Total Rancangan KUA-PPAS APBD Kabupaten Muba Tahun Anggaran 2026 Mencapai Rp. 3,243 Triliun 

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, MUBA — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai membahas arah kebijakan pembangunan dan keuangan daerah tahun depan.

Hal itu ditandai dengan penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026 oleh Bupati Muba H M Toha Tohet SH, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Muba Masa Persidangan I Rapat ke-22, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba, Rabu (29/10/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumai, didampingi Wakil Ketua H. Ahmadi, serta dihadiri anggota DPRD, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD).

Hadir pula Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba Ardiansyah SE MM PhD CMA, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Alva Elan SST MPSDA, jajaran Sekretariat Daerah, dan kepala perangkat daerah.

Dalam pidatonya, Bupati Muba H M Toha Tohet SH menyampaikan, rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026 berisi arah kebijakan fiskal dan program pembangunan daerah yang disusun berdasarkan prinsip sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran.

“Dokumen ini menggambarkan rencana pendapatan, alokasi belanja, dan pembiayaan daerah, yang disusun berdasarkan asumsi makro serta prioritas pembangunan daerah tahun 2026,” ujar Bupati Toha.

Ia menjelaskan, kebijakan pembangunan daerah tahun 2026 mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nasional, Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2023–2026, serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Muba Tahun Anggaran 2026 yang bertemakan “Memantapkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Inklusif untuk Mendorong Transformasi Ekonomi.”

Rancangan KUA-PPAS ini disusun berlandaskan sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta berbagai peraturan turunannya, termasuk Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2025 tentang Standar Harga Satuan Regional, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2026.

Berdasarkan rancangan yang disampaikan, Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2026 direncanakan sebesar Rp3,093 triliun, yang terdiri dari, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.

Sementara Belanja Daerah dianggarkan sebesar Rp3,230 triliun, yang akan dialokasikan ke berbagai urusan pemerintahan daerah melalui program dan kegiatan di masing-masing perangkat daerah.

Untuk sisi pembiayaan, Penerimaan Pembiayaan Daerah bersumber dari perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 sebesar Rp150 miliar, sedangkan Pengeluaran Pembiayaan direncanakan untuk penyertaan modal daerah kepada PDAM Tirta Randik sebesar Rp13,3 miliar.

“Dengan demikian, total Rancangan KUA dan PPAS APBD Kabupaten Muba Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp3,243 triliun,” imbuh Bupati Toha.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan Pakta Integritas antara Pemerintah Kabupaten Muba dan DPRD Muba mengenai pelaksanaan APBD 2025 dan penyusunan APBD 2026.

Isi pakta tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menjalankan APBD secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyalahgunaan anggaran. Pimpinan daerah dan legislatif sepakat untuk menjunjung tinggi nilai integritas serta menghindari gratifikasi, pemerasan, maupun tindak pidana korupsi dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan APBD.

Apabila dalam pelaksanaan ditemukan pelanggaran hukum, maka siap dikenai sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumai menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah menyiapkan dokumen rancangan KUA dan PPAS 2026 dengan lengkap dan tepat waktu.

“Dokumen ini akan menjadi bahan pembahasan bagi Badan Anggaran (Banggar) dan komisi-komisi DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” ujar Afitni.

Ia berharap pembahasan berjalan tertib, aman, dan sesuai jadwal, serta mengingatkan agar perangkat daerah hadir langsung tanpa diwakilkan dalam proses pembahasan agar penyerapan aspirasi dan sinkronisasi program dapat berlangsung efektif.

Berita Terkait

Sukseskan Program Prioritas Presiden, Kemenag Sumsel Kawal Pembangunan PHTC 2026 di 9 Madrasah
Forum CSR Muba Pastikan TJSL Terealisasi Dalam Bentuk Program Fisik, Berikut Realisasinya
QITA by BRI Makin Dikenalkan di Muba, Transaksi Digital Kini Lebih Praktis
Polres Muba Ungkap Kasus Narkoba, 1.5 Kg Sabu Diamankan
BRI Cabang Sekayu Perkuat Peran BUM Desa sebagai Agen BRILink, Dorong Ekonomi Digital
Bencana Karhutla, Polres Muba Gelar shalat istisqa dan Doa Bersama.
Warga Muba Diajak Manfaatkan MagangHub Kemnaker, Pendaftaran Peserta Dibuka 3 September 2026
29 Kandidat Melaju! Hasil Seleksi Berkas Rekrutmen PT DSSP Power Sumsel 2026 Resmi Diumumkan, Tes Wawancara Digelar Esok Hari
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 10:56 WIB

Sukseskan Program Prioritas Presiden, Kemenag Sumsel Kawal Pembangunan PHTC 2026 di 9 Madrasah

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Forum CSR Muba Pastikan TJSL Terealisasi Dalam Bentuk Program Fisik, Berikut Realisasinya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:23 WIB

QITA by BRI Makin Dikenalkan di Muba, Transaksi Digital Kini Lebih Praktis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Polres Muba Ungkap Kasus Narkoba, 1.5 Kg Sabu Diamankan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:09 WIB

BRI Cabang Sekayu Perkuat Peran BUM Desa sebagai Agen BRILink, Dorong Ekonomi Digital

Berita Terbaru

Kapal Tongkang yang Melintas di Ampera dan tertutup oleh Kabut Asap

Kota Palembang

Tongkang Batubara Tabrak Fender Tiang LRT Ampera di Sungai Musi

Senin, 5 Okt 2026 - 17:42 WIB