permukaan kain berbentuk motif kayu hara. Nantinya akan memberikan kesan indah dan mewah.

Motif kayu hara memiliki keunikan dan menarik di mata konsumen karena dicampur dengan bermacam-macam bentuk motif lainnya. Sulaman benang emas kayu hara  diadaptasi dari filosofi legenda terbentuknya Danau Ranau yang dipercaya secara turun temurun asal-usul Danau Ranau berasal dari pohon ara raksasa (hara).

Kain sulam benang emas merupakan kerajinan khas suku Ranau yang menonjolkan sulam benang emas dan biasa diaplikasikan pada upacara pernikahan yang dipasang   pada latar pelaminan (pedandanan) dan sebagai selendang pada  pakaian adat pengantin Ranau.

Berita Terkait

Dukung Penguatan UMKM dan Wirausaha Muda, Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner dalam rangka menyambut HUT ke-69
Kejari Palembang Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Lampu Jalan, Kerugian Negara Rp3,07 Miliar
Saksi Bantah BAP di Sidang Korupsi Dana Desa Lubuk Muda, Hakim Beri Peringatan
Perkuat Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga, TP PKK Sumsel dan IIPK Bank Sumsel Babel Berkolaborasi dalam Pengajian Rutin
Dorong Pemerataan Sepak Bola di 17 Kabupaten/Kota, Ini 8 Program yang Diusung Didi Yanto
Pelaku Penembakan Briptu Hamdi Mengaku Gunakan Senpira Peninggalan Paman
Ditinggal Anak dan Cucu, Nenek Asal Selapan Nyaris Lompat dari Jembatan Ampera
Sekda Palembang Aprizal Hasyim Tegaskan BUMD Harus Profesional, Tingkatkan Kinerja dan Kontribusi PAD

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dukung Penguatan UMKM dan Wirausaha Muda, Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner dalam rangka menyambut HUT ke-69

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Saksi Bantah BAP di Sidang Korupsi Dana Desa Lubuk Muda, Hakim Beri Peringatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Perkuat Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga, TP PKK Sumsel dan IIPK Bank Sumsel Babel Berkolaborasi dalam Pengajian Rutin

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Dorong Pemerataan Sepak Bola di 17 Kabupaten/Kota, Ini 8 Program yang Diusung Didi Yanto

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Pelaku Penembakan Briptu Hamdi Mengaku Gunakan Senpira Peninggalan Paman

Berita Terbaru